Connect with us

Kementrian Agama RI

Milad ke-49 KKS Kairo, Dr. Bunyamin Yapid: Mahasiswa Mesir Adalah Wajah Indonesia 100 Tahun Mendatang

Published

on

KITASULSEL—KAIRO – Suasana penuh kehangatan dan semangat persaudaraan mewarnai peringatan Milad ke-49 Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Kairo, Mesir. Perayaan organisasi yang telah menjadi rumah kebersamaan mahasiswa asal Sulawesi di Negeri Kinanah itu dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H.

Dalam sambutannya, Dr. Bunyamin menyampaikan apresiasi tinggi atas eksistensi KKS yang telah mampu bertahan dan berkembang selama hampir setengah abad. Menurutnya, usia 49 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan kuatnya semangat persatuan, kekeluargaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah di tengah kehidupan mahasiswa Indonesia di luar negeri.

“Kita patut bangga kepada adik-adik kita di Kairo yang mampu menjaga dan menampilkan budaya Bugis-Makassar di Negeri Kinanah, Mesir. Selama 49 tahun, KKS terus hidup dan berkembang. Dari tahun ke tahun, adik-adik kita tetap merawat organisasi ini dengan penuh rasa memiliki hingga lahirlah semangat ‘KKS Selamanya’,” ujar Dr. Bunyamin.

Ia menilai, keberadaan KKS bukan hanya menjadi wadah silaturahmi bagi mahasiswa Sulawesi, tetapi juga menjadi representasi budaya Indonesia yang mampu memperkenalkan nilai-nilai luhur bangsa di lingkungan internasional.

BACA JUGA  Menag Minta Itjen Berani Ungkap Kebenaran

Lebih jauh, Dr. Bunyamin mengaitkan peran mahasiswa Indonesia di Mesir dengan visi besar Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam mempersiapkan generasi masa depan yang moderat, berilmu, dan membawa manfaat bagi bangsa.

Sebagai Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Kerja Sama Luar Negeri, dirinya mengaku memiliki tanggung jawab untuk mendampingi serta menyukseskan program-program strategis Kementerian Agama, khususnya dalam pembinaan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Timur Tengah.

“Saya datang ke Timur Tengah karena berkepentingan membantu Bapak Menteri Agama dalam mempersiapkan umat masa depan. Adik-adik yang belajar di Mesir ini kelak akan kembali ke Indonesia. Saya berharap mereka membawa ilmu yang menyejukkan, bukan ilmu yang memecah belah masyarakat, tetapi ilmu yang menghadirkan kedamaian, persatuan, kemakmuran, dan memberikan dampak positif bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Bunyamin juga menyinggung suksesnya desainer muslim Indonesia, Lina Sukijo, yang baru-baru ini tampil pada ajang internasional Light of Azhariyat di Universitas Al-Azhar, Kairo.

BACA JUGA  Minta Perayaan Natal Nasional Lebih Berdampak, Menag: Cerminkan Semangat Kebangsaan

Menurutnya, kehadiran Lina Sukijo yang diterima dengan baik di lingkungan Al-Azhar menunjukkan bahwa kampus tertua di dunia Islam itu bukan hanya dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat peradaban dan kebudayaan dunia.

“Al-Azhar adalah Madinatul Ilmi, kota ilmu. Al-Azhar juga Madinatul Hadharah, kota peradaban dan kota budaya. Ketika Lina Sukijo tampil dalam event internasional di Al-Azhar, itu menunjukkan bahwa antara pemikiran dan penampilan harus berjalan beriringan.”

Ia menambahkan bahwa kualitas intelektual harus sejalan dengan karakter dan penampilan yang baik.

“Penampilan yang baik mencerminkan penghargaan terhadap diri sendiri dan lingkungan. Pemikiran yang baik harus didukung dengan penampilan yang baik pula. Sebaliknya, penampilan yang baik juga harus diiringi dengan kualitas pemikiran yang bermutu. Keduanya adalah satu paket yang saling melengkapi,” ujarnya.

Di penghujung sambutannya, Dr. Bunyamin memberikan pesan khusus kepada seluruh mahasiswa Indonesia di Kairo agar menyadari peran strategis mereka sebagai calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

BACA JUGA  Menag RI: Nassarudin Umar Masjid Al Munawwar Jadi Simbol Pelayanan dan Keindahan Kemenag

“Kalian adalah wajah Indonesia di masa depan. Bapak Menteri Agama sudah memikirkan bagaimana wajah Indonesia 40, 50 bahkan 100 tahun ke depan. Mungkin kami yang hari ini mendampingi kalian tidak lagi berada pada masa itu, tetapi kalianlah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan umat dan bangsa.”

Ia berharap seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir terus menjaga semangat persatuan, memperkuat kapasitas keilmuan, serta menjadi duta Indonesia yang mampu membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ’alamin, moderat, berbudaya, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia setelah kembali ke tanah air.

Peringatan Milad ke-49 KKS Kairo pun berlangsung meriah dengan nuansa kekeluargaan yang kental. Beragam penampilan seni dan budaya Sulawesi menjadi bukti bahwa identitas budaya tetap terpelihara meski berada jauh dari kampung halaman. Momentum ini sekaligus mempertegas komitmen KKS Kairo untuk terus menjadi rumah kebersamaan mahasiswa Sulawesi di Mesir dengan semangat yang telah diwariskan selama hampir lima dekade: “KKS Selamanya.”

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending