Connect with us

Kementrian Agama RI

Hadiri Pelepasan Jamaah Haji Khusus Annur Maarif,Helmi Nasaruddin Umar:Jangan Ragukan Pelayanan Annur,InsyaAllah Memuaskan’

Published

on

KITASULSEL—JAKARTA—Sebanyak 105 jamaah haji khusus PT Annur Maarif resmi dilepas dalam suasana penuh haru dan kekeluargaan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, Helmi Nasaruddin Umar,di Ibis Hotel bandara Soekarno Hatta ,Jakarta ,Jumat 15/04/2026.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan semakin istimewa dengan kehadiran jajaran petinggi PT Annur Maarif, di antaranya Co Founder Bunyamin M Yapid serta Komisaris PT Annur Maarif Sitti Suade.

Dalam sambutannya, Helmi Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa jamaah haji khusus PT Annur Maarif akan memperoleh pelayanan eksklusif selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Pelayanan tersebut mencakup penempatan hotel, maktab, transportasi hingga agenda ziarah yang telah dipersiapkan secara khusus demi kenyamanan jamaah.

“Saya pernah merasakan langsung fasilitas dari haji khusus Annur Maarif ini. Sungguh luar biasa dan sangat memanjakan jamaah. InsyaAllah pelayanan seperti inilah yang nantinya akan dirasakan seluruh jamaah,” ujarnya.

BACA JUGA  Menag: MBG Bikin Santri Belajar Lebih Semangat

Istri Menteri Agama RI tersebut juga mengingatkan para jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan mengingat suhu panas di Arab Saudi saat ini cukup tinggi. Ia mengimbau jamaah agar rutin mengonsumsi air putih, bahkan meski tidak sedang merasa haus.

“Setidaknya setiap 20 menit sekali minumlah air putih, baik dalam kondisi haus maupun tidak. Jangan sampai mengalami dehidrasi selama menjalankan ibadah,” pesannya.

Sementara itu, Co Founder PT Annur Maarif, Dr. H. Bunyamin M Yapid LC MH, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah mempercayakan PT Annur Maarif sebagai mitra perjalanan haji tahun ini.

“Terima kasih atas kepercayaan dan amanah ta semua. Semoga kami mampu memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh jamaah dan itu menjadi tanggung jawab kami,” katanya.

BACA JUGA  Menag Buka Indonesia Ekonomi Syariah Forum dan Expo 2025 di NTB

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat saling membantu antarjamaah selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, seluruh jamaah merupakan satu keluarga besar yang akan bersama-sama menjalani rangkaian ibadah hingga kembali ke Indonesia.

“Tidak ada yang bisa menolong selain orang-orang terdekat di sekitar kita. Karena itu, saling mengingatkan, saling membantu dan saling mendukung adalah hal penting selama menjalankan ibadah haji,” lanjutnya.

Dr. Bunyamin memastikan seluruh petugas haji PT Annur Maarif telah siap menyambut dan mendampingi jamaah sejak keberangkatan dari Indonesia, selama berada di Arab Saudi hingga kembali ke Tanah Air.

Ia juga mengimbau jamaah untuk selalu berpikir positif dan segera berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan kendala selama perjalanan ibadah.

BACA JUGA  Menag: Selawat Wujud Cinta Terdalam kepada Rasulullah

“Jika ada sesuatu yang kurang maksimal, silakan sampaikan kepada petugas kami. Tim Annur akan terus mendampingi bapak dan ibu semua selama proses ibadah haji berlangsung,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Komisaris PT Annur Maarif, Hj. Sitti Suade SH, mengajak seluruh keluarga jamaah untuk terus melantunkan doa agar seluruh agenda perjalanan dan pelayanan yang telah dipersiapkan dapat berjalan lancar atas izin Allah SWT.

“Mohon doa ta semua agar seluruh agenda dan pelayanan yang telah disiapkan tim Annur Maarif dapat berjalan sesuai harapan dan tentunya atas izin Allah SWT,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Momentum Penamatan As’adiyah, Ketua Yayasan Bunyamin Yapid Dorong Generasi Moderat dan Unggul

Published

on

KITASULSEL—BULUKUMBA — Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, menghadiri kegiatan penamatan terpadu tingkat MI, MTs, dan MA Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, Selasa (5/5/2026). Kehadirannya merupakan representasi langsung dari arahan Anregurutta Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah Pusat, Prof. Nasaruddin Umar.

Dalam sambutannya, Bunyamin menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar menghadiri seremoni, tetapi membawa pesan penting dari Anregurutta yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan Pondok Pesantren As’adiyah.

“Beliau sangat ingin hadir langsung, namun kita memahami kesibukan beliau yang luar biasa dalam mengurus kepentingan negara dan umat. Bahkan, waktu istirahat beliau sangat terbatas. Maka saya hadir di sini mewakili beliau,” ungkap Bunyamin.

BACA JUGA  Kemenag dan ICRP Kolaborasi Bangun Masyarakat Toleran

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh alumni dan santri As’adiyah untuk terus membumikan pemikiran Anregurutta, khususnya konsep besar yang telah digaungkan di tingkat nasional hingga internasional.

Menurutnya, gagasan seperti kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi bukan hanya relevan, tetapi telah menjadi diskursus penting di berbagai forum global. Ia bahkan menyebutkan bahwa konsep tersebut telah dipaparkan dalam forum diskusi internasional di Mesir dan mendapatkan respons positif.

“Pemikiran Anregurutta ini sangat dibutuhkan oleh bangsa dan negara. Kita sebagai santri memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan, mengawal, dan membumikan gagasan tersebut di tengah masyarakat,” tegasnya.

Bunyamin juga menyoroti pentingnya pemahaman yang utuh terhadap gagasan Menteri Agama, khususnya dalam pengelolaan dan pemberdayaan rumah ibadah. Ia mengingatkan agar pemikiran tersebut tidak disalahartikan atau dipolitisasi.

BACA JUGA  Mudik Lebaran 2025, Menag Usul Masjid Buka 24 Jam Sebagai Tempat Istirahat

Dalam kesempatan itu, ia turut mengungkapkan perhatian besar Anregurutta terhadap kesejahteraan para guru pesantren. Salah satu program yang didorong adalah pemberangkatan umrah bagi guru-guru, khususnya di lingkungan As’adiyah.

“Harapannya, para guru yang telah menunaikan umrah akan semakin maksimal dalam mendidik santri, karena telah merasakan langsung sumber peradaban Islam,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi nyata, dalam acara tersebut juga diberikan bonus umrah kepada salah satu guru Pondok Pesantren As’adiyah atas dedikasi dan pengabdiannya.

Kegiatan penamatan ini tidak hanya menjadi momen pelepasan santri, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai, gagasan, dan arah perjuangan pendidikan pesantren berbasis cinta, moderasi, dan keunggulan dalam bingkai ekoteologi.

BACA JUGA  Sambangi RS PMI dan RSUD Bogor, Menag Jenguk Korban Bangunan Majelis Taklim yang Ambruk

Dengan semangat tersebut, As’adiyah diharapkan terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial dalam menjawab tantangan zaman.

Continue Reading

Trending