Connect with us

Camat Wajo Dampingi Asisten 1 Sambut Peserta Rakernas APEKSI XVI tahun 2023

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Camat Wajo Hj. Hamna Faisal, mendampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra A. Muh Yasir, menyambut dan Menerima Kedatangan Peserta Rakernas APEKSI XVI tahun 2023, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Kota Makassar, Selasa (11/07/2023).

Selain itu, turut hadir mendampingi Pejabat Lingkup Pemerintah Kota Makassar diantaranya, Kepala BKPSDMD Akhmad Namsun, Kepala Dinas Perhubungan Aulia Arsyad, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Nirwan Niswan Mungkasa, Kepala Bagian Hukum Dr. Daniati, Kepala Kesbangpol Zainal Ibrahim, Kepala Perumda Air Minum Benny Iskandar.

Penyambutan tamu peserta Rakernas Apeksi oleh Kepala OPD dan Camat, ini merupakan instruksi Walikota Makassar Moh Danny Pomanto, sebagai bentuk penghargaan kepada peserta atas kedatangannya.

Rangkaian Rakernas Apeksi XVI telah dimulai dengan beberapa kegiatan kepemudaan di Tokka Tena Rata Kabupaten Maros pada Senin kemarin.

Untuk diketahui, pelaksanaan Rakernas Apeksi di Makassar, Danny Pomanto, telah mengagendakan beberapa kegiatan serta mempromosikan sejumlah program pemerintah Kota Makassar kepada kepala daerah yang hadir pada kegiatan ini.

Selain itu, seremonial Rekernas Apeksi, program yang dicanangkan oleh walikota makassar adalah kunjungan peserta ke lorong lorong wisata yang telah lama menjadi icon kota makassar. (**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Mendes Yandri Pastikan Kopdes Merah Putih Tidak Matikan Warung Kecil dan BUMDes

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memastikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kecil maupun toko kelontong di desa, meskipun nantinya berperan sebagai penyalur berbagai komoditas bersubsidi dari pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Yandri usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Yandri, pemerintah tengah menyusun aturan teknis operasional Kopdes Merah Putih agar implementasinya dapat berjalan tanpa mengganggu pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi bagian penting perekonomian desa.

“Kopdes Merah Putih insya Allah tidak akan mematikan warung-warung kecil atau warung kelontong yang ada di desa. Nanti akan diatur sedemikian rupa, sehingga semuanya tetap hidup dan tetap kuat,” ujar Yandri.

Ia menjelaskan, penyusunan regulasi teknis tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Pangan.

“Tadi diminta Pak Menko Pangan satu bulan kami dikasih waktu. Insya Allah Agustus sudah selesai,” katanya.

Selain melindungi usaha warung kecil, Yandri juga memastikan Kopdes Merah Putih tidak akan mengganggu keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, kedua lembaga tersebut justru akan saling melengkapi dalam mengembangkan perekonomian desa.

Sebagai contoh, apabila BUMDes mengelola desa wisata, maka Kopdes dapat berperan menyediakan berbagai kebutuhan pendukung bagi aktivitas usaha tersebut.

“Jadi ini kerja sama saja, kolaborasi antara BUMDes dan Kopdes. Tidak akan saling mengadakan dan tidak akan saling menjatuhkan, justru saling menguatkan,” tegasnya.

Yandri menambahkan, Kopdes Merah Putih dirancang untuk mendukung berbagai unit usaha yang telah berjalan di desa sehingga tercipta sinergi yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Kopdes Merah Putih akan menjadi salah satu saluran distribusi berbagai komoditas bersubsidi dari pemerintah.

Komoditas tersebut meliputi LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, bantuan pangan, hingga beras. Selain itu, Kopdes juga akan berfungsi sebagai off-taker hasil pertanian petani sekaligus menjadi pelaksana operasi pasar di tingkat desa.

Menurut Zulkifli Hasan, Kopdes Merah Putih bukanlah supermarket, melainkan infrastruktur ekonomi yang dibangun pemerintah di desa untuk memperkuat distribusi barang dan layanan kepada masyarakat secara lebih efektif dan merata.

Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap Kopdes Merah Putih mampu memperkuat ekonomi desa tanpa menggeser pelaku usaha yang telah ada, sekaligus menciptakan kolaborasi yang sehat antara koperasi, BUMDes, dan usaha mikro di tingkat desa.

Continue Reading

Trending