Pendidikan
Harumkan Nama Bangsa, Dosen UIN Alauddin Makassar Pengabdian Masyarakat di Australia
- /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 27
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240909-WA00352.jpgwidth640height360.jpg&description=Harumkan Nama Bangsa, Dosen UIN Alauddin Makassar Pengabdian Masyarakat di Australia', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
- Share
- Tweet /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 72
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240909-WA00352.jpgwidth640height360.jpg&description=Harumkan Nama Bangsa, Dosen UIN Alauddin Makassar Pengabdian Masyarakat di Australia', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Kitasulsel–Makassar AUSTRALIA Kolaborasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan atas kerja sama Ashabul Kahfi Language School (AKLS), Sydney Australia dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dan Fakultas Tarbiyah dan Kejuruan (FTK) UIN Alauddin Makassar berlangsung meriah pada Ahad 8 September 2024 lalu.
Kegiatan yang dihadiri oleh hampir seratus orang peserta ini bertempat di salah satu aula Punchbowl Public School, yang berlokasi di 1333 Canterbury Road, Punchbowl NSW 2196.
Di antara hadirin yang terdiri atas siswa-siswi AKLS, orang tua dan guru, tampak terlihat dua orang founders Ashabul Kahfi Islamic Centre Incorporated, DR. Teuku Chalidin Yacob, JP dan ibu Darliana Abdullah, school principal AKLS.
Para siswa dan siswi yang berusia sekitar 6 hingga 15 tahun secara antusias berinteraksi dengan para pembicara yang mengemas acara dalam kombinasi yang apik antara games dan pemaparan materi.
Rombongan dari Makassar terdiri atas Dekan FKIK, Dewi Setiawati, Ketua International Office, Serliah Nur, empat orang dosen UIN Alauddin Makassar, Nurhira Abdul Kadir, Nurdiyanah, Ani Auli Ilmi dan Annisa Shofa Tsuraya serta mahasiswa program Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Makassar, Mada Fauziah Hanum Siagian.
Dalam pemaparannya, dua pemateri dari UIN Alauddin Makassar, Dewi Setiawati dan Serliah menggarisbawahi pentingnya anak untuk merawat cita-cita mereka dengan upaya yang sungguh-sungguh, belajar, dan berdoa.
“Pengasuhan orang tua dan dukungan doa terhadap keberhasilan anak-anak adalah salah satu kunci keberhasilan meraih cita-cita,” ujarnya.
Teuku Aulia Geumpana, salah satu pengajar AKLS yang juga pakar IT dan dosen di University of Newcastle Australia, memperkuat pernyataan ini dalam dialog interaktif yang disambut secara bersemangat oleh para siswa.
Bergantian siswa maju mengutarakan cita-cita mereka. Kholil, putra ibu Sumarheni Sudir, seorang kandidat PhD yang juga dosen di Fakultas Farmasi Unhas, lantang menyebutkan ingin menjadi petugas pemadam kebakaran.
Dalam amanatnya, Teuku Chalidin Yacob menyambut baik kegiatan kerja sama UIN Alauddin Makassar dengan Ashabul Kahfi Language School (AKLS), Sydney Australia.
Menurutnya, Ashabul Kahfi yang dirintisnya sejak puluhan tahun lalu telah menjadi komunitas multicultural dan bukan hanya mengakomodir semangat beragama masyarakat Aceh di perantauan namun pula WNI dan bangsa lainnya seperti Pakistan dan Bangladesh.
Beberapa warga asal Sulawesi juga bergabung di sana. Hubungan antara Aceh dan Makassar, menurut Teuku Chalidin, adalah hubungan yang bersejarah dan sangat erat.
Beberapa tokoh Makassar juga telah mengunjungi Ashabul Kahfi Sydney di antaranya Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.
Turut mendamping dalam kegiatan ini beberapa pengurus KKSS Sydney, yakni Firdaus Muis, Kustina Firdaus dan Sartini Puji Astuti. (*)
Pendidikan
51 Pesantren Terima Izin Operasional, Publik Makin Banyak Pilihan
Kitasulsel–JAKARTA Kementerian Agama Republik Indonesia menyerahkan Izin Operasional (Izop) kepada 51 pesantren dari berbagai wilayah di Indonesia. Penyerahan ini menandai pengakuan negara terhadap eksistensi dan legalitas lembaga pendidikan khas Indonesia tersebut.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa legalitas operasional bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga bentuk afirmasi negara atas peran strategis pesantren dalam sistem pendidikan nasional.
“Pesantren adalah fondasi utama pendidikan Islam di Indonesia. Dengan memiliki izin operasional, pesantren tidak hanya mendapatkan legitimasi hukum, tetapi juga akses ke berbagai program pemerintah untuk peningkatan mutu kelembagaan,” ujar Suyitno dalam acara penyerahan di Jakarta, Selasa (29/07/2025).
Suyitno menambahkan bahwa Kementerian Agama terus melakukan transformasi layanan publik, termasuk dalam proses perizinan pesantren, dengan mendorong digitalisasi sistem perizinan yang cepat, akurat, dan transparan.
“Kami tidak ingin mempersulit, justru mempercepat. Melalui pendekatan digital, layanan izin operasional kini lebih mudah dijangkau, terutama bagi pesantren-pesantren di daerah terpencil,” tegasnya.
Penyerahan izin operasional ini merupakan bagian dari upaya strategis Kemenag dalam mendorong penguatan kapasitas kelembagaan pesantren, agar mampu menjadi lembaga yang unggul secara akademik, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berakar pada nilai dan tradisi Islam Nusantara.
“Kami ingin pesantren menjadi kekuatan utama pendidikan Islam, sekaligus pusat transformasi sosial dan pemberdayaan umat,” pungkas Suyitno.
Direktur Pesantren, Basnang Said, menjelaskan bahwa keberadaan izin operasional menjadi dasar penting bagi pesantren untuk mengakses berbagai program afirmasi pemerintah.
“Pesantren yang sudah memiliki Izop dapat mengikuti program strategis seperti Bantuan Operasional Pesantren (BOP), Program Kemandirian Pesantren, hingga program pelatihan dan pemberdayaan berbasis ekonomi,” jelas Basnang.
Ia juga mengungkapkan bahwa 51 pesantren yang menerima izin operasional kali ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, mencerminkan komitmen Kemenag dalam melayani secara adil dan merata tanpa diskriminasi wilayah.
“Baik pesantren besar maupun kecil, di kota maupun pelosok, berhak mendapat layanan yang sama. Prinsip kami: inklusif, partisipatif, dan setara,” tambahnya.
SITREN Kembali Aktif
Dalam kesempatan yang sama, Kemenag juga mengumumkan reaktivasi sistem SITREN (Sistem Informasi Tanda Daftar Pesantren), aplikasi berbasis web yang dirancang untuk mempermudah proses pendaftaran, perpanjangan, hingga pencabutan tanda daftar keberadaan pesantren.
Melalui SITREN, pengajuan dilakukan sepenuhnya secara digital, mulai dari unggah dokumen, pemantauan proses verifikasi, hingga penerbitan Piagam Statistik Pesantren (PSP) dan Nomor Statistik Pesantren (NSP).
“SITREN sempat kami nonaktifkan selama satu tahun untuk proses evaluasi dan penyempurnaan sistem. Kini kami hadirkan kembali dengan fitur yang lebih responsif, aman, dan terintegrasi,” terang Basnang.
Aktivasi kembali SITREN ditandai secara simbolis dengan penyerahan PSP dan NSP kepada 51 pesantren penerima izin operasional. Ini sekaligus menandai bahwa proses transformasi digital di lingkungan pesantren terus berjalan dan menjadi prioritas layanan Kementerian Agama. (*)
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49
You must be logged in to post a comment Login