Connect with us

Jaga Kekompakan, Camat Ujung Tanah Didampingi Sekcam Bersama Jajaran Hadiri Family Gathering di Tokka

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar Said.S.IP. M.Si didampingi Sekcam Ujung Tanah Amanda Syahwaldi, S.STP. M.M dan Ketua TP PKK Ujung Tanah Andi Haznur Hamsah, Wakil Ketua TP PKK Andi Fadilah Rizki Rifai.SE, para Lurah Se-Kecamatan Ujung Tanah dan Pegawai ASN serta Laskar Pelangi Kecamatan Ujung Tanah Menghadiri Kegiatan Family Gathering Pemerintah Kota Makassar, bertempat di dusun Tokka Desa Bonto Bunga Kecamatan Moncongloe. Kabupaten Maros, Sabtu (07/01/2023).

Pemerintah Kota Makassar Melaksanakan Family Gathering untuk mempererat silaturahmi antar SKPD yang ada di kota Makassar, agar terbentuknya rasa kekompakan dan keseriusan SKPD dalam bekerja merealisasikan Program-program strategis Pemkot Makassar.

Menurut, Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar kegiatan family gathering yang digelar oleh Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Ir H. Mohammad Ramdhan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pegawai di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

“Kami bersama seluruh SKPD, dan Perusda menghadiri kegiatan family Gathering bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan menjaga kekompakan,”tukasnya.

Terima kasih atas kerjasamanya seluruh lurah di kecamatan ujung tanah mudah-mudahan silaturahmi ini dapat menjaga kekompakan.(Ads)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Lingkungan Hidup Bagian dari Tanggung Jawab Keagamaan

Published

on

Kitasulsel–Kairo–Mesir Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab keagamaan. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) yang digelar di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.

“Dalam perspektif Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, setiap aktivitas yang merusak lingkungan sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban,” ujar Menag, Selasa (20 Januari 2026).

Menurut Menag, konsep ekoteologi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif umat Islam terkait amanah menjaga alam semesta. Ia menekankan bahwa relasi antara manusia dan lingkungan harus didasarkan pada nilai moral dan spiritual.

“Ekoteologi mengajarkan bahwa relasi manusia dan lingkungan harus dibangun di atas prinsip amanah, tanggung jawab moral, dan keseimbangan,” lanjutnya.

Menag juga menyoroti pentingnya pendekatan etis dan nurani dalam mengelola kemajuan peradaban. Menurutnya, tantangan global saat ini tidak cukup dijawab dengan kecerdasan dan teknologi semata.

“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga nurani dan etika dalam mengelola kemajuan serta menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.

Seminar internasional bertajuk “Tantangan Berinteraksi dengan Lingkungan dalam Tafsir dan Sunnah” ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama RI, Al-Azhar Al-Sharif, Kedutaan Besar RI di Kairo, serta Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari ulama, dosen, peneliti, mahasiswa, serta pemerhati isu lingkungan. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kontribusi pemikiran Islam dalam menjawab krisis lingkungan global melalui pendekatan teologis, yuridis, dan etis.

Di sela-sela kegiatan, Menag Nasaruddin Umar juga menyerahkan secara simbolis mushaf Al-Qur’an braille terbitan Kementerian Agama RI kepada Rektor Universitas Al-Azhar, Salama Gomaa Dawud, sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas dalam pendidikan keagamaan.

Sementara itu, Rektor Al-Azhar Salama Gomaa Dawud dalam sambutannya menegaskan bahwa Islam memiliki perhatian besar terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup.

“Menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi, melainkan kewajiban setiap individu, karena dampak kerusakan lingkungan akan dirasakan oleh seluruh umat manusia,” ungkapnya.

Continue Reading

Trending