Kriminal
Polda Metro Jaya Buruh Aktor Utama di Balik” Fitnah” Menag Prof Nasaruddin Umar,Identitas Dikantongi
Kitasulsel—Jakarta—-Kinerja baik yang ditunjukkan oleh Menag RI Prof Nasaruddin Umar di Kementerian Agama RI Kabinet Merah Putih ternyata tidak diterima dengan baik oleh segelintir orang,hal tersebut dilihat dengan masih adanya oknum yang mencari kesalahan Prof Nasaruddin Umar walau itu tidak mendasar dan terkesan fitnah
Seperti yang sempat viral disosmed dimana Prof Nasaruddin Umar di terpah isu fitnah saat berjabat dengan artis Eveline Angelista dalam sebuah pertemuan silaturahmi.
Setelah lama ditelusuri dengan semakin masifnya konten konten yang menyudutkan Prof Nasaruddin Umar ternyata diketahui ada indikasi bahwa sebaran fitnah tersebut terkordinir dengan tujuan tertentu.
Stafsus/TA Menag RI H Bunyamin M Yapid saat dikonfirmasi perihal fitnah yang tertuju kepada Menag RI Ini dengan tegas mengatakan bahwa aktor utama yang menyebar fitna ke Anregurutta Prof Nasaruddin Umar harus di tindak sesuai hukum yang berlaku.
“Ini perlu mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian,Menag bukan anti kritik atau tidak menerima masukan,akan tetapi semua harus mendasar,jika hal hal yang tergolong manusiawi dan wajar di konteks kan dengan narasi berlebihan malah terkesan fitna,Ini harus diburuh pelaku utamanya dimanapun dan siapapun orangnya,tegasnya.
Sementara itu pengamat telematika Yovanga Dika mengatakan bahwa sebaran konten yang menyudutkan Prof Nasaruddin Umar ini sangat masif dan terkordinir.
“Biasanya konten konten yang masif dan terkordinir serta menggunakan buzzer di gunakan untuk tujuan tertentu,Bisa untuk hal baik bisa pula sebaliknya,kita lihat konten yang ditujukan ke Prof ini terkesan untuk menjatuhkan kredibilitas beliau yang kinerjanya di akui oleh semua lapisan masyarakat,Ini mesti melibatkan APH guna mencari tau motif di balik konten konten berbau sara ini.
Sejauh ini APH dalam hal ini Polda metro jaya diketahui telah mengantongi bukti bukti dan identitas pelaku penyebar fitna menag RI.
“Semua dalam proses,kita akan informasikan perkembangannya setiap saat,untuk saat ini kami belum bisa memberikan informasi yang lebih detail Kerna bagian dari mekanisme dan proses tim cyber.
Kriminal
Kakak Tikam Adik hingga Tewas di Makassar, Buron 3 Bulan Ditangkap di Samarinda
Kitasulsel–MAKASSAR Pria bernama Ardi Heriansyah (27) akhirnya ditangkap aparat kepolisian usai menikam adik kandungnya, Ayyub Febriansyah (25), hingga tewas di Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku dibekuk setelah buron hampir tiga bulan.
Penangkapan dilakukan tim Resmob Polda Sulsel bersama jajaran Polsek Bontoala di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (25/2/2026) dini hari.
“Resmob Polda Sulsel bersama Polsek Bontoala melakukan penangkapan pelaku tindak pidana penganiayaan yang menghilangkan nyawa orang lain,” ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, Rabu (25/2/2026).
Dari hasil pemeriksaan, motif pembunuhan dipicu konflik keluarga antara kakak dan adik kandung tersebut. Perselisihan bermula saat korban dituduh membiarkan kamar pelaku dalam kondisi berantakan. Korban yang tersinggung kemudian terlibat perkelahian dengan pelaku.
“Jadi memang antara pelaku dan korban ini adik kakak kandung. Kejadiannya sebetulnya karena sakit hati, ada konflik keluarga,” kata Wawan.
Perkelahian sempat dilerai keluarga. Bahkan, sepekan setelah insiden tersebut, korban mengira persoalan telah selesai.
“Pada saat itu kemudian dilerai oleh keluarganya, hingga satu minggu setelahnya korban berpikiran masalah sudah selesai,” jelasnya.
Namun pelaku ternyata masih menyimpan dendam. Sepekan setelah perkelahian, Ardi mengambil barang-barangnya dari rumah sambil membawa sebilah parang. Ia kemudian mendatangi korban yang tengah makan siang di sebuah warung.
Cekcok kembali terjadi hingga berujung aksi brutal. Pelaku menikam korban sebanyak lima kali.
“Jadi sudah dilakukan perkelahian, kemudian juga ditikam oleh pelaku sebanyak lima tusukan sampai korban meninggal dunia,” tutur Wawan.
Peristiwa berdarah itu terjadi tak jauh dari rumah korban di Jalan Gunung Latimojong, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Senin (1/12/2025) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dari kejaran kakaknya dan bersembunyi di rumah warga. Dalam kondisi luka parah, ia meminta pertolongan.
“Sudah ditusuk, bersimbah darah di sini di belakang pintu. Sempat minta tolong di saya bilang, ‘angkat ka dulu’, minta tolong,” ujar seorang warga, Rafli.
Korban akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara itu, pelaku kini telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.
-
Nasional8 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login