Connect with us

Desainer Kenamaan Nasional Lina Sukijo Umrah Bersama An Nur Travel,Bunyamin Yapid:Semua Kalangan Dan Profesi Kami Satukan Di Rumah Allah

Published

on

Kitasulsel—-Makassar—-PT An Nur Maarif yang identik dengan jargon referensi umrah cerdas pilihan tepat bukan pilihan nekat kembali menjadi pilihan berumrah desainer kenamaan nasional Lina Sukijo,Desainer kelahiran Batam ini berumrah bersama dengan An Nur Travel turut  memboyong keluarga,reseler dan pecinta brand fasion miliknya yang dikenal dengan sebutan Eles fasion.

Keberangkatan grup VIP Lina Sukijo beserta reseler dan pecinta El.es diberangkatkan via Jakarta -madina sehari sebelum keberangkatan grup umrah Akbar An Nur Travel dan JRW yang memberangkatkan 534 jamaah via makassar langsung madina.

CEO PT An Nur Maarif H Bunyamin Yapid LC MA yang mendampingi langsung Lina Sukijo dan rombongan mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan jamaah kepada travel umrah miliknya.

“Salah satu kekuatan utama yang ada di An Nur Travel adalah kebersamaan,agenda utama kita tetap beribadah sesuai scedule yang telah kita siapkan,namun di sisi lain ada agenda lain yang merupakan favorit dari jamaah khususnya jamaah vip,hal ini yang membuat banyak yang penasaran dan ingin mencoba,hal ini pula yang mungkin membuat desainer sekelas Lina Sukijo memilih an nur travel sebagai mitra ibadahnya bersama rombongan.

Keterpilihan An Nur travel sebagai sarana ibadah umrah dari berbagai kalangan dan profesi menurut Alumni Universitas Al Azhar Kairo ini adalah sebuah suksesi managemen An Nur travel dan tim dalam menyatukan semua kalangan dan profesi dengan sebutan jamaah An Nur travel.

“Alhamdulillah,satu kesyukuran bagi An Nur Travel bisa menyatukan semua kalangan dari berbagai profesi dalam satu sebutan yakni jamaah An Nur,di rumah Allah ini semua menyatu tanpa melihat status ekonomi,status sosial maupun jabatan,kita semua sama di rumah Allah dan dihadapan Allah,doakan semua lancar dan sehat,tutup Ustadz Yamin.

Diketahui Lina Sukijo unggul dengan desain busana syar`inya yang berkarakter. Selain detail pada potongan juga dikenal dengan desainya yang bold dan gaya glamour bertaburkan Original Swarovski dan zipper original YKK. Lina juga mengeluarkan koleksi sporty, basic hingga prints. Dengan mengedepan kualitas, Lina mengaku selalu habis diburu para pencinta fashion eLes Lovers (sebutan untuk pencita fashion Lina Sukijo).

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BPS Sulsel: 1 dari 5 Rumah Tangga Miliki Mobil, Sidrap Tertinggi 27,38 Persen

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat bahwa satu dari lima rumah tangga di Sulsel telah memiliki mobil atau kendaraan roda empat/lebih. Data tersebut menunjukkan adanya disparitas tingkat kepemilikan kendaraan antar daerah, yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, infrastruktur, hingga karakteristik wilayah.

Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tercatat sebagai daerah dengan tingkat kepemilikan mobil tertinggi di Sulsel, yakni mencapai 27,38 persen. Artinya, lebih dari seperempat rumah tangga di daerah tersebut telah memiliki kendaraan roda empat.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Wajo dengan persentase 27,08 persen, disusul Luwu Timur sebesar 24,18 persen. Sementara itu, Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan kota metropolitan di Sulsel berada di peringkat keempat dengan tingkat kepemilikan mobil sebesar 23,16 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa bahkan di kota terbesar sekalipun, mobil belum menjadi moda transportasi yang dimiliki mayoritas rumah tangga.

Pada kelompok menengah, tingkat kepemilikan mobil berada di kisaran 18 hingga 22 persen. Daerah-daerah yang masuk dalam kategori ini antara lain Kabupaten Soppeng, Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Maros.

Di sisi lain, sejumlah wilayah masih mencatatkan angka kepemilikan mobil di bawah 15 persen. Kabupaten Jeneponto menjadi daerah dengan tingkat kepemilikan terendah, yakni 10,67 persen. Disusul Takalar sebesar 11,45 persen dan Kepulauan Selayar 11,62 persen. Ini berarti, di wilayah-wilayah tersebut, kurang dari satu dari sepuluh rumah tangga memiliki kendaraan roda empat.

Data BPS ini menegaskan bahwa akses terhadap mobil masih sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi masyarakat, kualitas infrastruktur, serta kebutuhan mobilitas di masing-masing daerah. Di banyak wilayah Sulsel, sepeda motor dan transportasi umum masih menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat sehari-hari.

Perbedaan tingkat kepemilikan kendaraan ini juga dapat menjadi indikator daya beli masyarakat sekaligus gambaran perkembangan ekonomi daerah. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat menjadikan data tersebut sebagai rujukan dalam perencanaan kebijakan transportasi dan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.

Continue Reading

Trending