Connect with us

Nasional

Prabowo Bakal Bentuk Kementerian Penerimaan Negara, Dipimpin Anggito Abimanyu

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Wacana Presiden Prabowo Subianto akan membentuk akan membentuk Kementerian Penerimaan Negara kembali santer beredar.

Sinyal pembentukan nomenklatur baru itu diembuskan oleh adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo. Menurutnya, pembentukan kementerian baru ini dilakukan Prabowo sebagai upaya memperbaiki penerimaan negara.

Hashim menyebut kementerian anyar itu ditugaskan untuk memperbaiki sistem perpajakan, cukai, hingga mengatasi kebocoran-kebocoran anggaran.

“Kita juga akan nanti modal dari perbaikan sistem pajak, perpajakan, sistem cukai kita. Ada banyak program-program yang sedang dimulai, akan dimulai untuk menutup kebocoran-kebocoran,” kata Hashim dalam acara Rapimnas Kadin 2024, di Hotel Mulia Jakarta, Minggu (1/12).

Ia juga membocorkan Anggito Abimanyu yang akan ditunjuk Prabowo menjadi Menteri Penerimaan Negara nantinya.

BACA JUGA  Dana Efisiensi Penyelenggaraan Haji 2024 Mencapai Rp610 Miliar

“Jadi itu nanti ditangani oleh Pak Anggito Abimanyu sebagai Menteri Perlindungan Negara yang baru,” imbuhnya.

Saat ini, Anggito menjabat Wakil Menteri Keuangan membantu Bendahara Negara Sri Mulyani. Namun Hashim mengklaim wamenkeu hanya jabatan sementara Anggito. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Prabowo dan PM Modi Resmikan Kerja Sama Konservasi Candi Prambanan Indonesia–India

Published

on

Kitasulsel–YOGYAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, resmi meluncurkan kerja sama Indonesia–India Collaborative Cultural Heritage Conservation for Prambanan Temple di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).

Peresmian tersebut menjadi tonggak baru dalam hubungan bilateral Indonesia dan India, khususnya di bidang pelestarian warisan budaya dunia. Program kolaborasi ini akan berlangsung selama 10 tahun, mulai 2026 hingga 2036, dengan fokus utama pada konservasi dan pemugaran kompleks Candi Prambanan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia. Ia berharap momentum tersebut semakin mempererat hubungan persahabatan antara kedua negara yang telah terjalin sejak lama.

“Saya berharap kunjungan ini akan semakin mempererat persahabatan antara rakyat Indonesia dan India. Budaya adalah jembatan yang mampu memperkuat hubungan antarbangsa,” ujar Prabowo.

BACA JUGA  Publik Dukung Swasembada Pangan saat Survei 100 Hari Kerja Prabowo

Presiden juga menyambut baik kesepakatan kerja sama konservasi dan restorasi Candi Prambanan yang dinilai sebagai bentuk nyata komitmen kedua negara dalam menjaga warisan budaya dunia.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya menyambut baik kesepakatan konservasi dan restorasi kompleks Candi Prambanan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India,” katanya.

Sebelum peresmian, Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi berkeliling kawasan Candi Prambanan menggunakan mobil buggy. Dalam kunjungan tersebut, PM Modi juga menyempatkan diri berdoa di kompleks candi sebelum kedua pemimpin meresmikan prasasti kerja sama bertuliskan Indonesia–India Collaborative Cultural Heritage Conservation for Prambanan Temple.

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada tahun 856 Masehi pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi. Kompleks candi ini mengusung konsep Trimurti yang didedikasikan untuk Dewa Siwa, Wisnu, dan Brahma, serta dikenal memiliki relief Ramayana dan Kresnayana yang menjadi simbol kuat hubungan budaya Indonesia dan India.

BACA JUGA  Dana Efisiensi Penyelenggaraan Haji 2024 Mencapai Rp610 Miliar

Saat ini, dari total 240 bangunan candi di kawasan Prambanan, baru 22 bangunan yang telah dipugar. Sebanyak 218 bangunan lainnya masih berupa reruntuhan yang memerlukan proses konservasi secara bertahap.

Melalui kerja sama tersebut, Indonesia dan India akan memprioritaskan pemugaran lebih dari 200 candi perwara yang berada di halaman kedua kompleks Candi Prambanan. Proses konservasi akan memanfaatkan teknologi modern seperti survei LiDAR (pemindaian laser), rekonstruksi digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), metode anastilosis atau penyusunan kembali batu-batu asli, serta sistem dokumentasi digital yang komprehensif.

Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas konservasi fisik situs, memperkuat dokumentasi ilmiah, memperbaiki tata kelola kawasan cagar budaya, memperluas kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan India, serta mendorong transfer pengetahuan dan teknologi konservasi kepada para ahli dari kedua negara.

BACA JUGA  Prabowo Subianto Teken Kebijakan Tukin PNS, Mulai Rp 2 Juta hingga Puluhan Juta

Kerja sama jangka panjang tersebut sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dan India dalam menjaga warisan budaya dunia sebagai simbol persahabatan, diplomasi budaya, dan kerja sama internasional yang berkelanjutan.

Continue Reading

Trending