Makassar
Lurah Jangan Cuma Duduk Manis Terima Laporan, Appi Tegaskan Harus Aktif Turun ke RT/RW
KITASULSEL — MAKASSAR — Lurah diminta tidak hanya menjalankan tugas dari balik meja dan menunggu laporan dari bawah. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya jajaran lurah untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat dan memastikan pelayanan berjalan sebagaimana mestinya.
Lurah merupakan salah satu ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. Karena itu, keberadaan lurah seharusnya tidak hanya terlihat ketika ada agenda resmi di kantor kelurahan, tetapi juga aktif turun ke lingkungan RT dan RW.
Lurah diharapkan ikut melihat langsung kegiatan masyarakat, menghadiri agenda di tingkat RT/RW, memantau kondisi lingkungan, mendengar keluhan warga serta berkomunikasi dengan para ketua RT dan RW. Dengan turun langsung, berbagai persoalan dapat diketahui lebih cepat tanpa harus selalu menunggu laporan berjenjang.
Jangan sampai lurah hanya duduk manis di kantor, menerima laporan lalu meneruskannya. Pemimpin wilayah harus tahu kondisi masyarakatnya secara langsung.
Keaktifan lurah juga penting dalam membangun hubungan dengan perangkat kewilayahan. RT dan RW merupakan bagian penting dalam membantu pemerintah menjalankan berbagai program sekaligus menjadi penghubung pertama dengan masyarakat.
Karena itu, perhatian terhadap RT juga tidak boleh diabaikan. Para ketua RT yang menjalankan tugas di lapangan harus mendapatkan dukungan dan hak mereka secara baik. Insentif atau gaji RT jangan sampai ditahan-tahan tanpa kejelasan. Jika terdapat kendala administrasi, harus ada penjelasan dan kepastian kapan hak tersebut dapat diterima.
RT bukan sekadar perangkat pelengkap. Mereka bekerja langsung menghadapi masyarakat, mulai dari pendataan warga, penyampaian informasi pemerintah, membantu persoalan lingkungan hingga merespons kebutuhan warga sehari-hari.
Begitu pula lurah. Jabatan tersebut bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah untuk memastikan pemerintahan benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Warga tentu lebih membutuhkan pemimpin wilayah yang mudah ditemui, mau turun melihat kondisi lapangan dan cepat merespons persoalan, dibanding pejabat yang hanya aktif ketika menerima laporan.
Lurah harus hadir, RT dan RW harus diperkuat, sementara hak para perangkat kewilayahan harus dipastikan. Pemerintahan yang baik bukan hanya soal laporan yang selesai di atas kertas, tetapi bagaimana warga merasakan langsung kehadiran pemerintah di lingkungan mereka.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login