Connect with us

/www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153
">
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Apresiasi TP PKK Kelurahan Rappocini Gelar Sunatan Massal Hingga Pemeriksaan Kesehatan

Published

on

Kitasulsel–Makassar Tim Penggerak PKK Kelurahan Rappocini Kota Makassar mengelar sunatan massal bagi masyarakat. Ada 75 anak mengikuti sunatan massal tersebut.

Sunatan massal ini di gelar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI). Kegiatan ini di gelar dengam tema Khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis saatnya teruskan kebaikan.

Turut hadir Camat Rappocini M Aminuddin dan Ketua TP PKK Kecamatan Rappocini Andi Fadillah.

Ketua TP PKK Kelurahan Rappocini Andi Khairina mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan sunatan massal yang di gelar. Pihaknya meminta masyarakat untuk turut serta hadir dan menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

“Iya ada sekitar sampai saat ini 70 orang mengikuti sunatan massal. Kita sunat anak anak di Kecamatan Rappocini dan diluar dari Kecamatan,” kata Ketua Penggerak PKK Kelurahan Rappocini Andi Khairina ditemui di Masjid At Taubah, Sabtu (29/7/2024).

Selain sunatan, juga digelar pemeriksaan kesehatan bagi warga. Pemeriksaan ini di gelar bersama Dinas Kesehatan Kota Makassar.

“Alhmdullilah kita beri pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Makassar,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Rappocini Makassar M Aminuddin mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut sangat positif lantaran bisa di rasakan langsunf manfaatnya oleh masyarakat.

“Tentu kami apresiasi, karena sunatan massal hingga pemeriksaan kesehatan bisa di rasakan langsung oleh masyarakat,” bebernya.

Selain sunatan dan pemeriksaan kesehatan, juga di gelar pencegahan stunting. Masyarakat di beri pemahaman terkait bahaya stunting.

“Iya Jadi kami juga memberikan informasi sosialisasi terkait dengan pencegahan stunting kepada warga yang hadir bersama anaknya,” tutupnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Pemkot Makassar

Sekda Makassar Tekankan Sinergi Lintas OPD dalam Penanganan ODGJ

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menekankan pentingnya sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan Andi Zulkifly usai membuka Pertemuan Koordinasi Penanganan ODGJ pada subkegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar di Hotel Aston Makassar, Selasa (5/5/2026).

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penanganan ODGJ tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melibatkan berbagai pihak secara terpadu.

“Penanganan ODGJ ini adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya dibebankan pada Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan saja, tetapi harus dilakukan secara komprehensif oleh seluruh OPD terkait,” ujar Andi Zulkifly.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar tersebut menjelaskan bahwa selama ini masih terdapat ego sektoral yang membuat penanganan ODGJ belum berjalan optimal.

Melalui forum koordinasi ini, diharapkan dapat dihasilkan standar operasional prosedur (SOP) serta alur penanganan yang jelas dan terintegrasi.

Ia memaparkan, penanganan ODGJ umumnya berawal dari laporan masyarakat di tingkat RT/RW yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kelurahan dan kecamatan. Selanjutnya, puskesmas melakukan asesmen awal guna memastikan kondisi kejiwaan pasien.

“Setelah dilakukan asesmen oleh tenaga kesehatan, perlu ada pengamanan oleh Satpol PP dan dukungan dari pihak kecamatan serta kelurahan. Kemudian, penanganan dilanjutkan ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran Dinas Sosial dalam proses rehabilitasi sosial hingga pengembalian pasien kepada keluarga (reunifikasi), termasuk pemantauan lanjutan terhadap kondisi pasien pasca perawatan.

“Perlu ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab mulai dari penanganan awal, pengantaran ke rumah sakit, hingga proses pemulangan dan monitoring pasca perawatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andi Zulkifly menekankan bahwa penanganan ODGJ harus dilakukan secara humanis dan bermartabat, disertai edukasi kepada masyarakat guna mengurangi stigma negatif.

“ODGJ ini bisa disembuhkan. Karena itu, perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar keluarga tidak mengucilkan atau menelantarkan, tetapi justru mendukung proses penyembuhan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan ODGJ merupakan bagian dari upaya mewujudkan Kota Makassar sebagai kota inklusif.

“Jangan sampai karena penanganan yang tidak optimal, Kota Makassar dinilai tidak inklusif. Padahal, inklusivitas adalah bagian dari visi besar pemerintah kota,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Andi Zulkifly meminta seluruh OPD terkait, termasuk kecamatan, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga pihak rumah sakit untuk segera menyusun rencana aksi dan roadmap penanganan ODGJ yang terintegrasi.

“Saya minta hari ini sudah ada rencana aksi yang jelas dan disepakati bersama. Semua pihak harus memahami perannya masing-masing agar penanganan ODGJ bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending