Connect with us

Dipimpin Langsung Kasi Kebersihan Dan Pengawas Kebersihan Kecamatan Ujung Tanah,Satgas Kebersihan Bersihkan Kanal Botto Kelurahan Cambayya

Published

on

Kitasulsel—Makassar–Sesuai intruksi Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar Said. S.IP. M.SI. memerintahkan Satgas Kebersihan menggelar kerja bakti di Kanal Botto Kelurahan Cambaya,  Kerja bakti dikoordinasi langsung oleh Kasi Kebersihan dan pengawas kebersihan kecamatan Ujung Tanah, Sabtu (12/08/2023).

Nampak, para Satgas Kebersihan bahu membahu membersihkan kanal demi mewujudkan lingkungan yang nyaman dan bersih.

kerja bakti rutin ini dilaksanakan guna membersihkan kanal-kanal yang mengganggu kenyamanan warga setempat.

“Kami juga mengimbau warga agar senantiasa peduli akan kebersihan kanal. Kebersihan kanal ialah tanggung jawab bersama,

Pengerukan sejumlah kanal di wilayah kecamatan Ujung Tanah Intens di lakukan oleh satgas kebersihan kecamatan Ujung Tanah dibantu oleh masyarakat setempat,hal ini dilakukan mengingat kondisi kanal di kondisi debit air yang menurun lebih memudahkan petugas kebersihan dalam melakukan pegerukan ataupun pembersihan sampah.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending