Connect with us

/www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153
">
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Camat Wajo Dampingi Asisten 1 Sambut Peserta Rakernas APEKSI XVI tahun 2023

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Camat Wajo Hj. Hamna Faisal, mendampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra A. Muh Yasir, menyambut dan Menerima Kedatangan Peserta Rakernas APEKSI XVI tahun 2023, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Kota Makassar, Selasa (11/07/2023).

Selain itu, turut hadir mendampingi Pejabat Lingkup Pemerintah Kota Makassar diantaranya, Kepala BKPSDMD Akhmad Namsun, Kepala Dinas Perhubungan Aulia Arsyad, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Nirwan Niswan Mungkasa, Kepala Bagian Hukum Dr. Daniati, Kepala Kesbangpol Zainal Ibrahim, Kepala Perumda Air Minum Benny Iskandar.

Penyambutan tamu peserta Rakernas Apeksi oleh Kepala OPD dan Camat, ini merupakan instruksi Walikota Makassar Moh Danny Pomanto, sebagai bentuk penghargaan kepada peserta atas kedatangannya.

Rangkaian Rakernas Apeksi XVI telah dimulai dengan beberapa kegiatan kepemudaan di Tokka Tena Rata Kabupaten Maros pada Senin kemarin.

Untuk diketahui, pelaksanaan Rakernas Apeksi di Makassar, Danny Pomanto, telah mengagendakan beberapa kegiatan serta mempromosikan sejumlah program pemerintah Kota Makassar kepada kepala daerah yang hadir pada kegiatan ini.

Selain itu, seremonial Rekernas Apeksi, program yang dicanangkan oleh walikota makassar adalah kunjungan peserta ke lorong lorong wisata yang telah lama menjadi icon kota makassar. (**)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

NEWS

Preaming Medsos Pesanan Ancam Kepercayaan Publik terhadap Media mainstream

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR—Di tengah derasnya arus informasi digital, media sosial kini bukan hanya menjadi ruang berbagi informasi, tetapi juga arena pembentukan opini yang sering kali tidak sehat. Fenomena “preaming medsos pesanan” semakin marak, yakni praktik membangun narasi tertentu demi kepentingan kelompok atau individu dengan cara menggiring opini publik tanpa dasar fakta yang jelas.

Yang menjadi persoalan serius, banyak penggiat media sosial saat ini dengan mudah mencomot informasi dari berbagai sumber tanpa verifikasi yang memadai. Potongan video, foto, maupun kutipan dipublikasikan secara sepihak, lalu dikemas dengan narasi provokatif demi mengejar perhatian, popularitas, atau bahkan kepentingan tertentu. Akibatnya, informasi yang beredar sering kali menyesatkan dan tidak sesuai fakta sebenarnya.

Kondisi ini perlahan mengancam kepercayaan masyarakat terhadap media mainstream dan informasi secara umum. Publik menjadi sulit membedakan mana informasi yang telah melalui proses jurnalistik dan mana yang sekadar opini liar di media sosial. Padahal, produk jurnalistik sejatinya lahir dari proses verifikasi, konfirmasi, dan tanggung jawab etik.

Lebih memprihatinkan lagi, framing pesanan di media sosial kerap digunakan untuk menyerang personal, lembaga, maupun pihak tertentu. Narasi dibentuk sedemikian rupa agar menggiring persepsi negatif publik, meski fakta utuhnya belum tentu demikian.

Jika dibiarkan, budaya informasi semacam ini dapat merusak ruang demokrasi digital dan memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, literasi digital menjadi sangat penting. Masyarakat harus lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah percaya pada konten yang belum terverifikasi. Di sisi lain, para penggiat media sosial juga dituntut memiliki tanggung jawab moral agar tidak asal menyebarkan informasi demi kepentingan sesaat.

Media sosial seharusnya menjadi ruang edukasi dan penyebaran informasi yang sehat, bukan alat propaganda atau penyebar informasi menyesatkan. Kepercayaan publik adalah hal yang mahal, dan ketika informasi dipermainkan demi kepentingan tertentu, maka yang dirugikan bukan hanya individu atau lembaga, tetapi kualitas demokrasi dan kecerdasan publik secara keseluruhan.

Continue Reading

Trending