Connect with us

Jaga Kekompakan, Camat Ujung Tanah Didampingi Sekcam Bersama Jajaran Hadiri Family Gathering di Tokka

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar Said.S.IP. M.Si didampingi Sekcam Ujung Tanah Amanda Syahwaldi, S.STP. M.M dan Ketua TP PKK Ujung Tanah Andi Haznur Hamsah, Wakil Ketua TP PKK Andi Fadilah Rizki Rifai.SE, para Lurah Se-Kecamatan Ujung Tanah dan Pegawai ASN serta Laskar Pelangi Kecamatan Ujung Tanah Menghadiri Kegiatan Family Gathering Pemerintah Kota Makassar, bertempat di dusun Tokka Desa Bonto Bunga Kecamatan Moncongloe. Kabupaten Maros, Sabtu (07/01/2023).

Pemerintah Kota Makassar Melaksanakan Family Gathering untuk mempererat silaturahmi antar SKPD yang ada di kota Makassar, agar terbentuknya rasa kekompakan dan keseriusan SKPD dalam bekerja merealisasikan Program-program strategis Pemkot Makassar.

Menurut, Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar kegiatan family gathering yang digelar oleh Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Ir H. Mohammad Ramdhan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pegawai di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

“Kami bersama seluruh SKPD, dan Perusda menghadiri kegiatan family Gathering bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan menjaga kekompakan,”tukasnya.

Terima kasih atas kerjasamanya seluruh lurah di kecamatan ujung tanah mudah-mudahan silaturahmi ini dapat menjaga kekompakan.(Ads)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BUMDes Mattappae Sereang Kembangkan Bebek Petelur, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggenjot perekonomian masyarakat melalui penguatan usaha berbasis desa. Salah satu upaya nyata terlihat dari inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mattappae, Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, yang sukses mengembangkan unit usaha bebek petelur dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

BUMDes Mattappae memanfaatkan dana desa secara produktif dengan fokus pada sektor ketahanan pangan. Melalui pengelolaan 300 ekor bebek petelur menggunakan sistem kandang kering, unit usaha ini mampu menghasilkan rata-rata 9 rak telur per hari.

Dengan harga jual Rp70 ribu per rak, BUMDes Mattappae mencatatkan pendapatan kotor sekitar Rp630 ribu per hari. Setelah dikurangi biaya operasional, estimasi pendapatan bersih mencapai sekitar Rp300 ribu per hari atau setara dengan omzet Rp9 juta per bulan.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang meninjau langsung unit usaha BUMDes Mattappae di Desa Sereang pada Rabu malam (28/1/2026), menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha bebek petelur merupakan contoh konkret penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Usaha seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan dan menambah pendapatan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif, yang akrab disapa Bupati SAR, saat berdialog dengan pengelola BUMDes Mattappae, Paida.

Lebih lanjut, Bupati SAR mendorong agar usaha bebek petelur tersebut tidak berhenti pada produksi telur semata, melainkan dikembangkan melalui hilirisasi agar nilai ekonominya semakin meningkat.

“Nilai tambah akan lebih besar jika dilakukan hilirisasi. Misalnya, telur hasil produksi ini dikelola lebih lanjut atau bekerja sama dengan pelaku usaha kue, sehingga menjadi produk olahan,” jelasnya.

Pengembangan BUMDes Mattappae ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa di Sidrap sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional berbasis potensi lokal. (*)

 

Continue Reading

Trending