Connect with us

Dinkes Makassar Maksimalkan Layanan Kesehatan Lewat Armada Dottoro’ta

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR,– Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan kembali mengambil langkah inovatif untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kali ini, Dinas Kesehatan meluncurkan armada mobil Dottoro’ta untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal kepada warga Kota Makassar.

Peluncuran mobil ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto didampingi Kepala Dinas Kesehatan Nursaidah Sirajuddin di Anjungan Pantai Losari, Selasa (10/10/2023).

Armada mobil Dottoro’ta adalah sebuah inisiatif revolusioner yang menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah-rumah warga. Layanan ini juga merupakan bentuk maksimalisasi layanan home care yang sudah ada sebelumnya.

“Di Puskesmas saat ini ada 2 mobil, yaitu ambulans dan Dottoro’ta. Ini adalah armada versi baru. Mobil Dottoro’ta inilah yang akan turun jemput bola ke masyarakat, sesuai inovasi walikota terkait pelayanan 24 jam ke rumah,” ungkap Nursaidah.

Salah satu tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan, terutama bagi warga yang mungkin sulit untuk datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama atau Puskesmas.

Dengan armada Dottoro’ta, dokter dan perawat yang terampil dapat mengunjungi pasien di rumah mereka, memberikan diagnosis, perawatan, dan bahkan melakukan tindakan medis sederhana jika diperlukan.

“Setiap Puskesmas akan membentuk tim sendiri. Jumlah timnya bergantung pada kesiapan SDM dan luasan area yang dicover. Setiap tim, terdiri atas 3 orang, yaitu dokter, perawat, dan sopir,” jelasnya.

Armada ini juga sudah dilengkapi dengan beberapa peralatan medis seperti EKG mobile, infus, oksigen, hingga monitor tablet yang menampilkan maps untuk mempercepat akses ke masyarakat yang membutuhkan layanan.

Diketahui, ada 47 unit armada Dottoro’ta yang diluncurkan. Masing-masing armada akan disiagakan di 47 Puskesmas yang ada di Kota Makassar. Armada yang digunakan sendiri adalah mobil listrik.

“Konsep mobilnya sendiri yang agak kecil agar bisa menjangkau lorong-lorong di Makassar dan juga ramah lingkungan karena berbahan bakar listrik, sesuai instruksi presiden,” tuturnya.

Hadirnya armada Dottoro’ta ini menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan Kota Makassar memiliki visi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang inovatif dan inklusif.

Program Dottoro’ta adalah langkah nyata dalam mencapai tujuan tersebut, dan diharapkan akan menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Sahroni Minta Polri Kejar Seluruh Pelaku Penyerangan yang Tewaskan Tiga Polisi di Katingan

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, Kalimantan Tengah, saat melakukan penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026).

Sahroni menyebut pengorbanan ketiga personel tersebut merupakan bentuk dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika.

“Turut berduka bagi tiga anggota yang telah gugur. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap istikamah,” ujar Sahroni kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).

Ia juga berharap pimpinan Kepolisian Republik Indonesia memberikan penghargaan yang layak atas pengabdian para anggota yang gugur dalam menjalankan tugas negara.

“Gugur dalam perjuangan itu suatu perjuangan besar yang patut diapresiasi oleh pimpinan Polri,” katanya.

Selain menyampaikan belasungkawa, Sahroni meminta Polri bergerak cepat memburu seluruh pelaku yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Menurutnya, aparat tidak boleh lengah karena tindakan terhadap petugas penegak hukum merupakan ancaman serius.

“Kejar semua pelaku dan tindak tegas semua yang terlibat, jangan lemah, ini berbahaya,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mengusut hingga ke jaringan dan bandar narkoba yang menjadi target operasi.

“Kejar juga bandar besarnya dan jangan lengah,” tambahnya.

Dalam insiden tersebut, tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan gugur, yakni Aipda Yudhie Perdana Putra, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumaryanto.

Aipda Yudhie Perdana Putra meninggal dunia akibat luka bacok saat penggerebekan berlangsung. Sementara jasad Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana ditemukan di Sungai Katingan pada Sabtu (4/7/2026). Adapun jasad Aiptu Sumaryanto ditemukan mengapung di tepi Sungai Katingan, wilayah Desa Tumbang Kelemei, pada Minggu (5/7/2026).

Hingga saat ini, kepolisian telah mengamankan dua terduga pelaku berinisial S dan R. Aparat masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah pelaku lain yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian tersebut.

Continue Reading

Trending