Connect with us

Pemprov Sulsel

Digelar di Rujab Gubernur, KPID Award Sulsel 2024 Siapkan 21 Kategori Pemenang

Published

on

Kitasulsel–Makassar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan kembali menggelar KPID Award Ke-19 2024. Malam puncak anugerah bagi insan penyiaran ini digelar di Aula Tudang Sipulung, Rujab Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar Kamis, 12 Desember 2024.

Anugerah Penyiaran KPID Award tahun ini mengangkat tema “Pesta Demokrasi Dalam Perspektif Penyiaran Sulawesi Selatan”.

Malam anugerah KPID Award dihadiri Pj Gubernur Sulsel, Ketua DPRD Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulsel, Ketua KPI Pusat dan jajaran komisioner, KPID Jabar, KPID Kaltim, serta 7 komisioner KPID Sulsel yakni Irwan Ade Saputra, Hamka, Abdi Rahmat, Marselius Gusti Palumpun, Nasruddin, Ahmad Kamuddin Ombe, dan Poppy Trisnawati.

Hadir pula Wali Kota Makassar, Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Ketua KPU Sulsel, Ketua Bawaslu Sulsel, Ketua Komisi Informasi Sulsel, para kepala daerah kabupaten/kota se-Sulsel, pimpinan/direksi BUMN/BUMD, seluruh insan penyiaran di Sulsel baik televisi maupun radio.

Ketua KPID Sulsel, Irwan Ade Saputra menjelaskan, KPID Awards bukan sebatas seremoni penghargaan, tetapi juga untuk membangun konstruksi lembaga penyiaran dalam memproduksi program dan siaran

BACA JUGA  Pj Gubernur Sulsel Ajak Mahasiswa UMB Palopo Bersama Menjemput Indonesia Emas 2045

yang berkualitas. Kata Irwan, dengan semangat itu akan mendorong tumbuhnya suasana hidup damai di masyarakat.

“Dengan siaran berkualitas kita juga secara tidak langsung telah mendorong lembaga penyiaran berperan meningkatkan citra Sulawesi Selatan sebagai daerah yang aman dan kondusif,” terang Irwan.

Menurut Irwan, KPID Award juga sengaja mengangkat tema “Pesta Demokrasi Dalam Perspektif Penyiaran Sulawesi Selatan”. Diharapkan penyiaran menunjukkan eksistensi dalam mengawal pesta demokrasi.

Lebih lanjut Irwan, KPID Award 2024 juga sebagai wujud apresiasi terhadap insan penyiaran yang telah berkontribusi dalam menghasilkan karya berkualitas.

Dengan anugerah ini, insan penyiaran diharapkan terus berkarya. Mengedukasi publik dan mengembangkan diri untuk penyiaran di Sulawesi Selatan.

“Jadi kami ingin memberi apresiasi dan penghargaan kepada lembaga penyiaran yang berkomitmen menyuguhkan program-program siaran yang menyejukkan demi membangun tatanan kehidupan yang damai,” katanya.

Anugerah penyiaran ini merupakan bagian dari tanggung jawab KPID sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Adapun kategori penilaian program siaran

BACA JUGA  Raut Bahagia Anak PAUD Bisa Minggu Ceria Bareng Pj Gubernur dan Pj Ketua PKK Sulsel

berdasarkan kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), kualitas konten, serta manfaat program bagi masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Kelembagaan KPID Sulsel, Gusti Palumpun menjelaskan bahwa KPID Awards 2024 ini sebagai bentuk penghargaan kepada lembaga, insitusi, atau perorangan yang telah menunjukkan integritas dan sumbangsih bagi dunia penyiaran di Sulawesi Selatan.

“Khusus untuk insan penyiaran, kami memberikan apresiasi dan penghargaan pada program siaran yang berkontribusi dan menyampaikan pentingnya pesta demokrasi langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, untuk Pemilu damai,” ujarnya.

Gusti menambahkan, untuk kategori Kepala Daerah Peduli Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) diberikan sebagai apresiasi atas dukungan pemerintah daerah kepada insan penyiaran di daerahnya.

“Karena di Sulawesi Selatan ini tidak semua kabupaten/kota memiliki LPPL, dan hadirnya LPPL ini atas dukungan regulasi dan Perda yang menguatkan eksistensi teman-teman insan penyiaran di daerah,” jelasnya.

Untuk diketahui, dewan juri penilaian KPID Award 2024 dari kalangan praktisi, akademisi, toko masyarakat, unsur pemerintah, dan keterwakilan perempuan anak dan disabilitas.

BACA JUGA  Berhasil Kendalikan Inflasi, Pemprov Sulsel Bersama 24 Kabupaten Kota Telah Lakukan GPM di 574 Titik

*Adapun Kategori KPID Awards 2024:*

1. Berita Radio Terbaik

2. Talkshow Radio Terbaik

3. Iklan Layanan Masyarakat Radio Terbaik

4. LPPL Radio Terbaik

5. Hiburan Radio Terbaik

6. Feature Radio Terbaik

7. Program TV Peduli Siaran Perempuan, Anak dan Disabilitas Terbaik

8. Berita Televisi Terbaik

9. Talkshow Televisi Terbaik

10. Iklan Layanan Masyarakat Televisi Terbaik

11. LPPL Televisi Terbaik

12. Hiburan Televisi Terbaik

13. Program Radio Peduli Siaran Perempuan, Anak, dan Disabilitas Terbaik

14. LPPL Televisi Terbaik

15. Tokoh Peduli Penyiaran

16. Sistem Siaran Jaringan Televisi Terbaik

17. Kepala Daerah Peduli Penyiaran

18. LPB Terpatuh

19. Lembaga Negara Peduli Penyiaran

20. BUMN/BUMD Peduli Penyiaran

21. Kepala Daerah Peduli LPPL

Kategori penilaian program siaran berdasarkan kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), kualitas konten, serta manfaat program bagi masyarakat.

Anugerah penyiaran ini merupakan bagian dari tanggung jawab KPID sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. (*)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemprov Sulsel

Ratusan Petani, Kades dan Relawan Andalan Hati Diskusi Rembuk Tani Andalan Hati Di Barru

Published

on

KITASULSEL—BARRU – Forum Rembuk Tani Andalan Hati berlangsung penuh semangat persatuan dan sukses digelar yang dipusatkan di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Kamis (24/4/2025).

Mengangkat tema “Optimalisasi Potensi Lahan Menuju Swasembada dan Ketahanan Pangan,” forum ini menjadi momentum dalam mendukung percepatan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Provinsi Sulsel, Abdul Gafar yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Bupati Andi Abustan, Ketua DPRD Barru Syamsuddin Muhiddin, seluruh kepala desa dan lurah se-Kabupaten Barru hingga Relawan Andalan Hati se-Kabupaten Barru.

Forum ini menjadi ruang diskusi terbuka antara pemerintah, petani, dan relawan untuk menyusun langkah nyata dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari kelangkaan pupuk, serangan hama, hingga keterbatasan akses lahan dan pasar.

BACA JUGA  Pj Gubernur Sulsel Ajak Mahasiswa UMB Palopo Bersama Menjemput Indonesia Emas 2045

Ketua Forum Rembuk Tani sekaligus Koordinator Relawan Andalan Hati, Muhammad Yusuf Ali mengungkapkan rembuk tani ini adalah ikhtiar kolektif agar petani tidak lagi merasa sendiri menghadapi tantangan di lapangan.

“Selama ini banyak kendala mulai dari hama, pupuk yang terus berkurang, hingga akses usaha tani. Forum ini hadir sebagai ruang untuk menyatukan semua elemen agar petani lebih berdaya saing,” ungkap Yusuf Ali yang akrab disapa Ucu.

Menurutnya, Kecamatan Pujananting, khususnya Desa Jangan-Jangan, memiliki potensi pertanian dan lahan yang sangat besar untuk dikembangkan.

Karena itu, kata Ucu, keterlibatan petani, relawan, pemerintah dan dunia usaha dalam forum ini sangat penting agar tidak ada lagi hasil pertanian yang terhambat proses produksinya.

BACA JUGA  Jaga Kebugaran Fisik, Pj Gubernur Prof Zudan Latih Karate ASN dan Satpol PP

“Disini juga kami sudah hadirkan para pengusaha dalam forum ini agar petani bisa terhubung langsung dengan pasar. Kalau petani budidaya, harus jelas arahnya, harus jelas hasilnya,” tegasnya.

Plt Kadis TPH-Bun Sulsel, Abdul Gafar dalam sambutannya menekankan pentingnya percepatan swasembada pangan melalui kebijakan yang terarah dan menyeluruh.

Ia menambahkan, Kabupaten Barru memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, hortikultura, dan perkebunan. Oleh karena itu, dibutuhkan akselerasi dan sinergi kuat antara petani dan pemerintah agar semua program berjalan beriringan.

Sementara itu, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang membuka secara resmi kegiatan tersebut mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas pelaksanaan Rembuk Tani Andalan Hati di wilayahnya.

“Harapannya kami ingin agar ruang seperti ini terus ada. Ini penting sebagai forum para petani untuk menyampaikan apa yang sebenarnya mereka butuhkan dari pemerintah, terutama dari pemerintah provinsi,” ujarnya.

BACA JUGA  69.726 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Sulsel Telah Dibangun

Andi Ina juga menegaskan bahwa Kabupaten Barru siap mengambil bagian dalam mendukung target swasembada pangan nasional sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo.

“Target swasembada pangan 3 juta ton bukan mustahil jika semua daerah ikut bergerak. Kami ingin Barru ikut berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita besar ini,” pungkasnya.

Diakhir acara, para Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Barru melakukan Deklarasi pembentukan Koperasi Merah Putih dalam mewujudkan swasembada pangan nasional dan mendukung terbentuknya 70 ribu Koperasi Merah Putih se-Indonesia.

Sebagai informasi, Forum Rembuk Tani Andalan Hati sebelumnya telah digelar di Kabupaten Maros dan dijadwalkan akan berlanjut di sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan hingga bulan Juni 2025 mendatang.

Continue Reading

Trending