Connect with us

Pemkot Makassar

Munafri Sambut Hangat Pengurus Baru PKS, Perkuat Sinergitas

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjamu jajaran pengurus baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di tingkat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulsel dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kota Makassar.

Pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (18/8/2025). Berbagai diakusi pembangunan Kota dan program menjadi topik utama.

Ketua DPW PKS Sulsel, Anwar Faruq, menjelaskan kunjungan ini merupakan agenda silaturahmi sekaligus penyampaian informasi terkait pergantian kepengurusan PKS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kita silaturahmi karena ada pelantikan dan pergantian pengurus, baik DPTW PKS Sulsel maupun DPTD PKS Kota Makassar,” kata Anwar.

Selain itu, PKS menegaskan komitmennya untuk mendukung program-program Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin.

BACA JUGA  Persiapan Musker Pengurus 2024-2029, PWNU Sulsel Temui Pjs Wali Kota Makassar

“Fraksi PKS, baik di Sulawesi Selatan maupun di Kota Makassar, sangat mendukung program pemerintah. Program Pak Wali Kota kami support 100 persen,” tegas Anwar.

Ia juga menyampaikan beberapa agenda penting PKS ke depan, yakni Musyawarah Wilayah pada 24 Agustus 2025 di Hotel Claro Makassar, serta Musyawarah Daerah Kota Makassar pada 7 September 2025 di Pantai Indah Bosowa.

Dalam kesempatan itu, PKS mengundang langsung Wali Kota Makassar untuk hadir dan memberikan dukungan pada agenda strategis partai.

“Kehadiran kami di sini sekaligus meminta support dari Pak Wali, mudah-mudahan beliau bisa hadir pada Muswil tanggal 24 Agustus dan Musda tanggal 7 September mendatang,” tutup Anwar.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Hadiri Imlek Bersama Warga Tionghoa, Tegaskan Harmoni dan Persatuan

Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik kehadiran jajaran pengurus baru PKS Sulsel dan Kota Makassar.

Appi mengatakan, silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah kota dan partai politik dalam mendukung pembangunan di Makassar.

“Pemerintah kota tidak bisa berjalan sendiri, perlu kolaborasi dengan semua pihak, termasuk partai politik, agar program-program bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Appi.

Ia berharap ke depan sinergi yang terjalin dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendorong program strategis Pemkot Makassar agar lebih cepat terealisasi.

“Kolaborasi dengan PKS misalnya soal pemberdayaan masyarakat atau program pengentasan kemiskinan dannpembangunan lainya,” tuturnya.(*)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Dorong ASN Menulis Buku, Perkuat Budaya Literasi di Era Digital

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi dan pengembangan perpustakaan sebagai gerbang ilmu pengetahuan masa depan di Kota Makassar.

Komitmen tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan talkshow literasi memperingati Hari Buku Nasional Tahun 2026 yang digelar oleh Universitas Hasanuddin melalui Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Budaya Literasi Akademik di Era Transformasi Digital” tersebut berlangsung penuh antusias dan dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, serta jajaran pemerintah daerah.

Turut hadir dalam kegiatan itu Bunda Literasi Kota Makassar yang juga Bunda PAUD, Melinda Aksa.

Dalam paparannya, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menekankan pentingnya membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan internal pemerintahan.

Ia mendorong aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat eselon III seperti kepala bidang, kepala subbagian, hingga kepala dinas untuk mulai menghasilkan karya tulis berupa buku sebagai bentuk kontribusi terhadap penguatan literasi masyarakat.

“ASN harus punya karya. Minimal satu buku yang bisa menjadi pegangan, baik sebagai referensi maupun bentuk penguatan literasi personal dan institusional,” ujar Munafri.

Menurutnya, budaya menulis di lingkungan birokrasi perlu terus dibangun agar pengalaman, gagasan, serta pengetahuan para ASN dapat diwariskan dan menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat luas.

BACA JUGA  Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi Production house MAF World Pictures, Bahas Film Budaya Lokal

Munafri menjelaskan, buku yang ditulis ASN tidak harus bersifat akademik berat atau menggunakan bahasa yang rumit. Sebaliknya, ia berharap buku tersebut dapat disusun dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh pelajar tingkat SD maupun SMP.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti pengelolaan sampah, kepedulian lingkungan, perlindungan hewan, hingga pola hidup sehat di ruang terbatas perkotaan.

Menurut Appi, langkah tersebut merupakan strategi konkret menghadirkan literasi yang lebih aplikatif dan mudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Kalau setiap perangkat daerah mampu menghasilkan satu buku setiap tahun, maka akan ada sekitar 150 buku baru yang diproduksi Pemerintah Kota Makassar,” jelasnya.

Buku-buku tersebut, lanjutnya, nantinya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Kota Makassar sebagai bahan bacaan tambahan yang kontekstual dan relevan dengan kondisi daerah.

“Saat ini terdapat puluhan SMP dan ratusan SD di Makassar yang membutuhkan bahan bacaan kontekstual dan mudah dipahami,” sambung politisi Partai Golkar itu.

Lebih jauh, alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin tersebut menekankan bahwa penguatan budaya literasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya kolaborasi lintas sektor.

BACA JUGA  Munafri: Doa Ulama Penopang Pembangunan Makassar

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, penerbit, komunitas literasi, hingga masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun budaya baca yang kuat.

Ia mengungkapkan, selama ini berbagai persoalan pembangunan Kota Makassar juga kerap didiskusikan bersama kalangan kampus untuk mendapatkan perspektif dan solusi yang lebih luas.

“Artinya, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun kota, termasuk dalam penguatan literasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyoroti pentingnya peran perpustakaan di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan buku, melainkan harus berkembang menjadi ruang interaksi intelektual yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu, ide, dan komunitas.

“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga memberikan pengetahuan baru dan menjadi ruang pertemuan berbagai segmen masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai perpustakaan harus mampu menjadi ruang asimilasi ilmu pengetahuan yang terbuka dan inklusif bagi seluruh kalangan.

Dalam konteks transformasi digital, Appi menegaskan bahwa digitalisasi bukanlah ancaman bagi keberadaan buku fisik. Sebaliknya, digitalisasi harus menjadi jembatan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan.

“Digitalisasi tidak menghilangkan buku teks, tetapi menjadi penghubung menuju akses yang lebih luas. Kita harus membangun kombinasi yang baik antara keduanya,” katanya.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Hadiri Imlek Bersama Warga Tionghoa, Tegaskan Harmoni dan Persatuan

Munafri juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menghadirkan perpustakaan daerah yang modern dan mampu bersaing sebagai salah satu perpustakaan terbaik di Sulawesi Selatan.

Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, ia optimistis pengembangan fasilitas dan layanan perpustakaan daerah akan terus mengalami peningkatan dalam waktu dekat.

Selain itu, melalui Dinas Perpustakaan, Pemerintah Kota Makassar juga rutin menjalankan berbagai program literasi yang menyentuh langsung masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.

Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Di akhir penyampaiannya, Munafri mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkan indeks literasi Kota Makassar yang saat ini tergolong tinggi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia berharap seluruh kegiatan literasi tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Literasi bukan tanggung jawab satu pihak saja. Ini adalah kerja kolaboratif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan penguatan budaya baca, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat melahirkan generasi yang lebih cerdas, kritis, dan adaptif menghadapi tantangan perkembangan zaman di era digital.

Continue Reading

Trending