Connect with us

Harapan Danny Pomanto untuk Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyambut kedatangan Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rabu (6/9).

Bahtiar yang baru dilantik sebagai Pj Gubernur Sulsel pada 5 September 2023, tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sekitar pukul 12.15 wita.

Di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Danny Pomanto dan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar saling rangkul dan berbincang santai.

Danny Pomanto juga mengucapkan selamat datang kepada Bahtiar Bahtiar di kampung halaman Sulawesi Selatan.

“Selamat datang di Makassar, Sulawesi Selatan. Beliau ini bukan orang baru. Ini kampungnya sendiri,” kata Danny Pomanto.

Ia percaya Bahtiar Baharuddin adalah pilihan terbaik yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel.

Sehingga Danny Pomanto berharap kolaborasi antara Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar terus terjalin dengan baik.

“Jadi provinsi itu bapaknya kita, kalau kita mau curhat yah ke provinsi,” tuturnya.

Diketahui, Bahtiar Baharuddin saat ini menjabat Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Bahtiar Baharuddin merupakan putra terbaik Sulsel yang lahir di Kabupaten Bone pada 16 Januari 1973.

Bahtiar Baharuddin dilantik sebagai Pj Gubernur Sulsel menggantikan Andi Sudirman Sulaiman yang masa jabatannya berakhir 5 September 2023, kemarin.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menag: Kemenag dan MUI Saling Melengkapi dalam Menjaga Kehidupan Beragama

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan beragama di Indonesia. Menurutnya, pemerintah menjalankan fungsi pelayanan dan tata kelola kehidupan beragama, sementara MUI berperan memberikan pandangan keagamaan yang menjadi rujukan umat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama saat menghadiri Silaturahmi Nasional Ukhuwah Islamiyah MUI di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Senin (29/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Menag mengajak MUI untuk terus memperkuat perannya sebagai penjaga nilai-nilai dasar ajaran Islam sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis.

Menurut Menag, MUI memiliki otoritas moral dan keilmuan yang sangat penting dalam memastikan berbagai kebijakan maupun dinamika sosial tetap selaras dengan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam.

“Selama masih ada MUI, saya yakin hal-hal yang bertentangan dengan ajaran dasar Islam tidak akan mudah lolos. Di situlah pentingnya peran MUI,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia juga mengingatkan pentingnya membedakan antara ajaran yang bersifat prinsip (tsawabit) dengan persoalan yang masih terbuka untuk ijtihad. Menurutnya, ruang dialog dan penafsiran tetap diperlukan selama tidak menyentuh prinsip-prinsip dasar agama.

“Kita tidak boleh menawar ajaran dasar, tetapi dalam persoalan ijtihadi ruang diskusi tetap terbuka,” katanya.

Bahasa Agama Kunci Keberhasilan Pembangunan

Lebih lanjut, Menag menilai pembangunan nasional membutuhkan dukungan para ulama, tokoh agama, dan organisasi keagamaan agar memperoleh partisipasi penuh dari masyarakat.

Menurutnya, pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa berbagai program pemerintah akan lebih efektif apabila memperoleh legitimasi dari para pemuka agama.

Sebagai contoh, Menag menyinggung keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) yang semakin diterima masyarakat setelah melibatkan ulama dalam proses sosialisasi.

“Agama sangat penting memberikan motivasi bagi suksesnya pembangunan. Tanpa bahasa agama, sulit memperoleh partisipasi sepenuh hati dari masyarakat,” ujarnya.

Nasaruddin Umar menambahkan, Indonesia memiliki modal sosial yang kuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kerukunan, serta membangun kehidupan beragama yang moderat dan membawa manfaat bagi kemajuan bangsa.

Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan MUI, menurut Menag, menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga persatuan, memperkuat harmoni sosial, dan mendukung keberhasilan pembangunan nasional di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Continue Reading

Trending