Connect with us

Nasional

ESDM Kirim 48 Genset untuk Dukung Layanan Kesehatan Korban Gempa NTT

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan sebanyak 48 unit generator set atau genset untuk mendukung operasional fasilitas kesehatan di wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut difokuskan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, terutama di puskesmas dan tenda-tenda pengobatan yang masih mengalami keterbatasan pasokan listrik pascagempa.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan puluhan genset itu akan segera disalurkan ke daerah-daerah yang terdampak bencana.

“Kementerian ESDM kirim 48 genset untuk tenda-tenda puskesmas untuk pengobatan, dan mereka tidak ada genset,” ujar Bahlil dalam keterangannya yang dikonfirmasi ANTARA dari Badung, Bali, Kamis.

BACA JUGA  Menag Nasaruddin Umar Beri Pesan Khusus kepada 119 Guru Besar Baru: Hadirkan Dampak Nyata bagi Bangsa

Sebanyak 48 genset tersebut rencananya disalurkan ke tujuh kabupaten terdampak gempa. Selain bantuan peralatan kelistrikan, Kementerian ESDM bersama pelaku usaha di sektor energi dan sumber daya mineral juga telah mendirikan sekitar 30 posko tanggap darurat.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa penanganan darurat, termasuk menjaga agar pelayanan kesehatan di wilayah terdampak tetap berjalan.

Bahlil menyampaikan kesiapan dukungan sektor energi tersebut saat mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau Lapangan Berdikari di Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan duka cita kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana gempa bumi.

“Saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana, ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya,” kata Prabowo.

BACA JUGA  Mendes Yandri Pastikan Kopdes Merah Putih Tidak Matikan Warung Kecil dan BUMDes

Presiden juga memastikan pemerintah terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak dan mengirimkan berbagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dukungan pemerintah tidak hanya difokuskan pada proses pencarian dan penyelamatan serta penanganan korban, tetapi juga pemulihan layanan dasar seperti kesehatan, energi, dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (25/8), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut telah mencapai 103 orang.

Pemerintah hingga kini masih melanjutkan penanganan darurat di sejumlah wilayah terdampak. Bantuan logistik, layanan kesehatan, kebutuhan energi, serta dukungan bagi para pengungsi terus dikerahkan untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascagempa.

BACA JUGA  Siapkan Generasi Adaptif dan Kreatif, Menag Akan Kembangkan Gerakan Kepramukaan Madrasah
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending