Connect with us

Dinas kesehatan Makassar

Dinkes Makassar Boyong 21 Unit Hyundai Stargazer Model Ambulance untuk Kebutuhan Emergency di Puskesmas

Published

on

Kitasulsel–Makassar Dinas Kesehatan Kota Makassar memboyong 21 unit kendaraan Hyundai Stargazer untuk dijadikan ambulance. Serah terima unit berlangsung di Showroom Hyundai Gowa jalan Urip Sumoharojo Makassar, Sabtu (17/08/2024).

Saat dikonfirmasi, Kadis Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin menyampaiakan alasaannya melabuhkan pilihan kepada Hyundai Stargazer tipe prime untuk disulap menjadi ambulance.

“Kami telah melakukan simulasi kesehatan. Dimana ada tiga unit brand mobil berbeda, dan setelah kami melakukan simulasi pelayanan kesehatan, kami memilih unit Hyundai karena bagian dalam kendaraan lebih besar dan lapang. Sangat bagus digunakan untuk pelayanan kesehatan darurat,” jelasnya.

Selanjutnya, ia mengatakan, penggunaan 21 unit kendaraan tersebut akan diserahkan ke puskesmas yang punya kecekatan tim medis.

BACA JUGA  Dinkes Makassar Sebut Teknologi CRISPR Solusi Penyembuhan Penyakit Genetik

“Nah, karena di Makassar ada sebanyak 47 puskesmas, maka kami akan melakukan seleksi di lapangan puskesmas mana yang punya tim kesehatan yang lihai dan cekatan. Soalnya mobil ini memang akan digunakan untuk keperluan emergency,” bebernya.

Selanjutnya, Kepala Cabang Hyundai Urip Sumoharjo Imelda Aras mengatakan, 21 unit Hyundai Stargazer yang akan diserahkan ke Dinkes Makassar rencananya akan berlangsung di awal September 2024.

“Untuk itu, kami sedang mempersiapkan pengiriman barangnya dari pusat. Soalnya bagian dalamnya juga sedang direnovasi.

Empat kursinya akan dihilangkan dan didesain seperti bentuk ambulance pada umumnya yang tersedia alat kesehatan di dalamnya,” terangnya.

Progres Penjualan Hyundai Tetap Stabil

Imelda Aras menyampaikan, progres penjualan atau market di Sulawesi Selatan cukup menjanjikan. Walaupun kondisi otomotif sedang kurang baik. Namun, Hyundai masih bisa meraup keuntungan banyak di tahun 2024.

BACA JUGA  Cacar Monyet Mulai Merebak, Dinkes Makassar Imbau Warga Tetap Waspada

“Penjualan masih stabil. Peminat mobil Hyundai utamanya Stargazer sedang naik. Bulan lalu penjualan sampai 70-80 persen khusus Hyundai Gowa,” ucapnya.

Akhir tahun katanya,Hyundai Gowa menargetkan penjualan Hyundai secara keseluruhan bisa mencapai 386 unit.

“Alhamdulillah, saat ini penjualan sudah capai 70%. Kami akan menggenjot lagi promosi untuk menggenapkan target akhir tahun,” pungkasnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Dinas kesehatan Makassar

Risiko Kronis Bayangi Manusia Silver, Dinkes Makassar: Belum ada Regulasi dan Instruksi

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Persoalanan anak jalanan (anjal), gembel dan pengemis (gepeng), di Kota Makassar seperti tak ada habisnya. Teranyar adalah manusia silver.

Kehadirannya di simpang jalan dan di titik-titik traffic light Kota Makassar kembali menjadi pemandangan pengguna jalan akhir-akhir ini.

Kehadiran manusia silver ternyata tidak hanya berdampak dari segi sosial, namun lebih dari itu, berdampak serius bagi kesehatan mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Makassar, dr Andi Mariani, yang menyebutkan, dampak cat yang dibaluri di tubuh manusia dalam waktu yang cukup lama dan berulang terus-menerus akan berdampak kronis.

“Tidak hanya iritasi kulit, alergi, bahkan bisa terjadi gangguan ginjal, gangguan pernapasan, terutama bagi mereka yang hipersensitif,” ujar dokter Mariani, sapaannya, Kamis (6/2/2025) kemarin.

BACA JUGA  Kadinkes Bagi Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Panas

Namun, meski memiliki risiko kesehatan tinggi, pihaknya menyebutkan belum memiliki regulasi atau belum ada aturan khusus dari pemerintah baik daerah maupun pusat yang melarang penggunaan cat tubuh oleh manusia silver.

“Selama belum ada instruksi resmi atau kasus fatal yang dilaporkan. Namun jika ada manusia silver atau anak jalanan yang sakit bisa langsung ke Puskesmas dan pasti akan dilayani tanpa memandang kepesertaan, dan tetap akan dilihat perkembangannya,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dalam hal ini, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan puskesmas untuk bersiap menangani kasus dermatitis kontak atau gangguan kesehatan lainnya yang mungkin timbul akibat paparan cat.

Sementara itu, dokter Mariani menambahkan, dari aspek penertiban manusia silver di jalanan masih menjadi ranah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

BACA JUGA  Kadinkes Terima Kunjungan Tim Verifikasi di Puskesmas Kaluku Bodoa

“Jika dianggap meresahkan atau mengganggu lalu lintas, tentu itu bukan kewenangan kami, melainkan OPD terkait,” tutupnya. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2024 Kitasulsel