NEWS
Amran Sulaiman Tegaskan Perang Melawan Korupsi di Kementan dengan Simbol Sajadah dan Tikus
- /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 27
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241213-WA0028-scaled.jpgwidth640height360.jpg&description=Amran Sulaiman Tegaskan Perang Melawan Korupsi di Kementan dengan Simbol Sajadah dan Tikus', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
- Share
- Tweet /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 72
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241213-WA0028-scaled.jpgwidth640height360.jpg&description=Amran Sulaiman Tegaskan Perang Melawan Korupsi di Kementan dengan Simbol Sajadah dan Tikus', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Kitasulsel–JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) dengan cara yang tidak biasa.
Pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2024, Amran membagikan sajadah dan tikus kepada sejumlah staf Kementan sebagai simbol kuat tekadnya dalam memberantas korupsi.
“Manakala sujud di atas sajadah ini, ingatlah keluarga Anda. Korupsi tidak hanya merugikan Anda, tetapi juga orang yang Anda cintai,” pesan Amran kepada para pegawai Kementan saat upacara di Lapangan Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (13/12/2024).
Sajadah yang diberikan kepada pejabat pembuat komitmen (PPK), yang terlibat dalam proses tender, menjadi pengingat akan pentingnya menjaga integritas. Amran menegaskan bahwa korupsi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan ajaran agama.
“Jika kita bisa membentengi pegawai dari korupsi, Kementan akan lebih terhormat dan kita bisa mencapai swasembada pangan sesuai dengan amanah Presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.
Selain sajadah, Amran juga memberikan tikus dalam sangkar sebagai simbol bagi pegawai yang terjerat korupsi. Tikus melambangkan para pelaku korupsi yang merugikan negara dan rakyat Indonesia.
“Jika setelah diingatkan masih ada yang melanggar hukum, maka nasibnya seperti tikus ini—terisolasi dan tak bisa bertemu siapa pun, termasuk keluarga yang juga akan merasakan dampaknya,” ungkapnya.
Di momen yang sama, Mentan Amran bersama Inspektur Jenderal Kementan, Komjen Setyo Budiyanto, meluncurkan aplikasi Puspita Tani.
Aplikasi berbasis WhatsApp Messenger ini memberikan layanan informasi pertanian, termasuk pengaduan dan informasi umum, untuk mendukung transparansi dan memerangi korupsi.
Komjen Setyo menambahkan, Inspektorat Jenderal Kementan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan pembudayaan antikorupsi di seluruh jajaran pegawai dan pimpinan Kementan.
“Kami akan terus meningkatkan pemahaman dan menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi di Kementan untuk mencegah korupsi,” pungkas Setyo. (*)
NEWS
Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Warisan Budaya Buton di Tengah Arus Modernisasi
Kitasulsel–JAKARTA — Nasaruddin Umar menyampaikan pesan kuat tentang persaudaraan, sejarah Islam, hingga pentingnya menjaga identitas budaya saat menghadiri acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Masyarakat Buton se-Jabodetabek di Graha Garda Dirgantara, Jumat (9/5/2026).
Dalam sambutannya, Menag membuka kembali catatan sejarah Islam di Nusantara dengan menegaskan bahwa Buton merupakan salah satu pusat peradaban Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di kawasan timur Nusantara.
Menurut Nasaruddin, keberadaan Kesultanan Buton selama berabad-abad menjadi bukti kuat bahwa wilayah tersebut memiliki tradisi keilmuan, kepemimpinan, dan nilai-nilai Islam yang terus hidup hingga saat ini.
“Masyarakat Buton memiliki perjalanan sejarah yang sangat panjang. Ini bukan sesuatu yang boleh kita lupakan, apalagi kita abaikan,” tegas Nasaruddin di hadapan ratusan peserta yang memadati gedung pertemuan.
Ia mengajak masyarakat Buton, khususnya generasi muda diaspora di kawasan Jabodetabek, agar tetap menjaga hubungan dengan akar sejarah dan budaya leluhur mereka.
Menurutnya, memahami sejarah Buton bukan hanya bentuk penghormatan kepada generasi terdahulu, tetapi juga menjadi bekal penting dalam membangun masa depan.
Halal Bihalal Bukan Sekadar Tradisi Idulfitri
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga meluruskan pemahaman masyarakat terkait makna halal bihalal yang selama ini kerap dianggap hanya sebagai tradisi tahunan selepas Idulfitri.
Ia menegaskan bahwa halal bihalal sejatinya memiliki makna yang lebih luas, yakni memperkuat kasih sayang dan ukhuwah persaudaraan tanpa dibatasi momentum tertentu.
“Halal bihalal jangan hanya dikaitkan dengan Idul Fitri. Sejatinya, halal bihalal erat kaitannya dengan kasih sayang. Ia bukan sekadar seremonial, tetapi spirit yang harus hidup sepanjang waktu,” ujarnya.
Menurut Menag, semangat halal bihalal harus menjadi perekat kebersamaan masyarakat Buton di perantauan, sekaligus menjadi ruang untuk saling memaafkan dan memperkuat solidaritas sosial.
Menag Ingatkan Bahaya Politik Pemecah Persaudaraan
Pesan lain yang menjadi perhatian dalam acara tersebut adalah peringatan Menag terhadap potensi perpecahan akibat kepentingan politik yang memanfaatkan sentimen suku, daerah, maupun agama.
Nasaruddin mengingatkan bahwa masyarakat Buton dikenal memiliki tradisi persaudaraan dan gotong royong yang kuat sehingga tidak boleh mudah diadu domba karena perbedaan pilihan politik.
“Jangan mudah terpecah belah oleh kepentingan politik. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu merobek persaudaraan yang telah kita jaga selama berabad-abad,” pesannya.
Ia menilai nilai-nilai budaya Buton sejatinya sangat selaras dengan semangat Pancasila, terutama dalam hal persatuan, gotong royong, dan saling menguatkan antar sesama.
Generasi Muda Diminta Jaga Warisan Kesultanan Buton
Selain menyoroti pentingnya persatuan, Menag juga mengingatkan masyarakat diaspora Buton agar tetap menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi.
Menurutnya, budaya bukan hambatan untuk berkembang, melainkan fondasi yang membuat seseorang tetap kokoh menghadapi perubahan zaman.
“Jaga budaya asli Buton. Jangan biarkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur kita terkikis oleh pengaruh luar,” tegasnya.
Ia secara khusus meminta generasi muda Buton untuk aktif mempelajari dan melestarikan warisan Kesultanan Buton, baik melalui tradisi, kearifan lokal, maupun semangat keilmuan yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Buton.
Acara halal bihalal yang mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Menjaga Warisan Kesultanan Buton” itu juga menjadi simbol kuat solidaritas diaspora Buton di Jabodetabek.
Panitia menyebut kegiatan tersebut berhasil menghimpun dana swadaya sebesar Rp180 juta yang seluruhnya berasal dari partisipasi masyarakat Buton tanpa bergantung pada bantuan pihak luar.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Penasehat Diaspora Buton Laode Makbudu, perwakilan anggota DPR RI, serta tokoh masyarakat Buton dari berbagai latar belakang.
Laporan kegiatan disampaikan Ketua Panitia Suhardin Sulaiman yang mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat demi suksesnya acara tersebut.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49
You must be logged in to post a comment Login