Connect with us

NEWS

Kabut Asap Karhutla Riau Picu Ratusan Kasus ISPA, Pekanbaru Tertinggi

Published

on

Kitasulsel–PEKANBARU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat ratusan warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah meluasnya paparan asap.

Berdasarkan data sementara, jumlah warga terdampak ISPA mencapai sekitar 800 orang. Namun, dalam pembaruan data terakhir, angka tersebut disebut telah meningkat menjadi 860 warga.

Kota Pekanbaru tercatat sebagai daerah dengan jumlah penderita terbanyak. Sedikitnya 325 kasus ISPA ditemukan di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Rionaldo Pratama, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan. Sebaran kabut asap akibat kebakaran lahan, termasuk di kawasan gambut, dilaporkan masih terjadi di sejumlah kabupaten dan kota.

BACA JUGA  Lestari Moerdijat: Kesetaraan Perempuan Merupakan Agenda Peradaban Bangsa

“Warga diimbau menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah guna meminimalkan risiko terpapar polusi asap,” kata Rionaldo, Selasa (25/8).

Dalam sepekan terakhir, kabut asap dengan kondisi cukup pekat dilaporkan masih melingkupi dua wilayah, yakni Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir.

Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Selain menggunakan masker, warga diminta mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air minum, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan paparan asap.

“Kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker jika keluar rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Sementara itu, ancaman karhutla di Riau masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Riau mencapai 447 titik.

BACA JUGA  Kebersamaan Tanpa Sekat, Rusdi Masse Berbuka dan Berbagi kepada Ribuan Warga Pinrang

Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak. Kondisi tersebut memperbesar risiko meluasnya kebakaran dan bertambahnya dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Pemerintah dan seluruh pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas serta kondisi kualitas udara. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, atau gangguan pernapasan lainnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending