Business
IHSG Berpeluang Menguat, Analis Proyeksikan Bergerak di Kisaran 6.261–6.416
Kitasulsel–JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (21/7/2026) setelah berhasil ditutup menguat pada sesi sebelumnya. Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar.
Pada perdagangan Senin (20/7/2026), IHSG ditutup naik 56,24 poin atau 0,91 persen ke level 6.231,78, mencerminkan optimisme investor terhadap pasar domestik.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.261 hingga 6.416 dengan kecenderungan melanjutkan fase konsolidasi yang konstruktif.
Menurutnya, pasar saham Indonesia masih berupaya mempertahankan momentum bullish harian di tengah minimnya katalis baru dari pasar global.
“Untuk perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, IHSG diproyeksikan bergerak dalam fase konsolidasi konstruktif, mencoba mempertahankan momentum bullish harian di tengah minimnya katalis baru dari pasar global,” ujar Nafan.
Ia menjelaskan, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan pasar. Investor terus mencermati perkembangan konflik yang melibatkan Iran, termasuk potensi gangguan terhadap jalur pelayaran internasional dan pasokan energi dunia.
Selain itu, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat juga menjadi perhatian karena mencerminkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama apabila harga energi tetap tinggi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.
Di sisi lain, sentimen positif masih datang dari dalam negeri. Penegasan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil oleh S&P Global Ratings pada pekan lalu dinilai memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.
Untuk perdagangan hari ini, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham ENRG, MDKA, dan MEDC sebagai pilihan yang layak dicermati investor.
Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG masih akan bervariasi. Dalam skenario positif, indeks berpeluang menguat menuju kisaran 6.450 hingga 6.545 apabila mampu menembus level 6.377.
Namun, apabila tekanan jual meningkat, IHSG dinilai masih berpotensi mengalami koreksi ke area 5.747 hingga 5.935.
MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham yang menarik untuk diperhatikan, yakni AMMN, BIPI, BULL, dan NCKL.
Meski prospek penguatan masih terbuka, para investor diimbau tetap memperhatikan dinamika pasar global dan menerapkan manajemen risiko dalam mengambil keputusan investasi.
Business
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.112, Rupiah Stabil di Rp18.036 per Dolar AS
Kitasulsel–JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada Jumat (17/7/2026) dengan bergerak di zona hijau. Penguatan tipis ini terjadi di tengah pergerakan bursa saham Asia yang cenderung bervariasi.
Berdasarkan data Stockbit pada pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.112,84, naik 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 6.108,21.
Pada awal perdagangan, aktivitas pasar tercatat cukup aktif. Volume transaksi mencapai 685,41 juta lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp382,9 miliar. Sementara frekuensi perdagangan telah menyentuh 74,63 ribu kali transaksi.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau stabil. Rupiah dibuka di level Rp18.036 per dolar AS, sama seperti posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, pergerakan bursa saham di kawasan Asia menunjukkan arah yang beragam. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,74 persen ke level 66.339,85, sedangkan Hang Seng Hong Kong berhasil menguat tipis 0,06 persen ke posisi 25.022,54.
Di China, SSE Composite terkoreksi cukup dalam sebesar 1,38 persen ke level 3.912,38. Adapun Straits Times Index Singapura juga bergerak melemah 0,33 persen ke level 5.521,27.
Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global, termasuk arah kebijakan suku bunga, perkembangan ekonomi dunia, serta dinamika pasar keuangan internasional yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah sepanjang sesi perdagangan hari ini.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login