Connect with us

Wali Kota Danny Pomanto Ikut Ramaikan Pelepasan Fajar Fun Run 2023 di Karebosi

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR,- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ikut meramaikan dan melepas Fajar Fun Run 2023 di Lapangan Karebosi, Minggu, (15/10/2023), pagi. Event Fajar Fun Run digelar dalam rangka peringatan ulang tahun Harian Fajar ke–42.

Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto begitu antusias menghadiri olahraga yang kini populer di masyarakat ini. Dirinya berterima kasih kepada penyelenggara karena berkontribusi dan memfasilitasi menyehatkan masyarakat.

“Terima kasih karena sudah memfasilitasi para pelari menyalurkan hobi yang menyehatkan ini,” ucapnya.

Di samping itu, ia juga memberi semangat kepada para peserta untuk tetap konsisten menjaga kesehatan fisik agar tercipta masyarakat yang sehat dengan berolahraga.

Ketua Panitia Fajar Fun Run, Amrullah Basri mengatakan para runners bakal melewati 10 Jalan sepanjang rute. Dimulai dari Jalan Jendral Sudirman, lanjut ke Jalan RA Kartini, kemudian Jalan Bontolempangan seterusnya belok kiri ke Jalan Sultan Hasanuddin.

Setelah itu terus ke Jalan Slamet Riyadi, lalu menempuh jalan dan berbelok ke kanan Jalan Nusantara-Jalan Tentara Pelajar-Jalan Sulawesi-Jalan Riburane-Jalan Ahmad Yani dan finish ke Jalan Jenderal Sudirman.

Sepanjang perjalanan, ratusan runners ini juga disediakan dua water station di sepanjang rute yang dilewati. Fajar Fun Run juga menyiapkan doorprize. Berupa televisi, sepeda motor, umrah dan ratusan hadiah menarik lainnya.

Termasuk dengan Racepack, Jersey, medali, minuman suplemen dan lainnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menag: Pesantren Pilar Pembentukan Karakter Bangsa dan Penjaga Kerukunan

Published

on

Kitasulsel–KutaiBarat Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa. Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan akhlak, kemanusiaan, serta penguatan nilai-nilai kerukunan di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning di Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Sabtu (4/7/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning K.H. Romo Arief Heri Setiawan, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat H. Johan Marpaung, serta para tokoh agama dan masyarakat.

“Pesantren itu bukan hanya mendidik umat Islam, kehadiran pondok pesantren juga untuk membina kemanusiaan,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia mengajak para orang tua dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung keberadaan pesantren yang telah terbukti memberikan manfaat luas bagi kehidupan sosial. Menurutnya, kontribusi pesantren tidak hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang berdampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Ini bukan hanya membahagiakan anak-anak umat Islam, tapi membahagiakan anak manusia di sini,” katanya.

Menteri Agama juga mengungkapkan sistem pendidikan pesantren mendapat perhatian dari kalangan akademisi dunia. Ia menyebut hasil penelitian seorang profesor pendidikan dari Inggris menyimpulkan bahwa model pendidikan pesantren merupakan salah satu sistem paling modern dan berorientasi masa depan.

Menurut Nasaruddin, konsep boarding school yang kini banyak diterapkan sekolah unggulan di berbagai negara sejatinya telah lama menjadi bagian dari tradisi pendidikan pesantren di Indonesia. Melalui sistem berasrama, para santri tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga dibiasakan mengamalkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

“Sekolah yang paling aman dunia akhirat itu adalah pesantren. Rusaknya anak remaja kita saat ini sering kali karena kontradiksi di dalam kehidupan. Namun, kalau anak itu di-boarding-kan, apa yang dipelajari, itu pula yang diamalkan. Itulah yang nanti akan membentuk mereka menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pesantren telah terbukti melahirkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter dan akhlak yang kuat. Selain mencetak generasi berprestasi, pesantren juga membangun budaya hormat kepada orang tua dan membiasakan santri menjalankan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Insyaallah, dengan memasukkan anak kita di pondok pesantren, terasa akhlaknya berubah total. Mereka terbiasa mencium tangan bapak-ibunya, hingga membangunkan orang tuanya untuk salat subuh. Sudah ada tanda-tanda surga yang dimiliki oleh para santri dan santriwati kita,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Nasaruddin Umar mengajak masyarakat agar tidak lagi ragu menjadikan pesantren sebagai pilihan utama pendidikan anak. Menurutnya, pesantren merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu menjaga kerukunan dan toleransi di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Continue Reading

Trending