POLITIK
Rangkul Relawan, Andi Sudirman : Silahkan Datang, untuk Kepentingan Masyarakat Banyak
Kitasulsel–Makassar Ribuan relawan dari berbagai Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan menghadiri Silaturahmi bersama Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi di Losari 99 CPI Makassar, Minggu 1 Desember 2024.
Pertemuan silaturahmi ini usai pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel yang berakronim Andalan Hati unggul dalam hasil real count KPU Sulsel.
Dalam pertemuan ini, dihadiri pula para perwakilan Partai Politik pengusung Andalan Hati, Ketua dan Pengurus Tim Pemenangan Andalan Hati.
Ia menyampaikan terima kasih atas semangat para relawan, beserta masyarakat yang memberikan dukungan kepada pasangan yang bertagline Sulsel Maju dan Berkarakter.
“Relawan banyak membantu, termasuk dalam ketika ada kebencanaan. Mereka banyak membantu di lapangan untuk melakukan kebaikan,” katanya.
Dirinya berharap silaturahmi dapat terus terjalin dan membuka ruang kepada seluruh relawan.
“Silahkan datang, tapi penyampaikan pertama yang saya inginkan adalah untuk kepentingan yang bermanfaat bagi orang banyak,” jelasnya.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan 10 Partai Politik Pengusung Andalan Hati dalam Pilgub Sulsel.
“Mari kita berdoa, untuk Sulawesi Selatan untuk 5 tahun kedepan jauh lebih baik, lebih sejahtera, dan menjadi terbaik dari Provinsi di Indonesia,” pungkasnya. (*)
POLITIK
Pemerintah dan Serikat Buruh Perkuat Mitigasi PHK, Said Iqbal Dorong Perlindungan Pekerja hingga Penghapusan Pajak JHT
Kitasulsel–JAKARTA — Pemerintah bersama serikat buruh terus memperkuat berbagai langkah mitigasi untuk menekan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah perlambatan ekonomi global. Selain memastikan hak-hak pekerja yang terdampak PHK tetap terpenuhi, pemerintah juga mendorong peningkatan perlindungan bagi pekerja alih daya (outsourcing) serta mengusulkan penghapusan pajak atas manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan ancaman PHK masih menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara serius.
Menurutnya, perlambatan ekonomi global, melemahnya daya beli masyarakat, tingginya harga gas industri akibat konflik geopolitik, hingga relokasi produksi perusahaan multinasional menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan risiko PHK di berbagai sektor industri.
“Ancaman PHK memang masih ada di depan mata. Tetapi pemerintah bersama serikat buruh tidak tinggal diam. Kami memilih turun langsung ke lapangan untuk melakukan mitigasi agar PHK dapat dicegah. Kalau pun PHK tidak bisa dihindari, maka hak-hak pekerja harus dipastikan dibayar sesuai ketentuan,” ujar Said Iqbal dalam keterangan resminya, Minggu (28/6/2026).
Turun Langsung ke Perusahaan
Said Iqbal menjelaskan, sebagai Penasihat Khusus Presiden, dirinya memilih melakukan pendekatan langsung ke perusahaan atau turun ke bawah (turba) karena dinilai lebih efektif dibandingkan hanya menerima laporan.
Dalam beberapa pekan terakhir, ia telah mengunjungi sejumlah perusahaan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Agenda serupa dijadwalkan berlanjut pada Senin (29/6/2026) dengan mengunjungi sejumlah perusahaan di Kabupaten Tangerang.
Relokasi Produksi Berhasil Ditekan
Salah satu hasil dari upaya mitigasi tersebut adalah keberhasilan menekan rencana relokasi produksi di PT JAI Pasuruan dan PT SAI Mojokerto yang merupakan bagian dari Grup Yazaki.
Melalui dialog antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja, rencana pemindahan sekitar 50 persen lini produksi ke Vietnam berhasil dikurangi menjadi hanya sekitar tiga hingga lima lini produksi.
Berdasarkan rencana bisnis perusahaan hingga 2030, pengurangan tenaga kerja nantinya akan dilakukan secara alami melalui berakhirnya masa kontrak kerja tanpa perpanjangan, bukan melalui PHK massal.
Pemerintah Dorong Penurunan Harga Gas Industri
Selain melakukan pendampingan langsung ke perusahaan, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi di sektor industri keramik, granit, dan tekstil dengan mendorong penurunan harga gas industri non-subsidi.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus menjaga keberlangsungan lapangan kerja.
“Penurunan harga gas industri merupakan salah satu langkah konkret pemerintah untuk mencegah gelombang PHK. Dengan biaya produksi yang lebih kompetitif, perusahaan memiliki ruang untuk mempertahankan pekerjanya,” kata Said Iqbal.
Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha dan serikat pekerja guna menjaga stabilitas ketenagakerjaan nasional di tengah tekanan ekonomi global, sekaligus memastikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja tetap menjadi prioritas.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login