Connect with us

Ujian Tesis, Rudianto Lallo Bahas Refungsionalisasi dan Reposisi Fungsi Dewan Dalam Pembentukan dan Pengawasan Perda

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR – Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo menjalani sidang ujian tesis program magister hukum pada Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) , Jumat (27/7/2023).

Di depan tim penguji, Rudianto Lallo memaparkan hasil penelitian yang dituangkan dalam tesis berjudul Refungsionalisasi dan Reposisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Pembentukan dan Pengawasan Peraturan Daerah.

Rudianto Lallo menjelaskan, dalam kondisi saat ini peran DPRD terbatas utamanya pengawasan penyelenggaraan pemerintahan oleh pemerintah daerah. Karena berdasarkan aturan, DPRD berkedudukan sejajar dan menjadi mitra dari pemerintah daerah.

Sehingga untuk memaksimalkan peran Dewan maka perlu dilakukan refungsionalisasi dan reposisi kewenangan
DPRD.

“Fungsi DPRD harusnya diperluas. Refungsionalisasi dan reposisi ini menguatkan legitimasi bagi DPRD untuk melakukan pengawasan arah kebijakan otonomi daerahnya sebagai representasi dari Pasal 8 ayat 3 UUD Tahun 1945,” tutur Rudianto Lallo.

Ketua Ikatan Alumni Unhas ini menyebutkan, upaya yang dilakukannya selama ini sebagai Ketua DPRD Makassar untuk menjalankan fungsi yang lebih baik, antara lain membawa sebagian fungsi-fungsi yang melekat di anggota DPR RI untuk bisa pula dijalankan oleh legislator Makassar.

“Pelaksanaan sosialisasi peraturan daerah yang dilakukan oleh anggota DPRD Makassar di periode 2019-2024 dijalankan di saat kami menjadi ketua. Kebijakan ini merupakan salah satu pelaksanaan refungsionalisasi kerja Dewan, utamanya dalam hal pembentukan dan pengawasan pelakasanaan peraturan daerah,” jelas Rudianto Lallo dihadapan tim penguji.

Terobosan melalui program sosialisasi peraturan daerah yang dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir mengantarkan DPRD Makassar menjadi percontohan untuk Indonesia.

Rudianto Lallo di depan penguji yang terdiri dari Prof Kamal Hidjaz, Prof La Ode Husen, Prof Sufirman Rahman, Prof Syahruddin Nawi dan Dr Fahri Bachmid, melalui hasil penelitiannya merekomendasikan agar kewenangan DPRD ditinjau dan dikaji ulang agar tidak sekedar mendapat kewenangan baru, tapi kemanfaatan hukum dari kewenangan tersebut.

Rekomendasi selanjutnya adalah mendorong fungsi pengawasan yang melekat di DPRD untuk menjalankan semua proses penyelerasan sesuai yang telah tercantum dalam peraturan perundang-undangan mulai dari pembinaan, pengawasan, dan klarifikasi produk daerah dengan tujuan menghindari produk hukum yang saling bertentangan.

“Fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah baru bisa berjalan maksimal kalau posisinya tidak terikat dengan yang diawasi yakni pemerintah daerahnya, utamanya dari segi anggaran. DPRD harus bersifat independen,” pungkasnya. (***)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Konsolidasi NasDem Sulsel II, Syaharuddin Alrif Tekankan Soliditas Kader dan Target Politik 2029

Published

on

KITASULSEL—PAREPARE — Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, menegaskan pentingnya menjaga soliditas, konsistensi, dan semangat perjuangan kader dalam menghadapi agenda politik ke depan, khususnya menuju Pemilu 2029.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan konsolidasi, silaturahmi, dan buka puasa bersama DPW Partai NasDem Sulsel Dapil II yang digelar di Kebun Raya Jompie, Rabu (18/3/2026).

Dalam arahannya, Syaharuddin menekankan bahwa kegiatan konsolidasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat barisan dan menyatukan visi seluruh kader di wilayah Dapil Sulsel II.

“Momentum seperti ini sangat penting untuk memperkuat konsolidasi, silaturahmi, serta kebersamaan kader. Kita ingin memastikan bahwa seluruh struktur partai tetap solid dan bergerak dalam satu komando,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa capaian politik Partai NasDem di wilayah Dapil Sulsel II menjadi modal besar untuk menghadapi kontestasi politik mendatang. Dari sembilan daerah di wilayah tersebut, enam di antaranya berhasil dimenangkan oleh kader NasDem dalam Pilkada.

“Ini adalah modal penting menuju Pemilu 2029. Kita tidak hanya mempertahankan kemenangan, tetapi harus mampu meningkatkannya, baik dari sisi kursi legislatif maupun kepemimpinan daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syaharuddin memberikan arahan tegas kepada seluruh kader agar berani tampil dan mengambil peran strategis, termasuk maju sebagai kepala daerah di masa depan. Ia menilai keberhasilan kader seperti Tasming Hamid menjadi bukti bahwa kader NasDem memiliki kapasitas untuk memimpin dan membawa perubahan di daerah.

“Kader NasDem harus berani tampil. Kita punya contoh nyata bahwa kader mampu berkembang dari legislatif hingga menjadi kepala daerah. Ini harus menjadi motivasi bagi yang lain,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Partai NasDem dibangun atas dasar kerja keras dan komitmen bersama, sehingga seluruh kader diminta untuk menjaga konsistensi dan istiqamah dalam perjuangan politik.

“Partai ini dibangun dengan kerja keras seluruh kader. Karena itu, konsistensi dan istiqamah harus terus kita jaga untuk menghadapi pertarungan politik ke depan,” tegas Syaharuddin.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan konsolidasi seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah, termasuk rencana pertemuan lanjutan di wilayah Luwu Raya dan kawasan Sorowako.

Menutup arahannya, Syaharuddin berharap kegiatan ini semakin memperkuat soliditas, kekompakan, serta struktur Partai NasDem di Sulawesi Selatan.

“Kita ingin pulang dari sini dengan semangat baru, membawa energi positif untuk membesarkan partai dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending