Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Tudang Sipulung Digelar di Rijang Pittu, Petani dan Pemerintah Sepakati Strategi Musim Tanam

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Di bawah rindangnya pepohonan dan beralaskan terpal sederhana, sebuah musyawarah penting bagi masa depan pertanian digelar di Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (9/4/2026).

Pemerintah kecamatan setempat sengaja memilih suasana lesehan di wilayah Bampue untuk melaksanakan “Tudang Sipulung”, tradisi musyawarah khas Bugis yang menggabungkan nilai adat dan pembahasan teknis dalam menyambut musim tanam padi.

Kegiatan ini dipimpin oleh Camat Maritengngae, Firman, bersama Lurah Rijang Pittu, Hairuddin. Hadir pula tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), petugas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), serta tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

Puluhan petani tampak duduk melingkar bersama para pemangku kebijakan, menciptakan suasana dialog terbuka guna menyelaraskan regulasi pemerintah dengan kondisi riil di lapangan.

BACA JUGA  Tarawih Perdana Ramadhan 1447 H, Bupati Sidrap Ajak Warga Perkuat Syukur dan Persatuan

Tekankan Disiplin Jadwal Tanam

Dalam arahannya, Camat Maritengngae menegaskan pentingnya kedisiplinan kolektif sebagai kunci keberhasilan produksi padi.

“Koordinasi antara penyedia air dan pelaksana tanam di lapangan adalah kunci untuk mencapai keberhasilan produksi padi,” tegas Firman.

Ia menambahkan, kepatuhan terhadap jadwal tanam serentak menjadi faktor utama dalam mencegah serangan hama dan meningkatkan hasil panen.

Pengaturan Air dan Antisipasi Hama

Petugas PSDA dalam kesempatan tersebut memaparkan secara rinci manajemen distribusi air irigasi. Hal ini dinilai krusial agar seluruh lahan persawahan di wilayah Bampue memperoleh suplai air yang merata, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman.

Sementara itu, tim POPT memberikan edukasi terkait deteksi dini Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Para petani diimbau melakukan pembersihan lahan secara serentak guna memutus siklus hidup hama yang kerap muncul di awal musim tanam.

BACA JUGA  Bupati Sidrap dan MUI Perkuat Program “Sidrap Berkah”, Fokus Pembinaan Moral Masyarakat

Tudang Sipulung Jadi Forum Strategis

Lurah Rijang Pittu, Hairuddin, mengapresiasi antusiasme kelompok tani yang hadir. Ia menegaskan bahwa Tudang Sipulung bukan sekadar tradisi, melainkan forum strategis dalam pengambilan keputusan pertanian di tingkat kelurahan.

“Kita berharap musim tanam kali ini di Rijang Pittu dapat berjalan lancar dengan produktivitas yang meningkat dibandingkan musim sebelumnya,” ujarnya.

Hasil Kesepakatan

Sejumlah poin strategis yang disepakati dalam musyawarah tersebut antara lain:

Ketegasan jadwal tanam, melalui penentuan waktu semai dan tanam serentak

Efisiensi irigasi, dengan pengaturan teknis pintu air oleh PSDA

Penguatan peran PPL, melalui peningkatan intensitas pendampingan petani

Melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan petani, diharapkan musim tanam kali ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Sidrap.

BACA JUGA  Wakil Bupati Sidrap Terima Audiensi HIMAP FISIP UMS Rappang, Dukung Kegiatan Pengembangan Minat dan Bakat Pelajar
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Ketua Dekranasda Sidrap Hadiri Puncak HUT Dekranas ke-46, Dorong Perajin Lokal Tembus Pasar Global

Published

on

Kitasulsel–Makassar – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Haslindah Syaharuddin, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Jumat (10/7/2026).

Haslindah hadir didampingi Wakil Ketua Dekranasda Sidrap, Andi Rieskha Rahmat. Perayaan tahun ini mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, yang menegaskan komitmen dalam mendorong pengembangan industri kerajinan nasional agar semakin kompetitif di pasar global.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, serta Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina. Turut hadir pula jajaran pengurus Dekranas dan perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

BACA JUGA  Pemkab dan DPRD Sidrap Mulai Bahas Empat Ranperda Strategis

Selain seremoni puncak, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pameran produk kriya dan UMKM unggulan dari berbagai daerah. Pameran ini menjadi wadah bagi para perajin untuk memamerkan hasil karya sekaligus memperluas jaringan pemasaran dan kerja sama.

Bagi Dekranasda Sidrap, keikutsertaan dalam ajang nasional tersebut memiliki arti strategis dalam memperkenalkan potensi kerajinan dan produk unggulan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Haslindah Syaharuddin menilai peringatan HUT Dekranas bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi peluang besar untuk memperkuat daya saing produk lokal melalui promosi, inovasi, dan kolaborasi antardaerah.

“Momentum ini sangat penting untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Sidrap kepada pasar yang lebih luas. Kami ingin para perajin lokal semakin percaya diri menghadirkan karya berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

BACA JUGA  Wakil Bupati Sidrap Gelar Halalbihalal Keluarga Besar H. A. Pina Pajala, Pererat Silaturahmi Antar Generasi

Ia menambahkan, tema HUT Dekranas tahun ini selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Haslindah, peningkatan kualitas desain, inovasi produk, serta pemanfaatan pemasaran digital menjadi faktor penting agar produk kerajinan Sidrap mampu menembus pasar nasional hingga global.

Melalui partisipasi aktif dalam HUT Dekranas ke-46, Dekranasda Sidrap berharap semakin banyak peluang promosi, investasi, dan kerja sama yang dapat membuka akses pasar lebih luas bagi para perajin dan pelaku UMKM, sekaligus memperkuat posisi Sidrap sebagai daerah yang kaya akan potensi ekonomi kreatif dan warisan budaya.

Continue Reading

Trending