Connect with us

Kapolres Sidrap Pimpin Rapat Finalisasi Panitia Kejuaraan Tennis Lapangan Beregu Putra Se-Sulselrabar

Published

on

Kitasulsel,Sidrap – Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah, S.I.K pimpin rapat Finalisasi panitia persiapan Kejuaraan Tenis Lapangan Beregu Putra se-Sulselrabar (Sulsel, Sulbar dan Sultra) di Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (21/2/2023).

Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah. S.I.K selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa, ini rapat finalisasi panitia sebelum kejuaraan Tenis Kapolres Cup II Beregu Putra se- Sulselrabar yang akan berlangsung pada 24 – 26 Februari 2023.

“Ini rapat finalisasi dilakukan sebelum turnamen dan kegiatan tenis ini merupakan rangkaian peringatan hari jadi Bumi Nene’ Mallomo dan sebagai ajang Silaturahmi sesama Atlet Tenis Se-Sulselrabar”, Ujar Kapolres.

Selanjutnya, Kapolres Sidrap menyampaikan mengenai teknis pelaksanaan akan menggunakan 3 lapangan yang ada di Kabupaten Sidrap.

“Ke tiga (3) Lapangan Tenis yang akan nanti kita gunakan sesuai dengan standar Pelti. Seperti lapangan Pelti Sidrap, Lapangan Tenis Polres Sidrap dan Lapangan Tenis Baranti,” tutur Kapolres.

Pertandingan tenis lapangan beregu putra Se-Sulselrabar ini terdiri dari 3 partai dengan rincian, 1 Ganda Bebas (Tidak dibatasi usia), 1 Ganda Usia 90 Tahun (Min. 45 thn) lahir 1978, 1 Ganda Usia 110 Tahun (Min. 55 thn) lahir 1968, Dengan urutan pertandingan partai pertama 1 KU 90 Tahun, partai kedua Ganda Bebas, partai ketiga KU 110 Tahun. (win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Sinergi Kemenag–MUI Perkuat Penegakan Hukum Keagamaan, Menag: Demi Kedamaian Umat

Published

on

Kitasulsel—Jakarta – Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama terkait peningkatan pemahaman norma serta implementasi tindak pidana terhadap agama dan kehidupan beragama dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Penandatanganan dokumen tersebut dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk penguatan sinergi antara pemerintah dan ulama dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia.

Dalam keterangannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat terkait praktik-praktik yang dapat dikategorikan sebagai penodaan, penyalahgunaan agama, maupun tindak pidana keagamaan.

“Sejak awal kita ingin memberikan bimbingan kepada masyarakat agar memahami batas-batas dalam kehidupan beragama, sehingga tidak terjadi praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan konflik,” ujar Menag.

Menurutnya, respons cepat pemerintah terhadap masukan dari MUI terkait implementasi KUHP menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan antarumat beragama.

Menag juga menyampaikan bahwa momentum bulan Ramadan menjadi waktu yang penuh keberkahan untuk melahirkan berbagai keputusan besar. Ia mencontohkan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah yang terjadi di bulan suci tersebut.

“Banyak peristiwa besar terjadi di bulan Ramadan. Universitas Al-Azhar berdiri di bulan Ramadan, bahkan kemerdekaan Indonesia juga diproklamasikan di bulan Ramadan,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap kerja sama yang ditandatangani sebelum Idulfitri ini membawa berkah serta memperkuat kedamaian di tengah masyarakat.

Dalam implementasinya, Menag meminta pembentukan tim khusus yang akan mengawal pelaksanaan kerja sama tersebut. Tim ini nantinya bertugas memberikan panduan dan rambu-rambu dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan di ruang publik.

“Tugas ini tidak ringan, tetapi sangat penting demi terciptanya kedamaian dan ketertiban dalam kehidupan beragama di masyarakat,” katanya.

Salah satu isu yang turut menjadi perhatian dalam kerja sama tersebut adalah pemberian kepada tokoh agama ketika mengisi kegiatan keagamaan. Menurut Menag, perlu adanya kejelasan apakah pemberian tersebut termasuk gratifikasi, sedekah, atau bentuk lain yang sah secara hukum.

Karena itu, ke depan akan disusun pedoman atau rambu-rambu agar masyarakat memiliki pemahaman yang jelas dan tidak menimbulkan persoalan hukum.

Melalui sinergi antara Kementerian Agama dan MUI ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap norma hukum dan etika dalam kehidupan beragama semakin kuat, sehingga tercipta suasana yang damai, toleran, dan saling menghormati di tengah keberagaman Indonesia.

Continue Reading

Trending