Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Bupati Sidrap Blusukan ke Pasar di Kendari, Pastikan Distribusi Beras dan Telur Berjalan Lancar

Published

on

Kitasulsel–KENDARI — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, melakukan blusukan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026), guna memastikan distribusi komoditas pangan asal Sidrap berjalan lancar hingga ke tangan para pedagang dan masyarakat.

Tiga titik pasar yang dikunjungi dalam agenda tersebut yakni Pasar Mandonga, Pasar Lawata, dan Pasar Baruga, yang selama ini menjadi pusat aktivitas perdagangan kebutuhan pokok masyarakat di Kota Kendari.

Kegiatan peninjauan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus memastikan stabilitas pasokan pangan, khususnya beras dan telur, tetap terjaga di wilayah Kota Kendari.

Turut mendampingi Bupati Sidrap dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin Masse, Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sidrap.

Sementara dari pihak Pemerintah Kota Kendari, hadir Direktur Pasar Kota Kendari bersama para kepala pasar setempat yang turut mendampingi rombongan selama peninjauan berlangsung.

BACA JUGA  Sidrap Juara Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 2025, Tembus 7,71 Persen

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif tampak berdialog langsung dengan para pedagang untuk memantau kondisi harga pangan sekaligus memastikan kelancaran distribusi komoditas dari Sidrap ke Kota Kendari.

Selain mengecek stabilitas harga, Bupati juga mendengarkan berbagai masukan dan keluhan dari para pedagang terkait pasokan barang, distribusi, hingga kondisi perdagangan di pasar tradisional.

“Kami ingin melihat langsung pasokan beras dan telur dari Sidrap sampai ke pedagang dengan kualitas baik dan harga yang stabil,” ujar Syaharuddin Alrif saat berdialog dengan pedagang di sela-sela kunjungan pasar.

Menurutnya, Kabupaten Sidrap sebagai salah satu daerah penghasil pangan terbesar di Sulawesi Selatan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan distribusi pangan, terutama ke daerah-daerah yang membutuhkan pasokan komoditas pokok secara rutin.

Ia menegaskan bahwa kerja sama distribusi pangan antardaerah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dari sisi ketersediaan stok maupun kestabilan harga di pasaran.

Dalam kesempatan itu, Syaharuddin juga menyoroti pentingnya peran para pedagang asal Sidrap yang selama ini menetap dan berusaha di Kota Kendari.

BACA JUGA  Bupati Sidrap: Aktivitas Tambang Harus Patuhi Regulasi dan Tidak Rugikan Masyarakat

Menurutnya, para perantau asal Sidrap tersebut merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pemasaran dan distribusi hasil pertanian serta peternakan dari kampung halaman.

“Pedagang asal Sidrap di Kendari adalah bagian penting dari rantai distribusi pangan kita. Mereka membantu menyalurkan hasil bumi Sidrap sehingga bisa dinikmati masyarakat luas,” jelasnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap berkomitmen untuk terus memfasilitasi kelancaran distribusi komoditas pangan agar stok kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga tetap terkendali.

Syaharuddin menambahkan, kunjungan langsung ke pasar tradisional seperti ini sangat penting dilakukan untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

Selain menjadi agenda pemantauan distribusi pangan, kegiatan blusukan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara Bupati Sidrap dengan para perantau asal Sidrap yang telah lama menetap di Kota Kendari dan berprofesi sebagai pedagang pasar.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Nyatakan All Out Sukseskan Operasi Gratis di RS Nene Mallomo

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat selama kunjungan berlangsung. Banyak pedagang menyambut antusias kedatangan Bupati beserta rombongan dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang langsung mengenai kondisi usaha mereka.

Para pedagang mengaku senang dan bangga atas perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan usaha mereka di perantauan.

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Nene Mallomo itu dinilai memberikan motivasi dan semangat baru bagi para pedagang dalam menjalankan aktivitas usahanya.

“Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Pak Bupati di pasar seperti ini memberi semangat bagi kami para pedagang,” ujar salah seorang pedagang asal Sidrap di Pasar Mandonga.

Kegiatan blusukan pasar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperkuat hubungan ekonomi antardaerah serta memastikan distribusi pangan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dengan sinergi yang terus dibangun antara pemerintah daerah, pedagang, dan pelaku distribusi, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat dapat terus terpenuhi dengan baik serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Pemkab Sidrap Raih Terbaik I Regional Sulawesi 2026, Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting

Published

on

Kitasulsel–KENDARI — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional Sulawesi. Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kabupaten Sidrap berhasil meraih peringkat Terbaik I kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, kepada Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, pada acara yang berlangsung di Hotel Claro, Kota Kendari, Jumat (29/5/2026).

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap berhak menerima apresiasi berupa insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp3 miliar sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan penghargaan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemberian penghargaan dan insentif fiskal tersebut bertujuan untuk mendorong lahirnya kompetisi positif antarpemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemenang ditentukan berdasarkan data BPS. Ini motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tito Karnavian.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Ajak Masyarakat Wisata Lokal, Promosikan Keindahan Sungai Batu Tangnga dan Puncak Bila

Menurut Tito, penghargaan berbasis indikator kinerja daerah seperti penurunan kemiskinan, pengendalian inflasi, hingga penurunan stunting menjadi instrumen penting untuk mengukur efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diraih Kabupaten Sidrap.

Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen pemerintah daerah, Forkopimda, tenaga kesehatan, OPD terkait, hingga masyarakat dalam menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di Bumi Nene Mallomo.

“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh pihak yang terus berkomitmen membangun kesejahteraan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif usai menerima penghargaan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sidrap selama ini terus fokus melakukan berbagai intervensi strategis, baik melalui penguatan sektor ekonomi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, pemberdayaan keluarga rentan, hingga penguatan program pemenuhan gizi anak dan ibu hamil.

Keberhasilan tersebut, lanjut Syaharuddin, tidak terlepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Sidrap berhasil ditekan hingga mencapai 4,91 persen pada tahun 2025 dengan laju penurunan sebesar 2,19 persen dibandingkan tahun 2024.

BACA JUGA  Sidrap Juara Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 2025, Tembus 7,71 Persen

Capaian tersebut menjadi angka kemiskinan terendah yang pernah diraih Kabupaten Sidrap dalam sepuluh tahun terakhir.

Tidak hanya itu, konsistensi Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menjalankan program intervensi gizi serta koordinasi lintas sektor secara efektif juga membawa daerah tersebut menjadi salah satu penerima Dana Insentif Fiskal (DIF) Kinerja Terbaik Penurunan Stunting Tahun 2025 dari pemerintah pusat.

Keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen kuat Pemkab Sidrap dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penanganan masalah kesehatan dan gizi secara berkelanjutan.

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Sulawesi Tahun 2026 sendiri menjadi forum penghargaan tahunan yang diberikan kepada pemerintah daerah dengan capaian terbaik dalam berbagai sektor pembangunan.

Adapun penghargaan yang diberikan terbagi dalam empat kategori utama, yakni Penurunan Tingkat Pengangguran, Creative Financing, Pengendalian Inflasi, serta Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.

Pada kategori Penurunan Tingkat Pengangguran tingkat kabupaten, penghargaan Terbaik I diraih Kabupaten Kolaka, disusul Kabupaten Konawe Kepulauan dan Kabupaten Kolaka Utara.

Untuk tingkat kota, penghargaan diraih Kota Bau-Bau sebagai Terbaik I, kemudian Kota Kendari dan Kota Parepare. Sementara tingkat provinsi diraih Provinsi Sulawesi Barat.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Nyatakan All Out Sukseskan Operasi Gratis di RS Nene Mallomo

Pada kategori Creative Financing tingkat kabupaten, Kabupaten Wajo meraih Terbaik I, diikuti Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Mamasa.

Sementara tingkat kota diraih Kota Makassar sebagai Terbaik I, disusul Kota Palu dan Kota Manado. Untuk tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Di kategori Pengendalian Inflasi tingkat kabupaten, Kabupaten Sigi berhasil meraih Terbaik I, diikuti Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Takalar.

Sedangkan tingkat provinsi diraih Provinsi Gorontalo sebagai Terbaik I dan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Terbaik II.

Sementara pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting, Kabupaten Sidrap berhasil meraih posisi tertinggi tingkat kabupaten, disusul Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Gowa.

Untuk tingkat kota, penghargaan diraih Kota Tomohon sebagai Terbaik I, kemudian Kota Manado dan Kota Makassar. Sedangkan tingkat provinsi diraih Provinsi Sulawesi Utara.

Prestasi yang diraih Kabupaten Sidrap tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat program kesejahteraan masyarakat, serta menjaga konsistensi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Continue Reading

Trending