Connect with us

Provinsi Sulawesi Selatan

Lepas Perwira Transportasi PIP Makassar, Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry Sampaikan Asta Cita Presiden Prabowo

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Penjabat Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry menjadi Inspektur Upacara Wisuda Mahasiswa Program Diploma IV, Pelepasan Diklat Pelaut Peningkatan Tingkat I dan Penutupan Diklat Pelaut Peningkatan Tingkat II, III IV dan V perwira Transportasi Kampus II Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, di Jalan Salodong, Makassar, Senin, 17 Februari 2025.

“Dengan ini saya sebagai Pj Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan melepas perwira transportasi,” demikian ucap Pj Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry dalam Pelepasan Perwira Transportasi PIP Makassar.

Prof Fadjry menyampaikan terima kasih kepada Direktur PIP Makassar yang sudah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk menjadi Inspektur upacara dalam acara wisuda dan pelepasan Diklat PIP Makassar.

BACA JUGA  Gubernur Andi Sudirman Sebut SPPG BGN di Sulsel Ada 76 Titik Sudah Beroperasi

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kehormatan dan telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi inspektur upacara. Selamat kepada orang tua anak-anak nya sudah menjadi ahli transportasi laut,” kata Prof Fadjry Djufry.

Melalui kesempatan tersebut, ia menyampaikan beberapa hal kepada 201 perwira ahli transportasi PIP Makassar dan 721 siswa Diklat Peningkatan PIP Makassar. Antara lain bagaimana program Asta Cita pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo-Gibran.

“Program Asta Cita, seperti Makan Bergizi Gratis akan dilakukan di seluruh daerah, untuk seluruh sekolah. Kemudian Pemeriksaan Kesehatan Gratis, akan menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Dan swasembada pangan rakyat Indonesia, tahun ini tidak ada impor beras lagi,” tutur Prof Fadjry Djufry.

BACA JUGA  Pj Gubernur Prof Zudan Bangga dan Bahagia 9 Putra Putri Terbaik Sulsel Masuk Kabinet Merah Putih

Prof Fadjry Djufry menyampaikan pesan-pesan penting kepada seluruh siswa dan alumni PIP Makassar agar terus menjaga nama baik bangsa dan negara serta almamater selama bertugas dimanapun.

“Saya berpesan agar terus menjaga nama baik almamater, menjaga nama baik bangsa dan negara. Semua harus saling menjaga karena kita semua akan lebih banyak berinteraksi dengan berbagai negara luar,” pesannya.

Yang paling penting, lanjut Prof Fadjry Djufry, semua harus mengingat baik-baik apa yang disampaikan seluruh dosen dan tim pengajar selama empat tahun di PIP Makassar.

“Semua hal tentu melalui proses, tidak begitu mudah, Anda semua belajar selama empat tahun, bagaimana berinteraksi dengan sesama, tim pengajar dan demikian juga setelah Anda semua selesai ini.

BACA JUGA  Pimpin Rapat Persiapan HUT ke-365 Sulsel, Fatmawati Rusdi Harap Makna Kebersamaan dan Persatuan Sampai ke Masyarakat

Bagaimana Anda semua berinteraksi di dunia luar, ingat apa yang disampaikan oleh dosen dan seluruh tim pengajar selama empat tahun,” pesan Prof Fadjry Djufry. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Provinsi Sulawesi Selatan

Kontingen Sulsel Borong Tiga Gelar Juara di PENAS XVII Gorontalo

Published

on

Kitasulsel–GORONTALO – Kontingen Sulawesi Selatan menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo, 20–25 Juni 2026. Sulawesi Selatan berhasil meraih Juara I Stand Terbaik Kategori Pemerintah Provinsi, Juara I Lomba Asah Terampil, dan Juara I Lomba Yel-Yel.

Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi menonjol yang diraih Sulawesi Selatan dalam forum nasional yang mempertemukan petani, nelayan, pelaku agribisnis, penyuluh, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia.

Keikutsertaan Sulawesi Selatan pada PENAS XVII mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, yang mendorong seluruh peserta untuk menampilkan potensi terbaik daerah di tingkat nasional.

Kirim 990 Peserta ke Gorontalo

Pada PENAS XVII, Sulawesi Selatan mengirimkan sebanyak 990 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, petani, nelayan, penyuluh, serta pelaku usaha sektor pertanian dan perikanan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 491 peserta mengikuti program pemondokan di rumah-rumah warga Kelurahan Hotuo selama pelaksanaan kegiatan, sebagai bagian dari konsep kebersamaan dan pertukaran pengalaman yang menjadi ciri khas penyelenggaraan PENAS.

BACA JUGA  Gubernur Andi Sudirman Sebut SPPG BGN di Sulsel Ada 76 Titik Sudah Beroperasi

Stand Sulsel Raih Predikat Terbaik

Prestasi utama Sulawesi Selatan diraih melalui Stand Pameran Agribisnis yang berhasil dinobatkan sebagai Juara I Stand Terbaik Kategori Pemerintah Provinsi setelah melalui proses penilaian oleh tim juri selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Stand Sulsel menampilkan berbagai komoditas unggulan daerah yang selama ini menjadi andalan sektor pertanian dan perkebunan, seperti beras organik, produk hortikultura, kopi Toraja, hingga cokelat Luwu.

Selain memamerkan produk unggulan, Sulawesi Selatan juga memperkenalkan sejumlah inovasi pertanian yang tengah dikembangkan, termasuk Program Mandiri Benih melalui pengembangan benih padi unggul dan varietas kentang yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Beragam aktivitas interaktif turut menjadi daya tarik pengunjung, di antaranya sesi peracikan dan pencicipan kopi serta cokelat yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta dan tamu yang berkunjung ke stand Sulsel.

Hasil Kolaborasi Seluruh Kontingen

BACA JUGA  Fatmawati Rusdi Bahas Perluasan Program RISE Bersama Pemerintah Australia dan Monash University

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang tergabung dalam kontingen Sulawesi Selatan.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh Kontingen Sulsel, mulai dari panitia PENAS, KTNA, pemerintah daerah, hingga para petani dan nelayan yang terus berinovasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Bustanul.

Menurutnya, keikutsertaan Sulsel dalam PENAS XVII tidak hanya menjadi sarana promosi komoditas unggulan daerah, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan perkembangan sektor pertanian yang terus bergerak menuju peningkatan nilai tambah dan daya saing

“Sulsel ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga bagaimana menghasilkan nilai tambah, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dominasi di Lomba Asah Terampil dan Yel-Yel

Selain meraih penghargaan sebagai Stand Terbaik Kategori Pemerintah Provinsi, Kontingen Sulawesi Selatan juga sukses menyabet Juara I Lomba Asah Terampil dan Juara I Lomba Yel-Yel.

Keberhasilan tersebut semakin memperkuat eksistensi Sulawesi Selatan dalam forum nasional sekaligus membuka peluang yang lebih luas untuk mempromosikan komoditas unggulan daerah kepada peserta dan pemangku kepentingan dari berbagai provinsi.

BACA JUGA  Pimpin Rapat Persiapan HUT ke-365 Sulsel, Fatmawati Rusdi Harap Makna Kebersamaan dan Persatuan Sampai ke Masyarakat

PENAS selama ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pameran, tetapi juga wadah berbagi inovasi, pengalaman, teknologi, serta penguatan jejaring kerja sama antardaerah dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan.

Perkuat Posisi Sulsel sebagai Sentra Pangan Nasional

Prestasi yang diraih di Gorontalo menjadi indikator bahwa pembangunan sektor pertanian Sulawesi Selatan tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan inovasi, perluasan akses pasar, dan peningkatan nilai tambah produk.

Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pelaku pertanian dan perikanan untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan pembangunan sektor pangan ke depan.

Dengan raihan tiga gelar juara pada PENAS XVII, Sulawesi Selatan semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu sentra pangan utama nasional yang mampu menghadirkan pertanian modern, produktif, dan berdaya saing di tingkat nasional.

Continue Reading

Trending