Kementrian Agama RI
Indonesia dan Uzbekistan Perkuat Kerja Sama Keagamaan dan Pendidikan
Kitasulsel—Jakarta –— Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Uzbekistan di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Pertemuan itu membahas upaya memperkuat kerja sama kedua negara dalam bidang keagamaan dan pendidikan.
“Kita senang kerja sama bilateral kedua negara selama ini berjalan baik. Kita ingin tingkatkan kerja sama pendidikan dan bidang keagamaan,” kata Menag Nasaruddin Umar, di Jakarta, Selasa (11/2/2025).
“Kiranya kita dapat mempererat hubungan kerja sama kedua negara ini. Selain pendidikan dan keagamaan, ada juga kerja sama tourism. Kita buka selebar-lebarnya untuk kerja sama ini,” sambung Menag Nasaruddin Umar.
Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa kerja sama bilateral kedua negara bisa juga bentuk saling kunjung antar pemimpin dan pejabat negara.
Umid Shadiev, Chairman (Minister) of Tourism Committee of Uzbekistan, menyampaikan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menerima rombongan dari Uzbekistan. “Terima kasih Pak Menteri. Telah menerima kami, dan hubungan Uzbekistan dan Indonesia sudah lama terjalin dengan baik,” kata Umid Shadiev.
Umid Shadiev juga menyampaikan bahwa Uzbekistan siap menerima mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa maupun tidak. Kerja sama pendidikan kedua negara sudah lama juga terjalin dan berjalan baik hingga sekarang.
Tampak hadir, staf khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Pengawasan dan Kerjasama Luar Negeri, Gugun Gumilar. Sementara dari rombongan Uzbekistan, hadir juga Davronbek Makhsudov, Vice Chairman (Vice Minister) of Religious Affairs Committee of Uzbekistan, Feruz Dodiev, Advisor to Chairman, Tourism Committee of Uzbekistan, dan Bobomurod Rustamov, Head of the Department of Religious Affairs Committee of Uzbekistan
Kementrian Agama RI
Menag Prof. Nasaruddin Umar Hadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal MUI
Kiatsulsel—Jakarta – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menghadiri kegiatan Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia, bertempat di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Rabu malam 15/04/2026.
Kehadiran Menag dalam acara tersebut menegaskan posisinya yang tidak hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai ulama yang memahami secara mendalam nilai-nilai keagamaan. Hal ini dinilai menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan peran strategis sebagai Menteri Agama di tengah keberagaman Indonesia.
Dalam sambutannya, Prof. Nasaruddin Umar menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, melainkan momentum penting untuk memperbaiki hubungan antarsesama.
“Halal Bihalal adalah ruang untuk meluruskan kembali hubungan, menghalalkan kembali yang sempat tersimpan di hati. Dari sinilah ukhuwah tumbuh, baik ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada MUI dan seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam atas kontribusi besar mereka dalam perjalanan bangsa, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.
Menurutnya, ormas Islam dan para ulama memiliki peran strategis yang tidak tergantikan, tidak hanya dalam dakwah, tetapi juga dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi sosial.
“Dalam banyak situasi, ormas dan ulama bukan hanya menjadi pengingat nilai, tetapi juga menjadi penggerak solusi. Jejaknya mungkin tidak selalu tercatat dalam statistik, tetapi terasa dalam ketahanan sosial bangsa,” ungkapnya.
Menag juga menyoroti pentingnya peran ormas Islam di tengah tantangan global, disrupsi informasi, dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, MUI disebutnya sebagai penuntun arah dan penjaga keseimbangan di tengah keberagaman.
“Pemerintah memandang MUI dan ormas Islam sebagai mitra strategis yang tidak tergantikan. Kami berharap ormas tetap menjadi perekat umat, penyejuk di tengah perbedaan, serta kekuatan moral dalam kehidupan berbangsa,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Menag menyampaikan pesan kebersamaan melalui pantun yang sarat makna, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga silaturahmi, memperkuat kepercayaan, dan merawat persatuan.
“Jika ulama dan negara bersatu, damai negeri sepanjang masa,” tuturnya.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekhidmatan, dihadiri oleh para pimpinan ormas Islam, alim ulama, serta tokoh-tokoh nasional, sebagai simbol kuatnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga keutuhan dan martabat bangsa.
-
Nasional10 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login