Connect with us

Seleksi Calon Paskibraka Sidrap Masuki Tahap TWK

Published

on

Kitasulsel, Sidrap — Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sidrap tahun 2023 memasuki tahap tes wawasan kebangsaan (TWK), Jumat (17/3/2023).

Tes berlangsung di Ruang CAT (computer assisted test) Lantai III Kantor Bupati Sidrap. Kegiatan diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Purna Paskibraka Sidrap.

Kabid Kesatuan Bangsa Sidrap, Mustamir Menca menjelaskan, terdapat 61 calon paskibraka yang mengikuti tes wawasan kebangsaan tersebut.

“Terdiri dari 30 putra dan 31 putri dari tingkat SMA, SMK, dan MA,” jelasnya.

Dipaparkannya, peserta TWK diberi 20 pertanyaan dengan durasi 60 menit. TWK tersebut, imbuhnya, bertujuan mengukur pengetahuan peserta terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta kemampuan mereka mengimplementasikan nasionalisme.

“Nantinya yang lulus di TWK ini akan lanjut ke tes intelegensi umum (TIU),” tutupnya.

Sebagai informasi, 61 peserta TWK ini sebelumnya telah melalui tahapan seleksi berkas atau adminsitrasi, serta seleksi parade.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending