Connect with us

Pemkot Makassar

Indira Yusuf Ismail Khidmat Ikuti Tausiah Maulid Nabi di Masjid Manaratul Musyafir Mariso

Published

on

Kitasulsel–Makassar Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, turut serta dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Manaratul Musyafir, Kelurahan Lette, Kecamatan Maroso, Selasa malam, (17/09/2024).

Acara ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat setempat yang datang untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan penuh rasa syukur dan kekhidmatan.

Indira hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyemarakkan perayaan Maulid sekaligus mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Erwin Baharuddin, Lc.

Dalam kesempatan tersebut, Indira juga memberikan arahan kepada jamaah yang hadir. Ia menekankan pentingnya Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh lapisan masyarakat muslim.

Indira menyampaikan rasa syukurnya berkesempatan berkumpul dengan jamaah. Ia mendorong mereka agat memaknai perayaan Maulid Nabi lebih dari sekadar seremonial.

BACA JUGA  Forum SKPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar, Pj Sekda Makassar Tekankan Perencanaan Berdasarkan Data Akurat

Namun, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi warga untuk saling berinteraksi dan mempererat hubungan sosial dalam semangat kebersamaan. Serta momen untuk bersuka cita, mempererat silaturahmi, dan mengekspresikan rasa syukur.

“Kegiatan seperti ini, kita mengikuti Maulid bukan seremonial saja. Tapi tentu kita juga hadir untuk bersuka cita, bersilaturah, dan berbahagia,” katanya.

Lebih lanjut, Maulid Nabi sebagai momentum mereflekasi, mengenang dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW yang sempurna, yang seharusnya menjadi contoh bagi semua umat muslim.

“Maulid ini juga mengingatkan kita bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok kesempurnaan dengan akhlaknya yang menjadi sauri tauladan bagi kita semua,” tambahnya.

Indira berharap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas akhlak dan memperkuat keimanan umat muslim masyarakat Kota Makassar.(*)

BACA JUGA  Disdik Makassar Terapkan Pembelajaran Daring 25–28 Februari, Antisipasi Cuaca Ekstrem
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Appi Tegaskan APBD Harus Berorientasi Hasil, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Published

on

KITASULSEL–MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya sekadar memenuhi target administrasi maupun serapan anggaran.

Penegasan tersebut disampaikan wali kota yang akrab disapa Appi ini saat membuka Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah dalam Rangka Mendukung Pencapaian Program Prioritas Pemerintah Kota Makassar.

Sosialisasi tersebut dikemas dalam Forum Group Discussion (FGD) di Hotel Gammara, Sabtu (25/7/2026), menghadirkan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, sebagai narasumber.

Appi menekankan penyusunan APBD tidak boleh hanya dipandang sebagai proses menyusun angka pendapatan dan belanja. Tetapi harus menjadi instrumen pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA  Hadiri Forum WCSMF 2025 di Wina, Wali Kota Munafri Gaungkan Makassar Kota Inklusif dan Berkelanjutan

“APBD bukan sekadar melihat angka-angka belanja yang diatur dari pendapatan, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa seluruh tahapan mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan program harus menghasilkan manfaat yang terukur.

Keberhasilan pembangunan, kata dia, harus tercermin dari membaiknya indikator kesejahteraan masyarakat, termasuk penurunan angka kemiskinan.

“Kalau hari ini angka kemiskinan masih pada posisi tertentu, maka tahun depan harus lebih baik. Pemerintah hadir untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Appi juga meminta seluruh perangkat daerah mengubah paradigma dalam menyusun program dan anggaran. Belanja pemerintah, menurutnya, tidak boleh lagi didominasi untuk memenuhi kebutuhan internal organisasi, tetapi harus diarahkan pada program-program yang memberikan dampak nyata bagi warga.

BACA JUGA  Pemkot Gelar Isbat Nikah Massal, 33 Pasangan Kini Sah di Mata Negara di HUT Makassar ke-418

Selain itu, ia mendorong setiap perangkat daerah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Keterbatasan APBD, kata Appi, harus disiasati melalui kemitraan dengan sektor swasta maupun pengembangan investasi sehingga pembiayaan pembangunan tidak hanya bergantung pada keuangan daerah.

“Banyak pola kerja sama yang bisa dilakukan. Kita tidak boleh hanya bergantung pada APBD, tetapi harus membuka ruang kolaborasi agar program-program prioritas tetap dapat berjalan optimal,” ungkapnya.

Melalui forum tersebut, Appi berharap seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar memperoleh pemahaman yang sama mengenai kebijakan terbaru pengelolaan keuangan daerah sekaligus mengadopsi praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di Kota Makassar.

Ia pun mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan berdiskusi bersama Agus Fatoni untuk memperkuat tata kelola keuangan yang semakin transparan.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Hadiri Buka Puasa Bersama Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah

“Juga, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan serta kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.

Continue Reading

Trending