Connect with us

NEWS

Didampingi Juru Bicara Arrahman, Pabrik SS 577 Serahkan Bantuan Ke Panti Asuhan Muhammadiyah Wajo

Published

on

Kitasulsel—Sengkang – Perhelatan politik telah selesai, Pasangan Arrahman Menang Versi Quick Qount dibeberapa lembaga survei dengan presentasi 61% sedangkan Pammase 39%

Juru Bicara Andi Rosman dan Baso Rahmanuddin(Arrahman) Muhammad Ferdhy Asdana bersama Juansa Pengusaha Penggilingan Padi Sinar Sulawesi 577 mengantarkan bantuan jumat berkah kepada panti asuhan muhammadiyah wajo

“Pak juansa konsisten dari dulu menjadi donatur panti asuhan muhammadiyah; hari ini kita tetap konsisten untuk memberi makan anak yatim di panti asuhan muhammadiyah wajo. Ini tak ada kaitan dengan politik” ucap politisi muda nasdem

Ferdhy yang juga Mantan Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Selatan ini mengapresiasi kader muhammadiyah yang telah memberikan dukungan kepada pasangan andi rosman dan baso rahmanuddin pada pilkada wajo kemarin

BACA JUGA  Harga Ekonomis, Paket Eksklusif: PT Annur Maarif Buka Promo Umrah Akbar 2026

“Banyak kader mendukung dukungan kami, kami apresiasi itu. Kita berharap teman teman kader muhammadiyah, tetap ikut memberi pemikiran untuk kemajuan wajo dibawah kepemimpinan andi rosman dan baso rahmanuddin” sambung pengusaha muda ini

“Juga saya atas nama kader muda muhammadiyah kabupaten wajo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaksamaan dukungan senior di muhammadiyah, tapi apapun itu saya tetap kader muhammadiyah” tutupnya

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

BACA JUGA  Kapolda Sulsel Donor di PMI Makassar, Ini Pesan Kemanusiaannya

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

BACA JUGA  Menag Laporkan Penggunaan Pesawat Khusus, KPK: Contoh Baik bagi Pejabat Negara
Continue Reading

Trending