Connect with us

Luwu Timur

Cerita Sukses UMKM di Program Sabtu Sehat Juara, Pendapatan Meningkat Setiap Pekan

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Sejak program Sabtu Sehat Juara (SSJ) diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, masyarakat merasakan perubahan positif yang nyata, tidak hanya dalam menjalani gaya hidup lebih sehat, tetapi juga pada peningkatan pendapatan para pelaku UMKM setempat.

‎Hal ini disampaikan oleh Ibu Rita, salah satu pelaku UMKM yang berhasil menjadikan program ini sebagai peluang usaha dengan menjaga cita rasa dan kualitas produknya sejak program SSJ dimulai hingga Sabtu (04/10/2025).

‎Saat dikonfirmasi, Ia mengatakan bahwa produknya selalu diminati dan hampir selalu habis terjual setiap Sabtu.

‎“Alhamdulillah, sejak mengikuti program Sabtu Sehat Juara, produk saya selalu laris dan Ini saya jadikan sebagai pendapatan mingguan. Ini bukan sekadar soal keuntungan, tapi juga kebanggaan bisa ikut berkontribusi memeriahkan program pemerintah,” Ujar Rita.

BACA JUGA  Bupati Irwan Berkurban 18 Ekor Sapi, Ajak ASN dan OPD Teladani Semangat Berbagi

‎”Kemudian, terkait renovasi penambahan area food court, menurut saya sangat bagus karena nantinya para pelaku UMKM bisa berjualan dengan lebih teratur, dan tertib dengan adanya stand masing-masing,” imbuhnya.

‎Kisah Ibu Rita menjadi gambaran bagaimana program SSJ bukan hanya sebagai ruang berjualan, tetapi juga sebagai sarana memperoleh tambahan penghasilan dengan berolahraga dan berjualan.

‎Sementara, salah satu peserta SSJ asli Masamba bernama Ismi mengaku program ini bisa menjadi salah satu sumber motivasi bagi dirinya dan peserta lainnya untuk terus berolahraga dan kulineran.

‎”saya sendiri sangat antusias apalagi kita datang olahraga dan liat jajanan yang kebanyakan adalah makanan sehat, tentunya ini menjadikan saya tambah semangat,” ungkap Ismi.

BACA JUGA  Buka Acara Panen Kebun Berkah, Bupati Irwan Siap Majukan Sektor Pertanian

‎Melalui program ini, UMKM lokal tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat menuju hidup yang lebih sehat dan penuh harapan. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Buka Acara Panen Kebun Berkah, Bupati Irwan Siap Majukan Sektor Pertanian

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Irwan Tekankan Optimalisasi Pelayanan Kepada Masyarakat

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Kerjasama P2KP Unhas Gelar Bimtek Analisis Kebutuhan Diklat

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending