Connect with us

UPT SPF SMP Negeri 7 Makassar Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Upacara Bendera.

Published

on

Kitasulsel – Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahirnya Pancasila di laksanakan oleh UPT SPF SMPN 7 Makassar. Kamis (01/06/23) Pagi.

Dalam upacara yang di ikuti oleh staf , guru – guru dan siswa ini, berlangsung dengan tertib dan lancar. Bertindak selaku pembina upacara Drs. M. Natsir.

Dalam sambutannya Drs M Natsir menyampaikan bahwa memperingati hari lahirnya Pancasila sudah menjadi kewajiban bagi kita semua sebagai anak bangsa.

Bahwa Pancasila merupakan lambang negara yang menjadi pemersatu bagi seluruh anak bangsa dalam keragaman adat, budaya, suku dan bahasa yang kita miliki.

Olehnya itu, M, Natsir, meminta agar seluruh staf, guru dan siswa – siswi untuk tetap menjaga kekompakan, kerjasama dan menjaga kebersamaan. Ajaknya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending