Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Jelang Idul Adha, Hewan Kurban di Towuti Luwu Timur Capai 603 Ekor

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Menjelang Hari Raya Idul Adha, semangat masyarakat untuk berkurban di Towuti terlihat begitu tinggi. Bahkan sebelum hari pelaksanaan Idul Adha, jumlah hewan kurban yang terdata di kecamatan tersebut telah mencapai 603 ekor.

Berdasarkan data sementara per Senin (25/5/2026), jumlah hewan kurban terdiri atas 593 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan se-Kecamatan Towuti.

Tingginya jumlah hewan kurban ini menunjukkan besarnya antusiasme dan kepedulian masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap sesama.

Selain itu, capaian tersebut juga mencerminkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Towuti yang dinilai cukup baik.

BACA JUGA  PSN Lampia Buka Harapan Lapangan Kerja, Aparat Kawal Proses Land Clearing

Jumlah hewan kurban diperkirakan masih akan terus bertambah hingga menjelang hari pelaksanaan Idul Adha, mengingat masih terdapat hewan kurban yang belum terdata serta warga yang berencana menyusul berkurban dalam beberapa hari ke depan.

Ketua LPTQ Kecamatan Towuti sekaligus Koordinator Dakwah YPRI Towuti, Ustadz Yusnar, mengungkapkan bahwa data sementara tersebut diperoleh dari laporan kepala desa dan pengurus masjid di masing-masing wilayah.

“Data ini berdasarkan informasi yang kami terima dari kepala desa dan juga dari masjid-masjid yang ada di setiap desa dan kelurahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh hewan kurban nantinya akan disembelih di desa dan masjid masing-masing sesuai lokasi pengumpulan hewan kurban.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Ikuti Talkshow Nasional, Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Berintegritas

Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Towuti dalam menyambut Hari Raya Idul Adha menjadi bukti bahwa nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial masih terus tumbuh serta terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat.

Masyarakat pun berharap seluruh rangkaian ibadah kurban tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Kecamatan Towuti.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Teken Penetapan LP2B, Irwan Bachri Syam Tegaskan Komitmen Lindungi Lahan Pertanian

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri Rapat Koordinasi Finalisasi Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (9/7/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia mengenai percepatan penetapan LP2B di seluruh kabupaten/kota. Pemerintah daerah didorong menetapkan sedikitnya 87 persen luas lahan baku sawah (LBS) sebagai LP2B untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam kegiatan itu, Bupati Irwan Bachri Syam bersama seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menandatangani Berita Acara Penetapan LP2B yang disaksikan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN RI, Nusron Wahid, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN.

Selain penandatanganan berita acara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyerahkan dokumen peta LP2B secara simbolis kepada Bupati Luwu Timur bersama perwakilan pemerintah kabupaten/kota lainnya sebagai bagian dari proses penetapan kawasan pertanian yang akan dilindungi secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Ikuti Talkshow Nasional, Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Berintegritas

Usai kegiatan, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam percepatan penetapan LP2B. Langkah ini bukan hanya untuk melindungi lahan sawah, tetapi juga sebagai upaya menjaga masa depan pertanian dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujar Irwan.

Ia juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar segera menyusun langkah strategis dan memperkuat koordinasi dalam menjaga kawasan LP2B, sekaligus mendorong penambahan luas lahan yang dilindungi.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa penetapan LP2B merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan di tengah meningkatnya alih fungsi lahan pertanian.

BACA JUGA  PSN Lampia Buka Harapan Lapangan Kerja, Aparat Kawal Proses Land Clearing

Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan melalui penguatan regulasi, penataan ruang, serta perlindungan terhadap lahan pertanian produktif.

“Komitmen ini akan diperkuat melalui penandatanganan berita acara penetapan LP2B sebagai bentuk kepastian hukum dalam perlindungan lahan pertanian,” katanya.

Meski demikian, Andi Sudirman mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasi di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten/kota diminta mempercepat penyusunan regulasi daerah dan memperkuat sinergi lintas sektor agar target nasional dapat tercapai.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN RI, Nusron Wahid, menegaskan bahwa percepatan penetapan LP2B merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk melindungi lahan sawah sekaligus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.

Menurut Nusron, pembangunan nasional membutuhkan ketersediaan tanah dan ruang, namun tetap harus menjaga keseimbangan ekosistem serta mengendalikan alih fungsi lahan pertanian.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Serahkan Bantuan Kartu Lansia 2026, Jumlah Penerima Naik Jadi 4.000 Orang

“Hingga saat ini capaian nasional baru sekitar 57 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 87 persen pada 2029. Karena itu dibutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah melalui integrasi LP2B ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Luwu Timur, Raksan, mengungkapkan bahwa capaian penetapan LP2B di Kabupaten Luwu Timur telah melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Luas LP2B Luwu Timur mencapai 21.682,18 hektare, sedangkan luas lahan baku sawah sebesar 23.603,49 hektare. Artinya, Luwu Timur sudah berada pada posisi aman dengan capaian 91,10 persen dari target yang diberikan Pemerintah Provinsi,” jelas Raksan.

Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif sebagai fondasi ketahanan pangan daerah dan nasional, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Continue Reading

Trending