Connect with us

Camat Wajo Dampingi Asisten 1 Sambut Peserta Rakernas APEKSI XVI tahun 2023

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Camat Wajo Hj. Hamna Faisal, mendampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra A. Muh Yasir, menyambut dan Menerima Kedatangan Peserta Rakernas APEKSI XVI tahun 2023, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Kota Makassar, Selasa (11/07/2023).

Selain itu, turut hadir mendampingi Pejabat Lingkup Pemerintah Kota Makassar diantaranya, Kepala BKPSDMD Akhmad Namsun, Kepala Dinas Perhubungan Aulia Arsyad, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Nirwan Niswan Mungkasa, Kepala Bagian Hukum Dr. Daniati, Kepala Kesbangpol Zainal Ibrahim, Kepala Perumda Air Minum Benny Iskandar.

Penyambutan tamu peserta Rakernas Apeksi oleh Kepala OPD dan Camat, ini merupakan instruksi Walikota Makassar Moh Danny Pomanto, sebagai bentuk penghargaan kepada peserta atas kedatangannya.

Rangkaian Rakernas Apeksi XVI telah dimulai dengan beberapa kegiatan kepemudaan di Tokka Tena Rata Kabupaten Maros pada Senin kemarin.

Untuk diketahui, pelaksanaan Rakernas Apeksi di Makassar, Danny Pomanto, telah mengagendakan beberapa kegiatan serta mempromosikan sejumlah program pemerintah Kota Makassar kepada kepala daerah yang hadir pada kegiatan ini.

Selain itu, seremonial Rekernas Apeksi, program yang dicanangkan oleh walikota makassar adalah kunjungan peserta ke lorong lorong wisata yang telah lama menjadi icon kota makassar. (**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Menag Prof. Nasaruddin Umar Hadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal MUI

Published

on

Kiatsulsel—Jakarta – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menghadiri kegiatan Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia, bertempat di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Rabu malam 15/04/2026.

Kehadiran Menag dalam acara tersebut menegaskan posisinya yang tidak hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai ulama yang memahami secara mendalam nilai-nilai keagamaan. Hal ini dinilai menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan peran strategis sebagai Menteri Agama di tengah keberagaman Indonesia.

Dalam sambutannya, Prof. Nasaruddin Umar menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, melainkan momentum penting untuk memperbaiki hubungan antarsesama.

“Halal Bihalal adalah ruang untuk meluruskan kembali hubungan, menghalalkan kembali yang sempat tersimpan di hati. Dari sinilah ukhuwah tumbuh, baik ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada MUI dan seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam atas kontribusi besar mereka dalam perjalanan bangsa, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.

Menurutnya, ormas Islam dan para ulama memiliki peran strategis yang tidak tergantikan, tidak hanya dalam dakwah, tetapi juga dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi sosial.

“Dalam banyak situasi, ormas dan ulama bukan hanya menjadi pengingat nilai, tetapi juga menjadi penggerak solusi. Jejaknya mungkin tidak selalu tercatat dalam statistik, tetapi terasa dalam ketahanan sosial bangsa,” ungkapnya.

Menag juga menyoroti pentingnya peran ormas Islam di tengah tantangan global, disrupsi informasi, dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, MUI disebutnya sebagai penuntun arah dan penjaga keseimbangan di tengah keberagaman.

“Pemerintah memandang MUI dan ormas Islam sebagai mitra strategis yang tidak tergantikan. Kami berharap ormas tetap menjadi perekat umat, penyejuk di tengah perbedaan, serta kekuatan moral dalam kehidupan berbangsa,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Menag menyampaikan pesan kebersamaan melalui pantun yang sarat makna, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga silaturahmi, memperkuat kepercayaan, dan merawat persatuan.

“Jika ulama dan negara bersatu, damai negeri sepanjang masa,” tuturnya.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekhidmatan, dihadiri oleh para pimpinan ormas Islam, alim ulama, serta tokoh-tokoh nasional, sebagai simbol kuatnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga keutuhan dan martabat bangsa.

Continue Reading

Trending