Connect with us

NEWS

Sambut Kapolda Sulsel,Bupati Terpilih Luwu Timur Irwan Bachri Syam Siap Bersinergi

Published

on

Kitasulsel–LUWU Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan, bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan, Ny. Yunita Yudhiawan, melakukan kunjungan resmi ke wilayah hukum Polres Luwu Timur.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan pada Kamis, 6 Februari 2025.

Setibanya di Polres Luwu Timur, rombongan Kapolda disambut meriah oleh anak-anak Polisi Cilik (Pocil) yang mengenakan seragam khas, dengan kalungan dan bunga sebagai simbol penyambutan. Acara sambutan ini juga dihadiri oleh Kapolres Luwu Timur, AKBP Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., serta unsur Pimpinan Forkompinda setempat.

Dalam agenda kunjungan ini, Kapolda Sulsel meninjau kantor baru Polres Luwu Timur dan melaksanakan kegiatan penanaman pohon. Kegiatan ini tidak hanya sekadar simbolis, namun merupakan wujud nyata kepedulian Polda Sulsel terhadap lingkungan. Selain itu, Kapolda juga memberikan arahan kepada para personel Polres Luwu Timur.

BACA JUGA  Komisi IX Soroti Rencana Anggaran BPOM RI Turun Hingga 55 Persen, Padahal Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat

Irjen Pol Yudhiawan mengapresiasi kinerja, dedikasi, dan loyalitas personel Polres Luwu Timur dalam menjaga situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di Kabupaten Luwu Timur.

Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan pajak yang harus dikembalikan untuk pembangunan daerah. “Pesan dari Presiden, jangan sampai ada kebocoran pajak. Pendapatan pajak harus dimaksimalkan untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Kapolda juga menitipkan pesan kepada Bupati terpilih, Ir. H. Irwan Bachri Syam, S.T., agar terus menjaga Kamtibmas di daerah yang dikenal sebagai Bumi Batara Guru ini.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Irwan Bachri Syam menyatakan siap bersinergi bersama pihak kepolisian untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, yang merupakan kunci dalam mendukung berbagai program yang akan dijalankan di bawah kepemimpinannya.

BACA JUGA  195 Calon Jamaah Ikuti Manasik Terintegrasi Zona 4, Dr Bunyamin Yapid Tekankan Luruskan Niat dan Jaga Karakter di Tanah Suci

“Kondisi Kamtibmas yang stabil sangat penting untuk memastikan berbagai program dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” tutur Ibas.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polres Luwu Timur dan pemerintah daerah guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sebagai bagian dari komitmen bersama untuk pembangunan daerah.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Harga Sawit Nasional Menguat, Petani Luwu Timur Soroti Tertahannya Harga TBS di Sulsel

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur,– Di tengah tren kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah sentra perkebunan Indonesia, petani sawit di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Luwu Timur, mengaku belum merasakan dampak positif kenaikan harga tersebut. Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Harga Sawit guna memastikan tata niaga sawit berjalan secara adil dan transparan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai wilayah penghasil sawit, harga TBS di Sulawesi Barat dilaporkan mengalami kenaikan sekitar Rp60 per kilogram. Sementara itu, di Kalimantan Timur, harga TBS tercatat meningkat sekitar Rp40 per kilogram. Kenaikan tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya di pasar internasional.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi di Sulawesi Selatan. Hingga Sabtu (13/6/2026), harga TBS di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Luwu Timur dilaporkan masih berada pada posisi yang sama dan belum mengalami penyesuaian sebagaimana yang terjadi di daerah lain.

BACA JUGA  Polisi Bongkar Jaringan Penadah Motor Curian di Sulsel-Sulbar, 86 Kendaraan Diamankan

Seorang warga Sulawesi Selatan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mempertanyakan tidak adanya kenaikan harga TBS di wilayah tersebut. Menurutnya, apabila harga CPO global menjadi salah satu acuan utama dalam penetapan harga TBS, maka petani sawit di Sulawesi Selatan seharusnya juga memperoleh manfaat dari tren kenaikan harga yang sedang terjadi.

“Kami heran mengapa hanya Sulawesi Selatan yang tidak mengalami kenaikan harga, sementara daerah lain sudah menyesuaikan harga TBS mereka. Jika harga CPO dunia naik, maka petani di Sulawesi Selatan juga berhak menikmati kenaikan yang sama,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan petani mengenai mekanisme penetapan harga yang diterapkan oleh pabrik kelapa sawit di Sulawesi Selatan. Karena itu, pemerintah dinilai perlu melakukan pengawasan dan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata niaga sawit agar harga yang diterima petani dapat berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Keluarkan Surat Edaran Harga TBS, Minta PKS Tidak Naikkan Potongan Timbangan

Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah untuk segera membentuk Satgas Harga Sawit yang melibatkan unsur pemerintah, perwakilan petani, koperasi, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Kami mendesak pemerintah untuk sesegera mungkin, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, membentuk Satgas Harga Sawit yang melibatkan pemerintah, perwakilan petani, koperasi, dan unsur terkait lainnya. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dalam rantai tata niaga sawit,” katanya.

Menurutnya, di kalangan petani juga mulai berkembang dugaan adanya praktik-praktik yang menyebabkan harga TBS di Sulawesi Selatan tidak bergerak mengikuti tren kenaikan yang terjadi di daerah lain. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan investigasi yang objektif oleh pihak berwenang untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam proses penetapan harga.

BACA JUGA  195 Calon Jamaah Ikuti Manasik Terintegrasi Zona 4, Dr Bunyamin Yapid Tekankan Luruskan Niat dan Jaga Karakter di Tanah Suci

“Sudah muncul dugaan adanya praktik-praktik permainan harga yang sangat merugikan petani. Karena itu pemerintah harus hadir untuk memastikan harga sawit ditetapkan secara transparan dan sesuai kondisi pasar yang sebenarnya,” tegasnya.

Para petani berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, serta instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk melindungi kepentingan petani sawit. Mereka juga mendorong terciptanya sistem penetapan harga TBS yang lebih adil, transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat perkebunan.

Kondisi stagnannya harga TBS di Sulawesi Selatan di tengah kenaikan harga sawit di berbagai daerah dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Selain menyangkut pendapatan petani, persoalan tersebut juga berkaitan dengan keberlanjutan sektor perkebunan sawit yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur dan wilayah sekitarnya.

 

Continue Reading

Trending