Connect with us

Nasional

Lagi Ramai! Ubi Disebut Bisa Padamkan Api, Hoaks atau Fakta? Ternyata APAR Singkong Sudah Ditemukan Sejak 2003

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — Media sosial tengah ramai membahas tepung ubi atau singkong yang disebut bisa membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gagasan yang belakangan disebut “ubi bombing” ini mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto meminta inovasi tersebut diteliti dan diuji lebih lanjut.

Gagasan itu dibahas dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahan berbentuk tepung tersebut merupakan temuan anggota Babinsa di Lubuklinggau.

Bahan tersebut disebut berpotensi membantu mencegah penyebaran maupun memadamkan api pada tahap awal. Namun, efektivitasnya untuk kebakaran dalam skala besar masih harus dibuktikan melalui penelitian dan uji lapangan.

Ternyata Bukan Pertama Kali Singkong Jadi Bahan Pemadam

Jauh sebelum istilah “ubi bombing” ramai pada 2026, Indonesia sudah memiliki inovasi APAR berbahan kulit singkong.

Sosok di balik inovasi tersebut adalah Aryanto Misel, warga Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ia mengaku mulai mengembangkan APAR organik berbahan kulit singkong sekitar 2003.

BACA JUGA  Menag Resmikan Ruang Kelas Baru Madrasah dan Gedung KUA di Papua Barat, Perkuat Layanan Pendidikan dan Keagamaan

Ide tersebut bermula dari eksperimen bahan antikarat untuk rantai sepeda motor. Aryanto mengaku melihat api pembakaran sampah padam setelah terkena salah satu bahan eksperimennya. Dari kejadian itu, ia kemudian melakukan berbagai percobaan hingga mengembangkan bahan pemadam berbasis kulit singkong.

Aryanto menyebut potassium sitrat sebagai salah satu komponen yang menurutnya berperan dalam proses pemadaman. Bahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi APAR dengan nitrogen sebagai pendorong.

Pada 2022, Aryanto mengklaim produknya telah terjual sekitar 6.000 unit.

Ada Penelitian Ilmiahnya

Pemanfaatan kulit singkong sebagai bahan pemadam juga telah masuk dalam penelitian akademik.

Penelitian IPB pada 2024 menguji bubuk kulit singkong sebagai bahan komplementer dry chemical powder pada APAR. Salah satu formulasi campuran mampu memadamkan api dalam waktu sekitar 15 detik.

BACA JUGA  Menkum Supratman Akan Pelajari Putusan MK Soal Anggaran MBG, Hasilnya Dilaporkan ke Presiden

Namun, hasil tersebut tidak berarti tepung singkong biasa otomatis dapat menggantikan APAR. Yang diuji adalah bubuk kulit singkong yang telah diproses dan diformulasikan dalam kondisi tertentu.

Artinya, kemampuan pemadaman bukan sekadar karena bahan tersebut berasal dari singkong, melainkan ditentukan oleh formulasi, ukuran partikel, tekanan, cara penyebaran dan jenis kebakaran.

Jadi, Ubi Bisa Padamkan Api?

Bukan hoaks, tetapi juga tidak sesederhana yang terlihat dalam video viral.

Ada penelitian dan inovasi yang menunjukkan potensi bahan berbasis singkong sebagai media pemadam. Namun, “ubi bombing” dan APAR kulit singkong merupakan dua pengembangan yang berbeda.

APAR karya Aryanto Misel menggunakan bahan yang telah diproses dan ditempatkan dalam tabung bertekanan. Sementara “ubi bombing” merupakan gagasan penggunaan bahan berbentuk tepung untuk menangani karhutla dalam skala lebih luas.

Karena itu, masih banyak hal yang harus dibuktikan, mulai dari seberapa efektif bahan tersebut terhadap api di lahan, berapa banyak yang dibutuhkan, bagaimana pengaruh angin, hingga keamanan terhadap lingkungan dan masyarakat.

BACA JUGA  Kemenag: ITC 2025 Wujud Nyata Kontribusi Umat Buddha Perkokoh Karakter Bangsa

Masyarakat juga perlu berhati-hati. Tepung atau serbuk berbasis pati bukan otomatis aman dari risiko terbakar dalam kondisi tertentu, sehingga tidak disarankan melakukan percobaan sendiri dengan menaburkan tepung ke kobaran api.

Pada akhirnya, fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana singkong yang selama ini identik dengan pangan dan limbah dapat dikembangkan menjadi bagian dari inovasi teknologi pemadam kebakaran.

Jadi, apakah ubi bisa memadamkan api? Ada dasar penelitian dan inovasinya. Tetapi tepung singkong biasa belum dapat disebut sebagai pengganti APAR maupun water bombing.

Untuk keselamatan, masyarakat tetap dianjurkan menggunakan APAR yang sesuai standar dan menyerahkan penanganan kebakaran besar kepada petugas yang memiliki peralatan serta prosedur yang tepat.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending