Sukses Terlaksana, KSAL Beri Piagam Kehormatan Untuk Pemerintah Kota Makassar
Kitasulsel—MAKASSAR,– Pemerintah Kota Makassar menerima piagam penghargaan langsung dari Kepala Satuan Angkatan Laut (KSAL), Muhammad Ali.
Piagam ini diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi saat menghadiri gala dinner Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023, di Phinisi Ballroom, Claro Hotel, Rabu (7/06/2023).
Gala dinner ini dihadiri seluruh delegasi dari 36 negara, jajaran Forkopimda Sulsel dan kota Makassar. Turut hadir Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail.
Selama tiga hari kegiatan MNEK 2023, Fatmawati Rusdi banyak mendampingi para delegasi dari berbagai negara untuk mengikuti serangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah, selama tiga hari ini, peserta MNEK keliatan sangat puas di Kota Makassar. Kita memang mempersiapkan jauh-jauh hari,” ucapnya.
Tak hanya itu, kata Fatmawati momen MNEK ini menjadi salah satu ajang memperkenalkan Kota Makassar kepada dunia. Baik dari segi kuliner khasnya, adat dan budaya Makassar sendiri.
Senada dengan KSAL Muhammad Ali, ia menyampaikan terima kasih kepada para delegasi yang hadir dan menikmati waktunya dengan berbagai kegiatan di Kota Makassar.
“Penyambutan Kota Makassar luar biasa. Semoga semua delegasi enjoy dan sama-sama membangun komitmen menjadi lebih baik lagi dalam menyelesaikan latihan non perang ini di Kota Makassar,” harapnya.
Jamuan gala dinner ini ditutup dengan menari bersama para tamu undangan diiringi musik maumere yang membuat tamu semakin merasakan keakraban di Kota Makassar.
Kementrian Agama RI
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Lingkungan Hidup Bagian dari Tanggung Jawab Keagamaan
Kitasulsel–Kairo–Mesir Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab keagamaan. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) yang digelar di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.
“Dalam perspektif Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, setiap aktivitas yang merusak lingkungan sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban,” ujar Menag, Selasa (20 Januari 2026).
Menurut Menag, konsep ekoteologi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif umat Islam terkait amanah menjaga alam semesta. Ia menekankan bahwa relasi antara manusia dan lingkungan harus didasarkan pada nilai moral dan spiritual.
“Ekoteologi mengajarkan bahwa relasi manusia dan lingkungan harus dibangun di atas prinsip amanah, tanggung jawab moral, dan keseimbangan,” lanjutnya.
Menag juga menyoroti pentingnya pendekatan etis dan nurani dalam mengelola kemajuan peradaban. Menurutnya, tantangan global saat ini tidak cukup dijawab dengan kecerdasan dan teknologi semata.
“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga nurani dan etika dalam mengelola kemajuan serta menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.
Seminar internasional bertajuk “Tantangan Berinteraksi dengan Lingkungan dalam Tafsir dan Sunnah” ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama RI, Al-Azhar Al-Sharif, Kedutaan Besar RI di Kairo, serta Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.
Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari ulama, dosen, peneliti, mahasiswa, serta pemerhati isu lingkungan. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kontribusi pemikiran Islam dalam menjawab krisis lingkungan global melalui pendekatan teologis, yuridis, dan etis.
Di sela-sela kegiatan, Menag Nasaruddin Umar juga menyerahkan secara simbolis mushaf Al-Qur’an braille terbitan Kementerian Agama RI kepada Rektor Universitas Al-Azhar, Salama Gomaa Dawud, sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas dalam pendidikan keagamaan.
Sementara itu, Rektor Al-Azhar Salama Gomaa Dawud dalam sambutannya menegaskan bahwa Islam memiliki perhatian besar terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup.
“Menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi, melainkan kewajiban setiap individu, karena dampak kerusakan lingkungan akan dirasakan oleh seluruh umat manusia,” ungkapnya.
-
Nasional7 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
2 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login