Connect with us

Kementrian Agama RI

Terima Menag Malaysia dan Gubernur Kebbi Nigeria, Menag: Mereka Takjub dengan Program-Program Istiqlal

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menerima kunjungan Menteri Agama Malaysia Datok Muhammad Naim bin Mokhtar dan Gubernur Negara Bagian Kebbi Nigeria Nasir Idris ke Masjid Istiqlal, Jakarta.

Imam Besar mengajak keduanya melihat berkeliling masjid termasuk mencoba menabuh beduk Istiqlal.

Menag menyampaikan, Menteri Agama Malaysia dan Gubernur Kebbi di Nigeria mengagumi perkembangan Masjid Istiqlal selain fasilitas juga program-programnya.

“Mereka sangat takjub dengan perkembangan Masjid Istiqlal, mereka pernah berkunjung Istiqlal dan hari ini mereka cukup kaget dengan pengembangan Istiqlal, terutama terkait dengan program-program yang dimiliki Istiqlal,” kata Menag, Minggu (03/11/2024).

“Juga keberadaan kanal yang menghubungkan dua rumah ibadah, yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Interfaith meeting, ada Interfaith Dialog dan konferensi-konferensi international,” sambungnya.

BACA JUGA  Peringatan Menag terkait Pengadaan Barang dan Jasa: Jangan Coba Ambil yang Tidak Halal!

Kata Menteri Agama Malaysia, Menag menyebut, Masjid Istiqlal layak menjadi prototype masjid ideal. Ini menunjukkan betapa besar perhatian dunia kepada Masjid Istiqlal.

“Terutama dengan Deklarasi Istiqlal yang dilakukan oleh Paus dengan Imam Besar Istiqlal beberapa waktu lalu dan deklarasi nanti akan ditindaklanjuti oleh beberapa negara dalam bentuk konferensi internasional menyangkut lingkungan dan agama di Uzbekistan, Amerika Latin dan di Afrika,” terang Menag.

Menurutnya, Istiqlal saat ini sudah semakin menggaung karena juga menggaungkan isu-isu tentang lingkungan selain isu-isu agama. “Kita berharap Istiqlal menjadi model masjid untuk masa-masa mendatang,” harap Menag. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Kabar Baik! Indonesia Berpeluang Dapat Tambahan Kuota Pendamping Haji

Published

on

Kitasulsel—JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar membeberkan ada kemungkinan pemerintah Arab Saudi bakal mengabulkan permohonan Indonesia untuk menambah kuota pendamping haji. Nasaruddin Umar katakan, telah melanjutkan komunikasi perihal ini dengan Menteri Haji Arab Saudi, Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah.

“Kemungkinannya akan dipertimbangkan,” beber Nasaruddin kepada Tempo saat ditemui di kediamannya di Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari Lebaran, Senin, (31/3/2025).

Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan berusaha untuk mendapatkan tambahan kuota pendamping haji.

Sebab dengan lebih banyak pendamping, menurutnya, akan lebih besar peluang jemaah untuk mendapat pelayanan lebih bagus.

Menurut penjelasannya, jika tidak ada pendamping dari Indonesia maka nantinya jemaah haji tanah air akan dibantu oleh pendamping dari Arab Saudi. Ia khawatir hal tersebut bakal menyulitkan para jemaah karena beberapa alasan.

BACA JUGA  Peringatan Menag terkait Pengadaan Barang dan Jasa: Jangan Coba Ambil yang Tidak Halal!

Pertama, pendamping tak bisa berbicara dengan bahasa Indonesia. Kedua, pendamping tak akan paham riwayat penyakit jemaah.

Di sisi lain, pendamping haji dari Indonesia diharapkan lebih lancar berkomunikasi dengan para jemaah, bahkan bisa jadi mengerti bahasa daerah.

Pendamping dari Indonesia seharusnya mengerti riwayat penyakit jemaah, karena melakukan pertemuan lebih dari empat kali saat manasik haji dengan para jemaah sebelum berangkat haji.

“Jadi saya melihat bahwa permohonan kami untuk meminta tambahan itu sangat positif,” ujar Nasaruddin.

Dia menambahkan, dirinya baru-baru ini membicarakan hal tersebut dengan Menteri Haji Arab Saudi lewat aplikasi perpesanan WhatsApp.

“Dibalas WA saya,” kata dia. Sebelumnya diberitakan, Nasaruddin telah menyampaikan tentang lobinya untuk penambahan kuota pendamping haji dengan Pemerintah Arab Saudi.

BACA JUGA  Pastikan PPG PAI di Sekolah Terus Jalan, Menag: Dukung Program Presiden untuk Sejahterakan Guru

Ia bicara dengan Menteri Kesehatan Arab Saudi, Fahad Abdulrahman Al-Jalajel, dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, Senin, 24 Februari 2025.

“Kami memohon agar pendampingan atau petugas haji kami ditambah. Bukan hanya 2.000, tetapi dijadikan 4.000, sama seperti tahun lalu,” kata dia, seperti dikutip dalam keterangan resmi.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya memutuskan untuk mengurangi kuota pendamping haji hingga 50 persen pada musim haji 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Pada 2024, jumlah petugas haji Indonesia mencapai 4.200 orang. Dengan pengurangan tersebut, hanya sekitar 2.100 petugas yang akan mendampingi jemaah pada 2025.

Terdapat 221.000 jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan pada pelaksanaan ibadah haji 2025. Berdasarkan perhitungan Kementerian Agama, dengan 2.100 pendamping jemaah, rasio pendampingan menjadi 1 petugas per 100 jemaah.

BACA JUGA  Menag Lantik Rektor UIN Jambi, IAIN Ambon dan Kukuhkan Pejabat Eselon II Pusat

Sementara, pada kuota normal dengan 4.200 petugas, rasionya adalah 1 petugas dapat melayani 50 jemaah. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2024 Kitasulsel