Connect with us

NEWS

Pemprov Sulsel Ikuti Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Badan publik Pemprov Sulsel menjadi salah satu provinsi yang diundang oleh Komisi Informasi (KI) Pusat untuk mengikuti uji publik monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik (KIP), Selasa (12/11/2024) di Grand Mercure Jakarta.

Uji publik dan monitoring evaluasi keterbukaan informasi publik menjadi agenda rutin KI pusat dalam melakukan penilaian terhadap seluruh badan publik dalam menerapkan UU nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Uji publik ini dilakukan selama 3 hari dari tanggal 12-14 November 2024.

Jurnalis Usman Kansong, Manager Advokasi Seknas FITRA Ervyn Kaffah, Anton dari unsur LSM tampil sebagai tim penilai uji publik tersebut.

Pemprov Sulsel menjadi provinsi sebagai badan publik pertama yang mendapatkan giliran dalam presetasi uji publik tersebut. Selain Pemprov Sulsel, tampil di ajang yang sama adalah BSSN (Badan Sandi dan Siber Negara), dan lain sebagainya.

BACA JUGA  KPK Periksa Tujuh Bos Travel, Dalami Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

Khusus Pemprov Sulsel tampil sebagai pembawa materi uji publik adalah Plh Kadis Kominfo-SP Sulsel Sultan Rakib.

Dalam pemaparannya, Sultan Rakib memberikan penyampaian tentang Kebijakan dan Strategi

Pemprov Sulawesi Selatan

Memenuhi Hak Akses Masyarakat

atas Informasi Publik. Tema ini menjadi pesan dari KI dalam proses uji publik untuk seluruh badan publik se Indonesia.

“Bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, komitmen dan kolaborasi menjadi kunci

mewujudkan keterbukaan informasi publik,” ujar Sultan Rakib.

Indeks SPBE Sulsel tahun 2023 meningkat pada kategori “BAIK”

Digitalisasi Smart Government, Penggunaan Digital Signature (tanda tangan elektronik) terjadi peningkatan pesat di tahun 2023 : 332 user, dan 2.697 User per November 2024.

BACA JUGA  Kakanwil Kemenhaj Sulsel: Pemberangkatan 1.000 Jamaah Umrah dalam Dua Pekan adalah Sejarah

Kebermanfaatan, ASN dan Stakeholder sekaligus sebagai respon cepat Pemprov Sulsel setelah lahirnya UU Perlindungan Data Pribadi Tahun 2022. Dampak bagi masyarakat Pelayanan Publik Lebih Cepat.

Dalam kesempatan itu, Sultan Rakib menyampaikan bahwa dalam proses pelayanan informasi publik, PPID Utama Pemprov Sulsel terus berinovasi dan memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Transformasi digital bagian yang tak terpisahkan dalam layanan informasi ini. Kita memiliki website yang terus dikembangkan menjadi sebuah wadah permohonan informasi publik,” jelas Sultan.

Setelah presentasi, seluruh perwakilan bawan publik menerima banyak pertanyaan dari tim penilai dan wajib dijawab oleh perwakiln badan publik.

Ujung dari uji publik ini adalah, predikat informatif yang terbaik bagi badan publik yang diberikan pada setiap akhir tahunnya. (*)

BACA JUGA  Di Depan Pengurus PSI se-Indonesia, Rusdi Masse Kupas Tuntas Cara Menang Pemilu
Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Dua Bersaudara Asal Sidrap Jadi Jamaah Haji Termuda Haji Khusus PT Annur Maarif 2026, Kisah Haru Menanti 7 Tahun

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Perjalanan spiritual menuju Tanah Suci tahun ini menghadirkan kisah inspiratif dari dua bersaudara asal Tanete, Kabupaten Sidrap. Di usia yang masih sangat muda, Safira Raodatul Jannah (14) dan Muhammad Arifin (16) dipercaya Allah SWT menjadi calon jamaah haji khusus termuda bersama PT Annur Maarif tahun 2026.

Keduanya telah terdaftar sebagai jamaah sejak tujuh tahun lalu melalui ikhtiar kedua orang tua mereka yang sejak awal berharap bisa berhaji bersama keluarga. Namun takdir berkata lain. Tahun ini justru kedua anak mereka yang lebih dahulu dipanggil menjadi tamu Allah.

Safira mengaku sangat bersyukur dan bahagia bisa menunaikan rukun Islam kelima di usia muda. Meski demikian, ada rasa haru karena belum dapat berangkat bersama kedua orang tuanya.

BACA JUGA  Ketua DPRD Sulsel : Ada 710 BUMDes Mati Suri

“Senang dan bahagia bisa berhaji tahun ini. Sayangnya orang tua tidak ikut mendampingi. Semoga orang tua juga bisa berangkat tahun depan bersama Annur Maarif,” ujar Safira penuh harap.

Hal serupa disampaikan sang kakak, Muhammad Arifin. Ia mengungkapkan bahwa sejak proses pendaftaran, keluarganya selalu membayangkan bisa berangkat bersama ke Tanah Suci. Namun mereka meyakini bahwa semua yang terjadi merupakan ketentuan terbaik dari Allah SWT.

“Harapan besar kami berhaji bersama kedua orang tua, namun tahun ini kami berdua yang Allah takdirkan berangkat lebih dulu. Semoga tahun depan orang tua kami juga sudah bisa berangkat berdua,” jelas Arifin.

Tumbuh besar di lingkungan pesantren membuat keduanya memiliki pemahaman agama yang kuat serta sikap yang matang meski masih berusia remaja. Arifin menegaskan bahwa seluruh perjalanan hidup manusia sudah diatur oleh Allah SWT.

BACA JUGA  Kapolda Sulsel Donor di PMI Makassar, Ini Pesan Kemanusiaannya

“Segala bentuk dan hal yang terjadi hari ini adalah ketentuan Allah,” tambahnya.

Selain mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berhaji, Safira dan Arifin juga menyampaikan apresiasi kepada PT Annur Maarif atas pelayanan yang mereka rasakan sejak awal pendaftaran hingga proses manasik dan pelepasan jamaah.

“Terima kasih kepada Annur Travel atas pelayanan kepada kami semua. Kami merasa memiliki keluarga baru bersama jamaah lainnya,” ungkap Safira.

Menurut keduanya, pendampingan yang diberikan kepada seluruh jamaah dilakukan secara setara tanpa membedakan usia maupun latar belakang jamaah.

“Pendampingan yang dilakukan Annur sama kepada seluruh jamaah. Walaupun kami jamaah termuda, kami tetap mendapatkan pelayanan yang sama,” tambah Arifin.

BACA JUGA  RMS Resmi Kenakan Jaket PSI, Babak Baru Politik Nasional Dimulai

Saat ini seluruh jamaah haji khusus PT Annur Maarif telah berada di Jakarta sebelum diberangkatkan menuju Mumbai dan selanjutnya ke Jeddah untuk menjalankan ibadah haji tahun 2026.

Sebanyak 125 jamaah haji khusus Annur Maarif tahun ini diketahui mayoritas telah menunggu selama 5 hingga 7 tahun sebelum akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Kisah Safira dan Muhammad Arifin pun menjadi inspirasi bahwa usia muda bukan penghalang untuk menjadi tamu Allah, selama ada niat, doa, dan keyakinan yang kuat.

Continue Reading

Trending