Connect with us

/www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153
">
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Dandim 1420 Sidrap Berikan Materi Kepemimpinan Kepada Peserta Pelatihan Bela Negara di UPT SMK 1 Sidrap

Published

on

Kitasulsel, Sidrap — Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf. Andika Ari Prihantoro S.E M.I.Pol berikan materi Kepemimpinan Kepada Peserta Pelatihan Kader Bela Negara UPT SMK Negeri 1 Sidrap. Selasa (14/03/2023)

Dandim 1420 Sidrap menyampaikan Kepemimpinan merupakan bagian penting dari manajemen sebuah organisasi yaitu merencanakan, melaksanakan, mengawasi, dan melaporkan atau mempertanggungjawabkan

“Tetapi peran utama seorang pemimpin adalah mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan” Ungkap Dandim saat menyampaikan materinya.

Kegiatan ini adalah modal bagi calon pemimpin masa depan untuk mengerti dan memiliki pengetahuan dasar tentang kepemimpinan sehingga dapat membawa organisasi berjalan sebagaimana mestinya dan mampu diharapkan membawa nama sebuah organisasi kemahasiswaan tidak hanya di tingkat lokal, namun juga dapat berbicara di tingkat nasional bahkan internasional.

“Disamping itu juga latihan dasar kepemimpinan ini merupakan jalur pembinaan generasi muda yang fokus dalam kompetisi tiap individu” jelas Dandim

Hadir dalam kegiatan ini Ba Tuud Koramil 1420-03/Maritenggae Serma Muh. Yunus, sebagai operator, Guru Pendamping Pelatihan Hadriya, S.Pd., Pelatih/Pendukung Pelatihan Kader Bela Negara UPT SMK Negeri 1 Sidrap dari Koramil 1420/Sidrap Sebanyak 4 orang Peltu Edi Gunawan dkk, Peserta Peserta Pelatihan Kader Bela Negara UPT SMK Negeri 1 Sidrap sebanyak 42 Siswa.(win)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

NEWS

Menag Minta Tim Hisab Rukyat Jadi Jembatan Persatuan Umat Jelang Sidang Isbat Iduladha 1447 H

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Tahun 2026 menjadi jembatan persatuan umat dalam penetapan awal bulan Hijriah, termasuk menjelang sidang isbat Iduladha 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Menag saat mengukuhkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Tahun 2026, Selasa (12/5/2026). Menurutnya, perbedaan penetapan hari besar keagamaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan harus dikelola melalui dialog, pendekatan ilmiah, dan semangat kebersamaan.

“Penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia bukan sekadar urusan kalender, tetapi menyangkut keyakinan dan kebersamaan sosial umat. Karena itu, tim ini memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan keputusan yang kuat secara syar’i sekaligus saintifik,” ujar Nasaruddin Umar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dari Mahkamah Agung, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta Majelis Ulama Indonesia.

Selain itu, hadir pula unsur organisasi kemasyarakatan Islam, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh-tokoh falak perempuan.

Menurut Menag, keberadaan Tim Hisab Rukyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepastian hukum terkait pelaksanaan ibadah umat Islam melalui pendekatan yang dialogis dan inklusif.

“Kementerian Agama mengedepankan dialog dan sinergi. Perbedaan metode yang berkembang di masyarakat harus dipertemukan melalui ruang komunikasi yang sehat demi kemaslahatan bersama,” lanjutnya.

Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya peran Tim Hisab Rukyat sebagai jembatan informasi kepada masyarakat. Ia menilai perbedaan penetapan hari besar keagamaan sering kali dipengaruhi minimnya pemahaman publik terhadap metode hisab dan rukyat yang digunakan.

“Tim ini harus menjadi jembatan informasi. Ketegangan sering muncul karena masyarakat tidak memahami proses dan metode yang digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah,” katanya.

Lebih lanjut, Menag meminta seluruh unsur tim untuk terus mengedepankan pendekatan moderasi beragama dalam setiap proses pengambilan keputusan.

“Astronomi adalah sains yang presisi, tetapi dalam konteks kehidupan berbangsa, data dan perhitungan itu harus diramu menjadi kebijakan yang menyejukkan serta menjaga harmoni umat,” jelasnya.

Ia juga mendorong penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah, ilmuwan, dan organisasi masyarakat Islam agar hasil pengamatan hilal dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun keagamaan.

“Koordinasi antara BRIN, para pakar astronomi, kiai, dan ahli falak ormas Islam harus terus diperkuat agar hasil yang kita capai benar-benar akurat dan dipercaya masyarakat,” tandas Nasaruddin Umar.

Continue Reading

Trending