Connect with us

OLAHRAGA

64 Perahu Katinting Adu Kecepatan di Pangkep, Lintasan 2.700 Meter Jadi Arena Pertarungan

Published

on

KITASULSEL — PANGKEP — Deru mesin memecah suasana pesisir Pangkep. Puluhan perahu katinting melaju kencang, saling kejar di atas lintasan, sementara warga menyaksikan dari sekitar arena.

Sebanyak 64 peserta ambil bagian dalam lomba perahu katinting yang digelar di Arena Sirkuit Pelabuhan Maccini Baji, Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sabtu-Minggu, 29-30 Agustus 2026.

Bukan sekadar adu cepat, perlombaan ini menjadi pertarungan para pembalap perahu dari berbagai daerah. Pesertanya tidak hanya berasal dari wilayah daratan dan kepulauan Pangkep, tetapi juga datang dari Barru, Bone, Wajo, Sinjai hingga Luwu Timur.

Mesin Dipacu, 2.700 Meter Jadi Penentu

Tahun ini lomba memasuki penyelenggaraan tahun kedua dengan dua kelas yang dipertandingkan.

Sebanyak 47 katinting turun di kelas Bebas Underbone Piston 94, sementara 17 peserta lainnya bertarung di kelas Perahu Nelayan Piston 92.

BACA JUGA  Shin Tae-yong Matangkan Persiapan Timnas Indonesia

Lintasannya pun tidak pendek. Para peserta harus menempuh jalur lurus sepanjang 900 meter, kemudian melewati tiga kali putaran tikungan dengan total jarak mencapai 2.700 meter.

Di lintasan seperti ini, kecepatan saja tidak cukup. Pembalap harus mampu menjaga kendali perahu ketika memasuki tikungan dan tetap mempertahankan laju hingga garis akhir.

Suara mesin yang meraung dan perahu yang melaju beriringan membuat kawasan pelabuhan berubah menjadi arena balap yang penuh adrenalin.

Hadiah Mesin Katinting dan Uang Rp21 Juta

Persaingan semakin menarik karena panitia menyiapkan hadiah bagi para peserta terbaik.

Pemenang akan memperebutkan satu unit mesin katinting 500 CC, uang tunai dengan total Rp21 juta, serta sertifikat bagi juara pertama hingga keempat di masing-masing kelas.

Bagi peserta, hadiah tentu menjadi salah satu motivasi. Namun, ada kebanggaan lain yang ikut dipertaruhkan, yakni menjadi yang tercepat di lintasan dan membawa nama daerah masing-masing.

BACA JUGA  Pelatih PSBS Biak Juan Esnaider Sesumbar Kantongi Kekuatan PSM Makassar

Kehadiran peserta dari sejumlah kabupaten membuat lomba tahun ini terasa lebih terbuka. Pangkep tidak hanya berhadapan dengan pembalap lokal, tetapi juga peserta yang datang membawa pengalaman dan kemampuan dari daerah lain.

Bukan Cuma Balapan

Di balik deru mesin dan persaingan di lintasan, lomba ini juga membawa misi mempertahankan tradisi masyarakat pesisir.

Panitia menyebut kegiatan tersebut digelar melalui kerja sama warga pesisir Pangkep dan Pemerintah Kecamatan Labakkang. Selain menjadi hiburan, lomba diharapkan ikut menghidupkan kembali olahraga tradisional sekaligus memperkuat budaya bahari masyarakat setempat.

Potensi wisata bahari Pangkep juga ikut mendapat panggung. Kawasan pesisir dan kepulauan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat diperkenalkan melalui sebuah event yang mampu menarik perhatian warga dari luar daerah.

Panitia bahkan berharap lomba tersebut bisa terus digelar setiap tahun dan berkembang menjadi open race dengan skala yang lebih besar.

BACA JUGA  Debut Real Madrid, Fans Tak Menyangka Kylian Mbappe Seperti Ini

Pesisir Pangkep Berubah Jadi Arena Balap

Bagi warga pesisir, perlombaan ini bukan sekadar tontonan. Ada hiburan, kebanggaan dan kesempatan memperlihatkan tradisi bahari yang masih hidup.

Peserta dari Tim Rafi Racing, Rusli, juga berharap lomba serupa dapat terus digelar setiap tahun karena menjadi hiburan bagi masyarakat, khususnya para nelayan di kawasan pesisir.

Dengan puluhan peserta, dua kelas pertandingan dan lintasan sepanjang 2.700 meter, persaingan di Maccini Baji pun menjadi salah satu tontonan berbeda dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.

64 perahu turun ke lintasan, mesin dipacu, tikungan menjadi ujian dan garis finis menjadi penentu. Pangkep pun punya cara sendiri merayakan kemerdekaan: bukan hanya dengan upacara, tetapi dengan membuat pesisirnya bergemuruh oleh adu cepat perahu katinting.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending