Connect with us

NEWS

Cemburu Buta Berujung Maut, Resmob Polda Sulsel Ungkap Pembunuhan Wanita di Mulia House Makassar

Published

on

Kitasulsel–Makassar — Kerja cepat aparat kepolisian kembali membuahkan hasil. Unit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Selatan bersama tim Jatanras Polrestabes Makassar dan Polsek Rappocini berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang perempuan yang ditemukan tewas di sebuah kamar penginapan di Kota Makassar.

Korban diketahui berinisial MA (40), seorang ibu rumah tangga asal Kabupaten Kepulauan Selayar. Ia ditemukan meninggal dunia di kamar 401 Mulia House yang berlokasi di Jalan S. Saddang Baru No. 11A, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Makassar, pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 Wita.

Penemuan jasad korban sempat menggegerkan warga sekitar dan pihak penginapan. Pasalnya, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan darah keluar dari bagian hidung dan mulutnya. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.

Bermula dari Kecurigaan Pegawai Penginapan

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diketahui telah check in di Mulia House sejak 17 Mei 2026 bersama seorang pria yang identitasnya hingga kini masih didalami penyidik.

Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kasus tersebut mulai terungkap setelah pihak penginapan merasa curiga lantaran korban tidak pernah terlihat keluar kamar selama beberapa hari.

BACA JUGA  Kebersamaan Tanpa Sekat, Rusdi Masse Berbuka dan Berbagi kepada Ribuan Warga Pinrang

“Korban sudah melewati batas waktu sewa kamar, namun tidak ada aktivitas sama sekali dari dalam kamar. Karyawan penginapan kemudian melakukan pengecekan melalui jendela dan menemukan korban dalam keadaan terlentang serta tidak bergerak,” ungkap AKP Wawan kepada wartawan.

Melihat kondisi tersebut, pihak penginapan segera melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian. Tim gabungan dari Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Polsek Rappocini langsung turun ke lokasi melakukan penyelidikan intensif.

Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Dari hasil penyelidikan dan pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi terduga pelaku berinisial EB (40), seorang karyawan swasta yang berdomisili di Jalan Kejayaan Selatan Blok K/255, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Pelaku berhasil diamankan di rumahnya pada Rabu malam (20/5/2026), kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan.

Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan. Polisi kemudian membawa pelaku ke Posko Resmob Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA  Menag Prof Nasaruddin Umar Hadiri Diest Natalis UIN Alauddin Makassar Ke 59

Menurut AKP Wawan, pelaku akhirnya mengakui seluruh perbuatannya saat diinterogasi penyidik.

Racik Obat ke Dalam Air Mineral

Dalam pemeriksaan, EB mengaku telah mencampurkan empat butir obat asam mefenamat yang dihancurkan ke dalam air mineral yang diminum korban.

Obat tersebut diduga sengaja diberikan kepada korban dengan tujuan membuat korban tak berdaya. Namun kondisi korban justru memburuk hingga akhirnya meninggal dunia di dalam kamar penginapan.

“Pelaku memberikan minuman yang telah dicampur obat saat korban baru bangun tidur,” jelas AKP Wawan.

Setelah memberikan minuman tersebut, pelaku meninggalkan lokasi. Keesokan harinya, ia kembali mendatangi penginapan dan mencoba melihat kondisi korban dari luar jendela kamar.

“Pelaku melihat korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri, namun ia tidak melapor dan memilih pergi meninggalkan lokasi,” lanjutnya.

Motif Cemburu

Dari hasil pendalaman sementara, polisi mengungkap bahwa motif utama pelaku melakukan aksinya diduga karena dilatarbelakangi rasa cemburu.

Pelaku mengaku sakit hati setelah mengetahui korban menjalin hubungan asmara dengan pria lain. Emosi dan rasa cemburu tersebut diduga menjadi pemicu hingga akhirnya pelaku nekat melakukan tindakan yang berujung hilangnya nyawa korban.

BACA JUGA  Sah! DPRD Sulsel Tetapkan Perda Tata Tertib Periode 2024-2029

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan fakta bahwa pelaku sempat mencari informasi melalui mesin pencarian Google terkait efek overdosis obat sebelum melakukan aksinya.

“Pelaku sempat mencari tahu efek overdosis obat di internet. Namun ia mengaku baru mengetahui korban meninggal dunia setelah dirinya diamankan polisi,” kata AKP Wawan.

Jenazah Dibawa ke RS Bhayangkara

Usai dilakukan olah TKP, jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Sementara itu, pelaku kini telah diserahkan ke Polsek Rappocini untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan lebih lanjut terkait kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” tutup AKP Wawan.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Makassar dan kembali menjadi pengingat akan pentingnya penyelesaian konflik secara bijak tanpa tindakan kekerasan yang berujung fatal. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan tindakan yang melanggar hukum karena dapat berakibat fatal dan merugikan banyak pihak.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak, Lima Mobil Damkar Dikerahkan

Published

on

Kitasulsel–ACEHTIMUR — Sebuah sumur minyak tradisional milik warga di Gampong Lhok Lemak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, dilaporkan meledak pada Minggu (5/7) sekitar pukul 13.30 WIB. Ledakan tersebut memicu kebakaran yang menghanguskan area di sekitar lokasi sumur.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Aceh Timur, AKP Novrizaldi, mengatakan sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api.

“Belum diketahui penyebab pasti kebakaran akibat ledakan sumur minyak tersebut,” ujar Novrizaldi.

Selain melakukan upaya pemadaman, aparat kepolisian juga mengisolasi area sekitar sumur minyak guna mencegah penyebaran api dan mengantisipasi risiko yang dapat membahayakan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA  Sah! DPRD Sulsel Tetapkan Perda Tata Tertib Periode 2024-2029

“Berdasarkan laporan Camat Darul Ihsan, sampai saat ini belum ada informasi korban jiwa dalam kebakaran sumur minyak yang dikelola masyarakat secara tradisional,” kata Iskandar.

Ia menambahkan, kobaran api yang sebelumnya sempat merambat ke lahan milik warga kini mulai berhasil dikendalikan. Saat ini, api hanya terpusat di sekitar lubang sumur minyak yang menjadi titik ledakan.

Menurut Iskandar, personel Polres Aceh Timur telah disiagakan di lokasi untuk mengamankan area kebakaran sekaligus memastikan proses penanganan berjalan dengan aman.

Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran masih terus memantau perkembangan situasi. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

BACA JUGA  Edukasi PHBI dan Penyebaran Penyakit Menular, PDUI Sulsel Gelar TOT Bareng Guru UKS di Makassar
Continue Reading

Trending