Connect with us

Kementrian Agama RI

Dr H Bunyamin M Yapid:Pelaku Fitnah Terhadap Anregurutta Prof Nasaruddin Umar Cederai Nilai Sosial Berdemokrasi

Published

on

Kitasulsel—Jakarta—-Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiya angkat bicara perihal fitnah yang ditujukan kepada Menag RI Prof Nasaruddin Umar,Hal ini disampaikan langsung oleh Dr H Bunyamin M Yapid,Jumat 28/03/2025.

Menurutnya tindakan yang  masif lancarkan oleh kelompok tertentu ini pasti memiliki  maksud tertentu guna menjatuhkan apa yang selama ini Anregurutta telah perbuat untuk bangsa dan negara.

“Aktor Dibelakang kasus ini sungguh tidak bermoral,Apa yang telah dilakukannya telah mencederai nilai nilai sosial berdemokrasi,silahkan berpendapat namun jangan memfitnah apalagi yang di fitnah adalah ulama besar dan kharismatik yang merupakan panutan seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut Dr Bunyamin M Yapid yang juga merupakan Ketua Cendikiawan Alumni Timur Tengah menegaskan bahwa walau Anregurutta Prof Nasaruddin Umar telah memaafkan koordinator aksi,upayah hukum mesti terus berlanjut.

BACA JUGA  Menteri Agama Resmikan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar

“Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi,sebagai efek jerah maka upaya hukum terhadap yang terlibat dalam aksi memfitnah Anregurutta ini mesti dilanjutkan,kita tidak ingin ada hal yang serupa terjadi lagi,hal ini kita akan kawal hingga tuntas,tegas Stafsus/TA Menag H Bunyamin Yapid.

Diketahui keberadaan Prof Nasaruddin Umar tidak hanya sebagai Menteri Agama RI Kabinet Merah putih, Prof Nasaruddin Umar juga Diketahui sebagai Sosok ulama kharismatik yang begitu di hormati semua kalangan baik muslim maupun non muslim,kapasitas Prof Nasaruddin Umar juga selain menteri Agama juga merupakan Imam besar mesjid Istiqlal,Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiya,Ketua Pondok Pesantren Al Ikhlas Ujung Bone dan tentunya penasehat yayasan kerajaan Saudi Arabia.

BACA JUGA  Menag Sebut Banyak Orang Ngaku Ulama tapi Minim Kapasitas
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Kunjungi Studio Dakwah Mesir, Dr. Bunyamin: Ini Bukan Seremonial, Tapi Pembelajaran untuk Kemajuan Dakwah Indonesia

Published

on

Kitasulsel—Kairo, Mesir – Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, melakukan kunjungan ke studio media dakwah milik Kementerian Wakaf Mesir dalam rangkaian agenda kerjanya di Kairo. Kunjungan tersebut memberikan banyak pelajaran berharga mengenai pengelolaan media dakwah modern yang mampu menyajikan informasi keislaman secara edukatif, cepat, dan mudah dipahami masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Bunyamin melihat secara langsung bagaimana pemerintah Mesir memanfaatkan teknologi media untuk menyebarluaskan ilmu-ilmu keislaman kepada masyarakat. Beragam konten disajikan secara profesional, mulai dari kajian tafsir, fikih, akidah, hingga pembahasan berbagai momentum penting dalam kalender Hijriah.

Menurutnya, studio dakwah tersebut selalu menghadirkan pembaruan materi yang relevan dengan kebutuhan umat, termasuk pembahasan mengenai bulan-bulan mulia dalam Islam serta berbagai program edukasi keagamaan yang dikemas secara menarik.

BACA JUGA  Sejalan Dengan Meteri Bimtek Menag RI,Stafsus/TA Dr Bunyamin Yapid Bakar Semagat Petugas Haji Tahun 2025

“Di sini kita melihat bagaimana dakwah dikembangkan dengan sangat profesional. Materi-materi tentang tafsir, fikih, akidah hingga keutamaan bulan-bulan Hijriah terus diperbarui dan disampaikan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat,” ujar Dr. Bunyamin.

Selain meninjau studio media dakwah, rombongan juga mengunjungi salah satu masjid yang dikelola Kementerian Wakaf Mesir. Masjid yang baru diresmikan pada tahun 2025 tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan sosial masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, hingga pelayanan sosial.

Bagi Dr. Bunyamin, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi pengembangan model edukasi keagamaan di Indonesia, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.

BACA JUGA  Gelar Ngaji Budaya, Kemenag Angkat Tradisi dan Ekoteologi

“Ini bukan sekadar kunjungan biasa. Apa yang kami lihat di sini akan menjadi bahan pembelajaran bagi kita di Indonesia, khususnya bagaimana menghadirkan edukasi keagamaan kepada masyarakat melalui pola pemberitaan dan media dakwah yang edukatif, informatif, serta cepat dipahami,” katanya.

Ia menilai keberhasilan pengelolaan media dakwah di Mesir tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Profesionalisme pengelola, dukungan teknologi, serta kemampuan menghadirkan konten yang sesuai kebutuhan umat menjadi kekuatan utama yang patut dicontoh.

“Sangat profesional, dan yang paling menonjol adalah kualitas SDM-nya yang unggul. Itu yang kami lihat dari suguhan Studio Dakwah Mesir ini,” tambahnya.

Mesir sendiri bukanlah tempat yang asing bagi Dr. Bunyamin. Selain merupakan alumnus Universitas Al-Azhar, ia juga dikenal sebagai Ketua Alumni Timur Tengah yang selama ini aktif membangun jejaring pendidikan dan dakwah antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah.

BACA JUGA  Menag Sebut Banyak Orang Ngaku Ulama tapi Minim Kapasitas

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Mesir dalam pengembangan media dakwah modern, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat di era digital.

Continue Reading

Trending