Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Peringati Hari Kartini, PKK Luwu Timur Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis di 18 Puskesmas

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan perempuan, Pokja IV Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan menghadirkan layanan deteksi dini Kanker Serviks melalui metode HPV DNA dan IVA Test secara gratis.

Kegiatan ini dipusatkan di Puskesmas Malili, Selasa (21/04/2026), dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026 dengan tema “Perempuan Sehat, Generasi Hebat.”

Tak hanya berlangsung di Malili, layanan ini juga dilaksanakan serentak di 11 kecamatan dan 18 puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur tanpa dipungut biaya.

Ketua Bidang IV TP PKK Luwu Timur, Kiki Febriani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong deteksi awal kanker serviks melalui skrining pra-kanker, sehingga gejala dapat diketahui sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Buka Puasa Bersama Warga Desa Baruga, Tekankan Indahnya Berbagi dan Gotong Royong

“Kegiatan ini juga bertujuan menurunkan angka kematian akibat keterlambatan penanganan, memberikan intervensi secara tepat waktu, serta meningkatkan pengetahuan perempuan terkait kesehatan reproduksi dan pentingnya deteksi dini,” jelasnya.

Melalui program ini, peserta dapat mengetahui hasil pemeriksaan secara cepat (real time) serta memperoleh kemudahan layanan karena dilakukan secara gratis. Jika ditemukan indikasi mencurigakan, maka langkah pencegahan maupun penanganan dapat segera dilakukan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris TP PKK Asriani yang mewakili Ketua TP PKK, Ketua Pokja IV dr. Irmawati, serta jajaran pengurus lainnya.

Di tingkat kecamatan, kegiatan ini juga melibatkan Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua TP PKK Desa, serta pengurus Pokja IV yang berperan aktif dalam menyukseskan program.

BACA JUGA  SSJ Kembali Semarak Usai Lebaran, Warga Luwu Timur Padati BBG

Menariknya, para pengurus TP PKK dari berbagai tingkatan turut ambil bagian langsung dengan mengikuti pemeriksaan sebagai bentuk dukungan terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan kesehatan reproduksi perempuan di Kabupaten Luwu Timur semakin meningkat, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa mendatang.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Dinkes Luwu Timur Verifikasi 20 Desa dan Kelurahan untuk Wujudkan Program STBM Tingkat Kabupaten

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR — Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur menginisiasi pelaksanaan verifikasi lapangan terhadap 20 desa dan kelurahan dalam upaya mewujudkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tingkat kabupaten. Kegiatan tersebut melibatkan tim gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Juni serta 17–18 Juni 2026.

Pelaksanaan verifikasi lapangan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, yang juga bertindak sebagai Ketua I Tim Verifikator. Sementara Ketua II Tim Verifikator dipimpin oleh Dr. Syaifullah. Keduanya hadir mewakili Bupati Luwu Timur dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026).

Dalam sambutannya, Dr. Syaifullah menegaskan bahwa pencapaian status Desa STBM bukanlah sesuatu yang dapat diraih secara instan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama, semangat gotong royong, dan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni.

BACA JUGA  SSJ Kembali Semarak Usai Lebaran, Warga Luwu Timur Padati BBG

“Ini adalah buah dari komitmen, gotong royong, dan kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih layak huni bagi anak cucu kita,” ujar Syaifullah.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran tim verifikator di lapangan bertujuan memastikan implementasi lima pilar STBM berjalan secara berkelanjutan dan konsisten di tengah masyarakat. Selain itu, proses verifikasi dilakukan untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi nyata di lapangan.

“Target kita bukan sekadar sertifikat atau status lulus, melainkan terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari penyakit berbasis lingkungan,” tambahnya.

Syaifullah juga berharap seluruh proses verifikasi dapat berjalan secara transparan. Berbagai temuan yang diperoleh selama peninjauan lapangan diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program sanitasi di masa mendatang.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Hadirkan Dokter Spesialis di Bantilang dan Mahalona, Warga Kini Tak Perlu Jauh Berobat

Dalam pelaksanaannya, tim verifikasi dibagi menjadi dua kelompok. Setiap tim akan mengambil sampel pada 20 rumah tangga di masing-masing desa dan kelurahan yang diverifikasi. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan di lingkungan kantor pemerintah desa dan sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Tim verifikator melibatkan sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, antara lain Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Tarkim), serta Dinas Sosial dan P3A.

Kegiatan verifikasi turut dihadiri para kepala desa, kepala puskesmas, kepala sekolah, ketua BPD, petugas sanitarian, tenaga promosi kesehatan puskesmas, kepala dusun, ketua RT/RW, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat. Hadir pula perwakilan TP PKK tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, pengurus forum kecamatan, Pokja Desa Sehat, serta Tim Kerja STBM.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Perkuat Layanan SAR, Dukung Penambahan Kapal dan Personel Basarnas

Melalui verifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap semakin banyak desa dan kelurahan yang mampu memenuhi indikator STBM secara berkelanjutan, sehingga kualitas kesehatan lingkungan masyarakat dapat terus meningkat dan mendukung pembangunan daerah yang sehat serta berdaya saing.

Continue Reading

Trending