Connect with us

Kriminal

Respon Cepat Unit 2 Perintis Presisi Si Turjawali Atas Aksi Pemuda Meresahkan di Jalan Kandea, Makassar

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Unit 2 Perintis Presisi Si Turjawali Subdit Gasum Dit Samapta Polda Sulsel yang dipimpin oleh Aiptu Syamsul Rijal bergerak cepat merespons laporan viral di media sosial terkait keberadaan sekelompok pemuda yang meresahkan warga di Jalan Kandea, Kota Makassar.

Informasi awal menyebutkan bahwa sekelompok pemuda melakukan aksi pelemparan rumah dan intimidasi terhadap seorang warga bernama Ibu Caroline. Setelah melakukan pemantauan media sosial, tim kepolisian langsung menuju lokasi kejadian untuk memastikan situasi.

Tindakan Cepat di Lapangan

Setibanya di TKP, petugas menemukan sejumlah pemuda yang berada di sekitar lokasi. Diketahui bahwa para pelaku yang diduga terlibat adalah An. Irsan, An. Fatir, dan beberapa rekannya, warga sekitar Jalan Kandea.

BACA JUGA  Polrestabes Ungkap Jaringan Narkoba Internasional

Tim kemudian mengamankan para pelaku serta mendatangi rumah korban guna klarifikasi. Selanjutnya, seluruh terduga pelaku digiring dan diserahkan ke Polsekta Tallo Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

 Komitmen Kepolisian

Pihak Polda Sulsel menegaskan bahwa setiap tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat akan ditindak tegas. Masyarakat diimbau untuk terus berperan aktif melaporkan kejadian serupa, baik melalui kanal resmi maupun media sosial.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kriminal

Kakak Tikam Adik hingga Tewas di Makassar, Buron 3 Bulan Ditangkap di Samarinda

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Pria bernama Ardi Heriansyah (27) akhirnya ditangkap aparat kepolisian usai menikam adik kandungnya, Ayyub Febriansyah (25), hingga tewas di Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku dibekuk setelah buron hampir tiga bulan.

Penangkapan dilakukan tim Resmob Polda Sulsel bersama jajaran Polsek Bontoala di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (25/2/2026) dini hari.

“Resmob Polda Sulsel bersama Polsek Bontoala melakukan penangkapan pelaku tindak pidana penganiayaan yang menghilangkan nyawa orang lain,” ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, Rabu (25/2/2026).

Dari hasil pemeriksaan, motif pembunuhan dipicu konflik keluarga antara kakak dan adik kandung tersebut. Perselisihan bermula saat korban dituduh membiarkan kamar pelaku dalam kondisi berantakan. Korban yang tersinggung kemudian terlibat perkelahian dengan pelaku.

BACA JUGA  Resmob Polda Sulsel Tangkap Pencuri Sound System Masjid di Pangkep, Pelaku Ditembak Saat Berusaha Kabur

“Jadi memang antara pelaku dan korban ini adik kakak kandung. Kejadiannya sebetulnya karena sakit hati, ada konflik keluarga,” kata Wawan.

Perkelahian sempat dilerai keluarga. Bahkan, sepekan setelah insiden tersebut, korban mengira persoalan telah selesai.

“Pada saat itu kemudian dilerai oleh keluarganya, hingga satu minggu setelahnya korban berpikiran masalah sudah selesai,” jelasnya.

Namun pelaku ternyata masih menyimpan dendam. Sepekan setelah perkelahian, Ardi mengambil barang-barangnya dari rumah sambil membawa sebilah parang. Ia kemudian mendatangi korban yang tengah makan siang di sebuah warung.

Cekcok kembali terjadi hingga berujung aksi brutal. Pelaku menikam korban sebanyak lima kali.

“Jadi sudah dilakukan perkelahian, kemudian juga ditikam oleh pelaku sebanyak lima tusukan sampai korban meninggal dunia,” tutur Wawan.

BACA JUGA  Resmob Polda Sulsel Amankan Wanita Diduga Curi Ponsel di Ujung Tanah Makassar

Peristiwa berdarah itu terjadi tak jauh dari rumah korban di Jalan Gunung Latimojong, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Senin (1/12/2025) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dari kejaran kakaknya dan bersembunyi di rumah warga. Dalam kondisi luka parah, ia meminta pertolongan.

“Sudah ditusuk, bersimbah darah di sini di belakang pintu. Sempat minta tolong di saya bilang, ‘angkat ka dulu’, minta tolong,” ujar seorang warga, Rafli.

Korban akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara itu, pelaku kini telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

Continue Reading

Trending