Dinas Sosial Makassar
FOMO Cek Desil Viral, Warga Kaget Masuk Desil Tinggi hingga Khawatir Bansos Terhambat
KITASULSEL — MAKASSAR — Di tengah kondisi ekonomi yang dirasakan semakin berat oleh sebagian masyarakat, fenomena “FOMO Cek Desil” justru memunculkan keresahan baru. Warga berbondong-bondong mengecek posisi kesejahteraan keluarganya dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), lalu menyuarakan protes ketika hasilnya dianggap tidak menggambarkan kehidupan mereka.
Sejumlah warga mengaku tercatat Desil 9 atau 10, meski masih tinggal di rumah kontrakan, berpenghasilan terbatas, kehilangan pekerjaan atau harus berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi mereka, angka tersebut bukan sekadar angka di layar. Ada kekhawatiran bahwa status desil yang tinggi dapat membuat keluarga yang sedang kesulitan terlewat dari bantuan sosial (bansos).
Gelombang keluhan pun berdatangan. Masyarakat mempertanyakan bagaimana kondisi ekonomi mereka dinilai ketika pendapatan berubah-ubah, pekerjaan tidak pasti, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.
Mereka tidak sedang meminta dikategorikan miskin. Mereka hanya ingin kondisi sebenarnya tidak diabaikan oleh data.
Desil Bukan Cermin Utuh Kehidupan Warga
BPS menjelaskan bahwa desil merupakan peringkat relatif kondisi sosial ekonomi keluarga, bukan ukuran langsung dari gaji.
Penentuannya menggunakan berbagai indikator seperti kondisi rumah, kepemilikan aset, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, sanitasi dan akses layanan dasar.
Namun bagi masyarakat, persoalan utamanya tetap sama: seberapa cepat data tersebut mengikuti perubahan kehidupan mereka?
Seseorang bisa saja memiliki rumah warisan atau kendaraan lama, tetapi pada saat yang sama kehilangan pekerjaan, memiliki utang dan tidak lagi mempunyai penghasilan tetap.
Karena itu, masyarakat berharap proses pendataan tidak berhenti pada angka dan indikator, tetapi juga memastikan kondisi warga di lapangan benar-benar diperiksa dan diperbarui.
Jangan Sampai yang Membutuhkan Justru Terlewat
DTSEN digunakan sebagai salah satu basis dalam penargetan program perlindungan sosial. Karena itu, akurasi data menjadi sangat penting.
Bagi keluarga mampu, kesalahan data mungkin hanya menjadi persoalan administrasi.
Tetapi bagi keluarga yang sedang kesulitan, satu data yang keliru bisa berarti hilangnya kesempatan mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan.
Di tengah ekonomi rumah tangga yang sedang tertekan, masyarakat berharap pemerintah lebih peka terhadap perubahan kondisi warga.
Bantuan sosial seharusnya tidak hanya tepat secara sistem, tetapi tepat secara kenyataan.
Cara Cek Desil
Masyarakat dapat mengecek data melalui Cek Bansos Kemensos:
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa/kelurahan.
- Masukkan nama sesuai data kependudukan.
- Isi kode captcha.
- Klik Cari Data.
- Periksa informasi kesejahteraan yang ditampilkan.
Pengecekan juga tersedia melalui aplikasi Cek Bansos.
Jika data tidak sesuai kondisi sebenarnya, warga dapat mengajukan usul atau sanggah melalui aplikasi, pemerintah desa/kelurahan atau Dinas Sosial agar dilakukan verifikasi dan pemutakhiran.
Fenomena FOMO Cek Desil akhirnya menjadi lebih dari sekadar tren media sosial. Ini adalah suara warga yang meminta negara melihat mereka bukan hanya sebagai angka dalam database, tetapi sebagai manusia dengan kondisi hidup yang terus berubah.
Harapannya sederhana: data diperbaiki, suara rakyat didengar, dan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login