Connect with us

NEWS

Pulang dari Tanah Suci, 317 Jamaah Annur Travel dan JRW Sujud Syukur di Sidrap

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Sebanyak 317 jamaah umrah Annur Travel dan JRW tiba di Mesjid Agung Sidrap, Sulawesi Selatan, Jumat malam, setelah menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci. Kedatangan jamaah disambut keluarga dan masyarakat dengan suasana penuh haru.

Sejak selepas Magrib, pelataran Mesjid Agung Sidrap dipadati keluarga penjemput. Tangis bahagia dan pelukan erat mengiringi langkah para jamaah yang baru kembali dari Baitullah. Suasana yang oleh masyarakat Bugis dikenal sebagai “masumange na maroa”—penuh keharuan dan ramai—terasa menyelimuti area masjid.

Selain menjadi momen emosional bagi keluarga, kedatangan ratusan jamaah juga membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar. Sejumlah pedagang kecil tampak memadati kawasan masjid, menjajakan aneka makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya. Keramaian penjemput dan jamaah turut menggerakkan perputaran rezeki masyarakat setempat.

BACA JUGA  400 Lebih Jamaah Annur Travel dan JRW Siap Ikuti Manasik Umrah Jelang Keberangkatan 19 Januari 2026

Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dan tertib. Acara diakhiri dengan sujud syukur sebagai ungkapan rasa terima kasih atas keselamatan selama perjalanan, sebelum jamaah secara resmi diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Manajemen Annur Travel dan JRW menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan jamaah, serta mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Sidrap.

Kepulangan 317 jamaah ini menjadi penutup perjalanan ibadah yang tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga menghadirkan kebersamaan sosial dan keberkahan bagi lingkungan sekitar Mesjid Agung Sidrap.

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Tujuh Pelaku Pengeroyokan di Pantai Losari Ditangkap, Sempat Konvoi Bawa Sajam

Published

on

Kitasulsel–Makassar,  – Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan berhasil mengamankan tujuh pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap seorang warga di Pantai Losari. Para pelaku bahkan sempat melakukan konvoi di jalan raya sambil membawa senjata tajam, sehingga meresahkan masyarakat.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu malam, 25 April 2026, saat korban tengah berada di kawasan Pantai Losari. Secara tiba-tiba, korban didatangi oleh sekelompok pelaku dan langsung mengalami aksi kekerasan secara bersama-sama.

Korban dipukul berulang kali pada bagian wajah hingga mengalami luka di pelipis. Tidak hanya itu, korban juga dipaksa naik ke sepeda motor milik para pelaku dan dibawa berkeliling ke sejumlah lokasi di Kota Makassar, termasuk kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga dan sekitar Pantai Akkarena.

BACA JUGA  400 Lebih Jamaah Annur Travel dan JRW Siap Ikuti Manasik Umrah Jelang Keberangkatan 19 Januari 2026

Di lokasi-lokasi tersebut, aksi kekerasan kembali terjadi. Para pelaku secara bergantian terus melakukan pemukulan terhadap korban.

Aksi brutal ini akhirnya terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait konvoi geng motor yang membawa senjata tajam serta mengancam pengguna jalan.

Tim Unit 5 Resmob Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sulsel yang dipimpin oleh AKP Wawan Suryadinata langsung bergerak melakukan pengejaran. Satu pelaku pertama berhasil diamankan di kawasan Jalan Urip Sumoharjo.

Dari hasil interogasi, polisi kemudian mengembangkan kasus dan berhasil menangkap enam pelaku lainnya di sejumlah lokasi berbeda, termasuk di sebuah penginapan di Jalan Lasinrang, Makassar.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya ketapel, mata busur, beberapa unit sepeda motor, serta lima unit telepon genggam.

BACA JUGA  433 Visa Jamaah Annur Travel dan JRW Rampung, Jamaah Siap Diberangkatkan Menuju Baitullah

Kanit Unit 1 Resmob Polda Sulsel, Arsyad Samosir, menyebut ketujuh pelaku tergabung dalam kelompok geng motor yang kerap melakukan penyerangan terhadap warga di sejumlah lokasi di Makassar.

“Ketujuh orang ini tergabung di suatu kelompok geng motor yang kadang melakukan penyerangan di suatu tempat atau ke warga setempat,” ujar Aiptu Arsyad Samosir.

Saat ini, ketujuh pelaku bersama barang bukti telah diserahkan ke Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta jaringan kelompok geng motor yang lebih luas di wilayah tersebut.

Continue Reading

Trending