Connect with us

PJ RT-RW Geliat Gelar Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan dan Drainase, di Kelurahan Pannampu

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Lurah Pannampu, Imam Hanafi Harris bersama PJ RT-RW, Ketua LPM Kelurahan Pannampu melaksanakan kerja bakti bersama membersihkan drainse, dan lingkungan, di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

PJ RT-RW Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo mulai menggeliatkan kerja bakti dan membersihkan lingkungan ini sebagai upaya bersama menjaga lingkungan tetap asri dan nyaman.

Menurut, Ketua RT 08 Kelurahan Pannampu, Shanty mengatakan, pihaknya bersama seluruh RT-RW dan warga gotong royong membersihkan drainase dan lingkungan RW 06. Kemudian mereka juga gotong royong membersihkan sampah dijalan.

“Kami juga membersihkan drainase dan lingkungan agar tidak ada sampah, bersih itu sehat ,indah di pandang mata,” katanya kepada awak media ini, Ahad (15/01/23).

Di tempat terpisah, Ketua LPM Kelurahan Pannampu, M. Arsyad mengapresiasi kekompakan RT-RW dan warga Kelurahan Pannampu, yang telah menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini juga merupakan upaya warga dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

“Kerja bakti memang harus rutin dilakukan, apalagi di musim penghujan begini, untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD),” ujarnya.

Selain kerja bakti, M. Arsyad juga mengimbau seluruh warga untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk.
.
“Saya juga pantau kerja bakti di RW 01 dan 06, Alhamdulillah semua RT-RW dan Warga kami kompak, memperhatikan kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungannya,” cetusnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending