Connect with us

Ratusan Pohon Tabebuya Bakal Ditanam Saat Gelaran APEKSI XVI di Makassar

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) akan melaksanakan agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kota Makassar pada 10-14 Juli 2023 mendatang. Salah satu fokus utama kegiatan adalah upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan.

Program lingkungan hidup ini rencananya bakal dilaksanakan pada 13 Juli 2023. Agendanya adalah penanaman pohon Tabebuya yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau dan sejuk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Ferdy Mochtar menjelaskan, pada agenda tersebut peserta rapat kerja APEKSI akan menanam pohon Tabebuya di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).

Mereka akan diberikan bibit pohon Tabebuya dan dibantu oleh petugas yang telah disiapkan untuk proses penanaman yang efektif dan tepat.

“Dilihat dari lokasi yang akan ditanami, kurang lebih ada 150 pohon yang akan ditanami jenis Tabebuya. Lokasinya di CPI karena di sana adalah salah satu lokasi ruang terbuka hijau. Agendanya pagi, sebelum jam 9 pagi,” tutur Ferdy, Senin (3/07/2023).

Pohon Tabebuya dipilih karena memiliki nilai estetika yang tinggi dengan bunga berwarna-warni yang indah dan dedaunan yang rimbun.

Selain itu, pohon ini juga dikenal tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, sehingga cocok untuk ditanam di daerah perkotaan.

Ferdy berharap, penanaman pohon Tabebuya ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik dalam menjaga kelestarian lingkungan maupun memberikan kenyamanan visual bagi masyarakat.

Pohon-pohon yang tumbuh subur akan memberikan keuntungan ekologis seperti penyerapan karbon, perlindungan terhadap erosi tanah, dan peningkatan kualitas udara.

“Salah satu tujuannya juga untuk menambah RTH di Makassar. Kalau RTH banyak, otomatis tingkat kualitas udara akan jauh lebih bagus,” jelasnya.

Penanaman pohon Tabebuya dalam rapat kerja APEKSI di Makassar juga disebut Ferdy menjadi langkah nyata dan bukti konkret dari komitmen APEKSI dan seluruh peserta Rakernas dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk turut serta dalam menjaga dan melestarikan alam.

“Karena konservasi alam dan upaya pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang akan berdampak positif bagi generasi masa depan,” pungkas Ferdy.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Khutbah Arafah, Tenaga Ahli Menteri Agama Ajak Jemaah Doakan Bangsa dan Pemerintahan Presiden Prabowo

Published

on

Kitasulsel—Arafah — Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Kerja Sama Internasional, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H., mengajak seluruh masyarakat dan jemaah haji untuk mendoakan bangsa dan negara agar senantiasa mendapatkan rahmat dan perlindungan dari Allah SWT.

Ajakan tersebut disampaikan saat Dr Bunyamin menjadi khatib dalam khutbah Arafah di Tenda 111, Arafah, Senin (26/05/2026), yang dihadiri sekitar 200 lebih jemaah haji usai menjalani rangkaian tarwiyah dari Mina menuju Arafah.

Dalam khutbahnya, Dr. Bunyamin menekankan pentingnya memperkuat ibadah ritual sekaligus ibadah sosial sebagai bagian dari kesempurnaan penghambaan kepada Allah SWT.

“Bapak Menteri Agama mengajak masyarakat dan seluruh jemaah untuk mendoakan bangsa dan negara kita. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya, menjaga kondisi bangsa tetap baik, ekonomi membaik, pemerintahan di bawah Presiden Prabowo diberikan kemudahan dan perlindungan oleh Allah SWT, serta masyarakat hidup dalam kesejahteraan,” ujarnya di hadapan jemaah.

Selain mengajak mendoakan bangsa, Dr. Bunyamin juga mengingatkan pentingnya evaluasi diri, memperbanyak rasa syukur, dan menghargai jasa orang lain dalam kehidupan.

“Mari memperkuat ibadah ritual dan ibadah sosial. Kita diajak untuk mengevaluasi diri, belajar berterima kasih, dan belajar bersyukur. Dalam hidup ini banyak orang yang berjasa kepada kita. Kita tidak bisa hidup sendiri,” katanya.

Ia mengajak para jemaah untuk senantiasa mendoakan orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan masing-masing, sembari memohon ampun kepada Allah SWT agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam khutbahnya, Dr. Bunyamin juga menyinggung kisah Nabi Musa AS dalam Surah Ad-Duha sebagai pelajaran tentang pentingnya memanfaatkan nikmat Allah untuk kemaslahatan bersama.

“Nabi Musa menggunakan tongkatnya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk kemaslahatan makhluk Allah yang lain. Bukan hanya manusia, tetapi juga hewan, tumbuhan, dan alam sekitar,” tuturnya.

Suasana khutbah berlangsung khusyuk dan penuh haru. Para jemaah tampak khidmat menyimak pesan-pesan spiritual yang disampaikan di Padang Arafah, tempat yang dikenal sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji dan momentum terbaik untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Continue Reading

Trending