Connect with us

NEWS

Jejak Ketekunan Arisandi, dari Jamaah Annur Menjadi Mitra dengan Capaian Jamaah Terbanyak 2025

Published

on

KITASULSEL —SIDRAP – Ketekunan, konsistensi, dan kepercayaan jamaah menjadi benang merah perjalanan Arisandi atau yang akrab disapa Aco. Pria kelahiran Tanete, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) ini mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai mitra Annur Travel dengan jumlah jamaah terbanyak tahun 2025, mengungguli seluruh mitra Annur Travel di berbagai daerah di Indonesia.

Perjalanan Arisandi bersama Annur Travel tidak instan. Berawal sebagai jamaah, ia tumbuh memahami kebutuhan, kekhawatiran, dan harapan calon jamaah umrah dan haji. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat ketika ia dipercaya menjadi mitra kerja Annur Travel. Dari titik itulah, Arisandi membangun pola pelayanan yang berorientasi penuh pada kenyamanan jamaah.

BACA JUGA  Ketua DPRD Sulsel : Ada 710 BUMDes Mati Suri

Salah satu kekuatan utama Arisandi adalah pola “jemput bola” dalam merekrut jamaah. Ia tidak menunggu, tetapi aktif mendatangi, berdialog, dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Pendekatan personal ini dipadukan dengan layanan menyeluruh, mulai dari proses pendaftaran, pengurusan berkas, hingga pendampingan intensif menjelang keberangkatan.

Tak hanya itu, Arisandi juga dikenal hampir selalu ikut mendampingi langsung jamaahnya dalam setiap penerbangan grup. Kehadirannya di setiap perjalanan menjadi simbol tanggung jawab dan komitmen, sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi jamaah, khususnya bagi mereka yang baru pertama kali menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

“Kepercayaan dan kemudahan jamaah adalah prioritas. Kami ingin jamaah selalu tersenyum dalam beribadah tanpa harus memikirkan hal-hal lain,” ujar Arisandi menegaskan prinsip kerjanya.

BACA JUGA  Apresiasi Kinerja 2025, Co-Founder PT Annur Maarif Kunjungi Kantor Cabang Annur Bone

Ketekunan tersebut berbuah hasil maksimal. Capaian jumlah jamaah terbanyak sepanjang tahun 2025 menjadi bukti bahwa pendekatan pelayanan yang tulus dan konsisten masih menjadi kunci utama dalam industri perjalanan ibadah.

Manajemen Annur Travel pun memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. CEO PT Annur Maarif, Dr H Bunyamin M Yapid LC MH, menilai Arisandi memiliki karakter dan gaya pemasaran yang khas serta mudah diterima oleh masyarakat.

“Arisandi memiliki mental dan gaya marketing yang unik dan bisa diterima dengan baik oleh jamaah. Semoga capaian ini memberi manfaat secara penuh, baik bagi Annur Travel maupun bagi Arisandi sendiri,” ujar Dr Bunyamin.

Sebagai perusahaan penyelenggara perjalanan umrah dan haji, Annur Travel terus mengembangkan ekosistem kemitraan yang berbasis kepercayaan, transparansi, dan pelayanan bermartabat. Dengan jaringan mitra yang tersebar di berbagai daerah, Annur Travel berkomitmen menghadirkan kemudahan akses ibadah ke Baitullah, mulai dari desa hingga kota.

BACA JUGA  Legislator Sulsel Fatma Terima Keluhan Soal Beasiswa dan Dana Hibah ke Masjid

Prestasi Arisandi menjadi cerminan bahwa Annur Travel tidak hanya membangun sistem, tetapi juga menumbuhkan sumber daya mitra yang kuat, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan jamaah. Ke depan, Annur Travel optimistis sinergi dengan para mitra akan semakin memperkokoh posisinya sebagai referensi perjalanan ibadah yang amanah dan berkelanjutan di Indonesia.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Menag Laporkan Penggunaan Pesawat Khusus, KPK: Contoh Baik bagi Pejabat Negara

Published

on

KITASULSEL—JAKARTA —Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/2/2026), untuk memberikan penjelasan terkait penggunaan pesawat khusus saat kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan pada 15 Februari 2026.

Kedatangan Menag ke KPK tersebut berkaitan dengan perjalanan dinasnya ke Kabupaten Takalar dalam rangka peresmian Gedung Balai Sarkiah. Di hadapan awak media, Menag menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk transparansi dan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan korupsi, khususnya terkait potensi gratifikasi.

“Saya sudah beberapa kali datang ke KPK. Bahkan sebelumnya pernah menyerahkan pemberian yang saya duga terkait penyelenggaraan haji. Saya juga beberapa kali berkonsultasi. Kali ini kita datang lagi untuk menyampaikan terkait kepergian saya menjalankan tugas di Sulawesi Selatan menggunakan pesawat khusus,” ujar Nasaruddin Umar di kantor KPK, Jakarta.

BACA JUGA  Legislator Sulsel Fatma Terima Keluhan Soal Beasiswa dan Dana Hibah ke Masjid

Menag mengaku bersyukur pertemuannya dengan pihak KPK berlangsung lancar dan terbuka. Ia mengapresiasi lembaga antirasuah tersebut yang memberikan ruang klarifikasi secara transparan.

Menurutnya, langkah pelaporan sejak awal merupakan bagian dari upaya membangun budaya integritas di lingkungan Kementerian Agama dan di kalangan penyelenggara negara secara umum.

“Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bagi teman-teman lain. Mari kita mendukung seluruh gagasan pencegahan yang telah disosialisasikan, terutama oleh KPK. Laporkan apa pun yang mungkin syubhat bagi kita. Jangan khawatir. Mudah-mudahan ini menjadi contoh yang baik bagi siapa pun sebagai penyelenggara negara,” tegasnya.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menilai langkah Menteri Agama tersebut sebagai teladan positif bagi seluruh penyelenggara negara.

BACA JUGA  Aktivitas Judi Sabung Ayam di Wajo Mulai Meresahkan,Kapolsek Maniang Pajo:Segera Kami Tindaki

Menurut Budi, pelaporan dugaan gratifikasi sejak awal merupakan bentuk mitigasi dan pencegahan terhadap potensi konflik kepentingan di kemudian hari.

“Kita lakukan pencegahan-pencegahan, khususnya terkait konflik kepentingan yang barangkali ke depan akan muncul,” ujarnya.

Budi menggarisbawahi tiga poin penting dari langkah yang dilakukan Menag.

Pertama, komitmen kuat seorang menteri sebagai penyelenggara negara dalam mendukung pemberantasan korupsi, terutama melalui pelaporan gratifikasi secara dini.

Kedua, tindakan tersebut menjadi teladan tidak hanya bagi jajaran Kementerian Agama, tetapi juga bagi seluruh penyelenggara negara dan aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia.

Ketiga, langkah ini sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat dan pihak swasta agar tidak memberikan hadiah atau bentuk pemberian lain kepada pejabat negara yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

BACA JUGA  Kapolda Sulsel Donor di PMI Makassar, Ini Pesan Kemanusiaannya

“Ini menjadi edukasi kepada masyarakat dan pihak swasta agar tidak memberikan suatu hadiah atau bentuk lainnya kepada penyelenggara negara atau ASN,” tandas Budi.

Kehadiran Menag di KPK pun dipandang sebagai pesan kuat bahwa transparansi dan pelaporan dini merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang bersih, sekaligus memperkuat budaya antikorupsi di ruang publik.

Continue Reading

Trending